alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Tangkal Korona dengan Bakar Garam

Adat Warga di Tengah Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, sejumlah masyarakat Bondowoso melakukan beragam ritual yang disebut sebagai ikhtiar untuk menangkal virus korona ini. Seperti selamatan menggunakan serabi dan ketupat. Lengkap diikuti dengan doa bersama di lingkungan masing-masing.

Terbaru, masyarakat ramai-ramai membakar segenggam garam di perapian. Meski tak disarankan oleh ahli kesehatan secara langsung, namun mereka meyakini pembakaran garam ini sebagai upaya untuk menangkal virus korona dan penyakit lainnya.

Seperti disampaikan Sri Ningsih, salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Ia bersama warga lainnya sudah sekitar tiga malam terakhir membakar segenggam garam, segenggam beras jagung, dan lima buah cabai. Aksi ini dilakukan nyaris oleh semua warga di lingkungan rumahnya. “Ini kata salah satu tokoh agama dari Madura, untuk menangkal berbagai penyakit, karena sekarang sedang wabah. Seperti dulu ini, mengusir tha’un,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sri mengaku tak tahu bagaimana penjelasannya jika dilihat dari sisi kesehatan. Namun, dirinya menyebut ini adat yang sudah diyakini masyarakat sejak zaman dulu.

Hal senada disampaikan oleh Sumantri, warga Gang Pasar, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso. Dia mengetahui bahwa belum ada penelitian pasti dari ahli kesehatan tentang cara membakar garam untuk menangkal virus korona. Namun demikian, adat ini telah dipercaya untuk mengusir penyakit yang ada di kampung. Sebab, dinilainya Covid-19 itu takut terhadap panas.

“Seandainya ada Covid-19 yang lewat di halaman rumah, mungkin mati karena takut panas. Itu sebenarnya nenek moyang, ini di luar dari ilmu teknologi. Keyakinan orang per orang,” terang Sumantri.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, sejumlah masyarakat Bondowoso melakukan beragam ritual yang disebut sebagai ikhtiar untuk menangkal virus korona ini. Seperti selamatan menggunakan serabi dan ketupat. Lengkap diikuti dengan doa bersama di lingkungan masing-masing.

Terbaru, masyarakat ramai-ramai membakar segenggam garam di perapian. Meski tak disarankan oleh ahli kesehatan secara langsung, namun mereka meyakini pembakaran garam ini sebagai upaya untuk menangkal virus korona dan penyakit lainnya.

Seperti disampaikan Sri Ningsih, salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Ia bersama warga lainnya sudah sekitar tiga malam terakhir membakar segenggam garam, segenggam beras jagung, dan lima buah cabai. Aksi ini dilakukan nyaris oleh semua warga di lingkungan rumahnya. “Ini kata salah satu tokoh agama dari Madura, untuk menangkal berbagai penyakit, karena sekarang sedang wabah. Seperti dulu ini, mengusir tha’un,” ujarnya.

Sri mengaku tak tahu bagaimana penjelasannya jika dilihat dari sisi kesehatan. Namun, dirinya menyebut ini adat yang sudah diyakini masyarakat sejak zaman dulu.

Hal senada disampaikan oleh Sumantri, warga Gang Pasar, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso. Dia mengetahui bahwa belum ada penelitian pasti dari ahli kesehatan tentang cara membakar garam untuk menangkal virus korona. Namun demikian, adat ini telah dipercaya untuk mengusir penyakit yang ada di kampung. Sebab, dinilainya Covid-19 itu takut terhadap panas.

“Seandainya ada Covid-19 yang lewat di halaman rumah, mungkin mati karena takut panas. Itu sebenarnya nenek moyang, ini di luar dari ilmu teknologi. Keyakinan orang per orang,” terang Sumantri.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, sejumlah masyarakat Bondowoso melakukan beragam ritual yang disebut sebagai ikhtiar untuk menangkal virus korona ini. Seperti selamatan menggunakan serabi dan ketupat. Lengkap diikuti dengan doa bersama di lingkungan masing-masing.

Terbaru, masyarakat ramai-ramai membakar segenggam garam di perapian. Meski tak disarankan oleh ahli kesehatan secara langsung, namun mereka meyakini pembakaran garam ini sebagai upaya untuk menangkal virus korona dan penyakit lainnya.

Seperti disampaikan Sri Ningsih, salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Ia bersama warga lainnya sudah sekitar tiga malam terakhir membakar segenggam garam, segenggam beras jagung, dan lima buah cabai. Aksi ini dilakukan nyaris oleh semua warga di lingkungan rumahnya. “Ini kata salah satu tokoh agama dari Madura, untuk menangkal berbagai penyakit, karena sekarang sedang wabah. Seperti dulu ini, mengusir tha’un,” ujarnya.

Sri mengaku tak tahu bagaimana penjelasannya jika dilihat dari sisi kesehatan. Namun, dirinya menyebut ini adat yang sudah diyakini masyarakat sejak zaman dulu.

Hal senada disampaikan oleh Sumantri, warga Gang Pasar, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso. Dia mengetahui bahwa belum ada penelitian pasti dari ahli kesehatan tentang cara membakar garam untuk menangkal virus korona. Namun demikian, adat ini telah dipercaya untuk mengusir penyakit yang ada di kampung. Sebab, dinilainya Covid-19 itu takut terhadap panas.

“Seandainya ada Covid-19 yang lewat di halaman rumah, mungkin mati karena takut panas. Itu sebenarnya nenek moyang, ini di luar dari ilmu teknologi. Keyakinan orang per orang,” terang Sumantri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/