alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Perbup Pilkades Serentak Akan Direvisi

Jarak Antar-TPS Diubah, Minimal 500 Meter

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso akan merevisi Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut setelah adanya permintaan untuk direvisi terkait jarak antartempat pemungutan suara (TPS) dalam satu desa. Apalagi, saat ini pemilihan tidak lagi dilakukan secara terpusat dalam satu titik.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bondowoso Wawan Setiawan menyampaikan, aturan tersebut sebenarnya dirancang sebelum adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Saat itu, yang dipertimbangkan adalah jarak antar-TPS dan kemungkinan TPS berkelompok atau komunal dengan jumlah maksimal empat TPS.

Seiring perkembangan situasi dan kondisi, ketentuan tersebut akan diubah. “Dengan perkembangan terakhir. Katakanlah ini tidak memungkinkan lagi, sehingga kemarin sudah dibahas untuk rancangan (perubahan) perbub,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, pada rancangan perubahan perbup, poin yang akan berubah di antaranya adalah peniadaan TPS komunal. Selain itu, jarak antar-TPS minimal sekitar 500 meter. Setelah sebelumnya jaraknya hanya dibatasi minimal 50 meter antar-TPS. Tidak hanya itu, kegiatan lain yang dapat memicu kerumunan juga dilarang.

“Kemudian, di sekitar areal TPS pada radius seribu meter tak boleh ada kegiatan yang memicu kerumunan. Contoh, berjualan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemkab Bondowoso ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso akan merevisi Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut setelah adanya permintaan untuk direvisi terkait jarak antartempat pemungutan suara (TPS) dalam satu desa. Apalagi, saat ini pemilihan tidak lagi dilakukan secara terpusat dalam satu titik.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bondowoso Wawan Setiawan menyampaikan, aturan tersebut sebenarnya dirancang sebelum adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Saat itu, yang dipertimbangkan adalah jarak antar-TPS dan kemungkinan TPS berkelompok atau komunal dengan jumlah maksimal empat TPS.

Seiring perkembangan situasi dan kondisi, ketentuan tersebut akan diubah. “Dengan perkembangan terakhir. Katakanlah ini tidak memungkinkan lagi, sehingga kemarin sudah dibahas untuk rancangan (perubahan) perbub,” katanya.

Dijelaskan, pada rancangan perubahan perbup, poin yang akan berubah di antaranya adalah peniadaan TPS komunal. Selain itu, jarak antar-TPS minimal sekitar 500 meter. Setelah sebelumnya jaraknya hanya dibatasi minimal 50 meter antar-TPS. Tidak hanya itu, kegiatan lain yang dapat memicu kerumunan juga dilarang.

“Kemudian, di sekitar areal TPS pada radius seribu meter tak boleh ada kegiatan yang memicu kerumunan. Contoh, berjualan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemkab Bondowoso ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso akan merevisi Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut setelah adanya permintaan untuk direvisi terkait jarak antartempat pemungutan suara (TPS) dalam satu desa. Apalagi, saat ini pemilihan tidak lagi dilakukan secara terpusat dalam satu titik.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bondowoso Wawan Setiawan menyampaikan, aturan tersebut sebenarnya dirancang sebelum adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Saat itu, yang dipertimbangkan adalah jarak antar-TPS dan kemungkinan TPS berkelompok atau komunal dengan jumlah maksimal empat TPS.

Seiring perkembangan situasi dan kondisi, ketentuan tersebut akan diubah. “Dengan perkembangan terakhir. Katakanlah ini tidak memungkinkan lagi, sehingga kemarin sudah dibahas untuk rancangan (perubahan) perbub,” katanya.

Dijelaskan, pada rancangan perubahan perbup, poin yang akan berubah di antaranya adalah peniadaan TPS komunal. Selain itu, jarak antar-TPS minimal sekitar 500 meter. Setelah sebelumnya jaraknya hanya dibatasi minimal 50 meter antar-TPS. Tidak hanya itu, kegiatan lain yang dapat memicu kerumunan juga dilarang.

“Kemudian, di sekitar areal TPS pada radius seribu meter tak boleh ada kegiatan yang memicu kerumunan. Contoh, berjualan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemkab Bondowoso ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/