alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Dihadang Covid-19, Tendangan Harus Melejit

Tantangan Sepak Bola karena Ada Refocusing

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, dampaknya juga pada perkembangan sepak bola di Tanah Air. Termasuk di Bondowoso, refocusing berdampak besar pada persepakbolaan. Walau dihadapkan pada Covid-19, namun tendangan harus tetap melejit.

Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra menerangkan, pada 2020 anggaran untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso mengalami pemangkasan. Dari awalnya Rp 2,5 miliar, turun menjadi Rp 1,8 miliar. Pun di tahun ini, anggaran KONI kembali turun menjadi Rp 1,5 miliar. Padahal Bondowoso menjadi salah satu tuan rumah pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022. Anggaran Rp 1,5 miliar itu dibagi 26 cabor, dengan besaran dipilah-pilah, antara cabor yang ikut di Porprov dan tidak. “Kalau dampaknya pasti ada. Kalau saya bandingan degan daerah lain, mungkin kita persiapannya tidak bisa maksimal,” urainya.

Meski anggaran dipangkas, namun pihaknya tetap mendorong para atlet untuk memberikan yang terbaik di lapangan. “Karena kami menyadari ini kan juga kemampuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan kondisi tersebut, anggota Komisi IV DPRD Bondowoso tersebut berharap, pemerintah lebih perhatian dengan meningkatkan anggaran penyelenggaraan Porprov 2022. Sebab, Bondowoso sebagai tuan rumah Porprov. “Artinya, tidak bisa disamakan dengan ketika tidak menjadi tuan rumah,” imbuhnya.

Mengenai pemetaan anggaran, Subangkit mengemukakan bahwa hal itu merupakan wewenang KONI. “Ya jadi dari beberapa cabor, mungkin si A dapat ini, si B dapat ini, si C dapat ini. Itu wewenang KONI berdasarkan dengan pengajuan cabor kepada KONI,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, dampaknya juga pada perkembangan sepak bola di Tanah Air. Termasuk di Bondowoso, refocusing berdampak besar pada persepakbolaan. Walau dihadapkan pada Covid-19, namun tendangan harus tetap melejit.

Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra menerangkan, pada 2020 anggaran untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso mengalami pemangkasan. Dari awalnya Rp 2,5 miliar, turun menjadi Rp 1,8 miliar. Pun di tahun ini, anggaran KONI kembali turun menjadi Rp 1,5 miliar. Padahal Bondowoso menjadi salah satu tuan rumah pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022. Anggaran Rp 1,5 miliar itu dibagi 26 cabor, dengan besaran dipilah-pilah, antara cabor yang ikut di Porprov dan tidak. “Kalau dampaknya pasti ada. Kalau saya bandingan degan daerah lain, mungkin kita persiapannya tidak bisa maksimal,” urainya.

Meski anggaran dipangkas, namun pihaknya tetap mendorong para atlet untuk memberikan yang terbaik di lapangan. “Karena kami menyadari ini kan juga kemampuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso,” lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, anggota Komisi IV DPRD Bondowoso tersebut berharap, pemerintah lebih perhatian dengan meningkatkan anggaran penyelenggaraan Porprov 2022. Sebab, Bondowoso sebagai tuan rumah Porprov. “Artinya, tidak bisa disamakan dengan ketika tidak menjadi tuan rumah,” imbuhnya.

Mengenai pemetaan anggaran, Subangkit mengemukakan bahwa hal itu merupakan wewenang KONI. “Ya jadi dari beberapa cabor, mungkin si A dapat ini, si B dapat ini, si C dapat ini. Itu wewenang KONI berdasarkan dengan pengajuan cabor kepada KONI,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, dampaknya juga pada perkembangan sepak bola di Tanah Air. Termasuk di Bondowoso, refocusing berdampak besar pada persepakbolaan. Walau dihadapkan pada Covid-19, namun tendangan harus tetap melejit.

Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra menerangkan, pada 2020 anggaran untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso mengalami pemangkasan. Dari awalnya Rp 2,5 miliar, turun menjadi Rp 1,8 miliar. Pun di tahun ini, anggaran KONI kembali turun menjadi Rp 1,5 miliar. Padahal Bondowoso menjadi salah satu tuan rumah pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022. Anggaran Rp 1,5 miliar itu dibagi 26 cabor, dengan besaran dipilah-pilah, antara cabor yang ikut di Porprov dan tidak. “Kalau dampaknya pasti ada. Kalau saya bandingan degan daerah lain, mungkin kita persiapannya tidak bisa maksimal,” urainya.

Meski anggaran dipangkas, namun pihaknya tetap mendorong para atlet untuk memberikan yang terbaik di lapangan. “Karena kami menyadari ini kan juga kemampuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso,” lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, anggota Komisi IV DPRD Bondowoso tersebut berharap, pemerintah lebih perhatian dengan meningkatkan anggaran penyelenggaraan Porprov 2022. Sebab, Bondowoso sebagai tuan rumah Porprov. “Artinya, tidak bisa disamakan dengan ketika tidak menjadi tuan rumah,” imbuhnya.

Mengenai pemetaan anggaran, Subangkit mengemukakan bahwa hal itu merupakan wewenang KONI. “Ya jadi dari beberapa cabor, mungkin si A dapat ini, si B dapat ini, si C dapat ini. Itu wewenang KONI berdasarkan dengan pengajuan cabor kepada KONI,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/