alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Benda Megalitikum Bertambah 73,63 Persen

Jumlah Keseluruhan Saat Ini 1.469 Benda

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tercatat, tahun 2020 banyak benda cagar budaya ditemukan di Bondowoso. Bahkan, penambahan temuan itu persentasenya lebih dari 50 persen. Tahun 2020 terdapat 39 situs cagar budaya di lima kawasan. Dengan benda megalitikum sebanyak 1.469 benda.

Dibandingkan tahun 2018 yang hanya 1.241 benda megalitikum. Penambahannya pun meningkat mencapai 73,63 persen. Hal itu dijabarkan oleh Kayan Swastika, dosen sejarah dari  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ), ketika dirinya menjelaskan tentang pemanfaatan cagar budaya megalitikum berbasis masyarakat di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, beberapa waktu lalu.

“Ada penambahan banyak benda selama dua tahun di Bondowoso. Bahkan, melebihi dari Situbondo dan Jember. Malah di Jember sendiri berkurang,” ucap Kayan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kayan pun menjelaskan pemanfaatan cagar budaya diatur dalam undang-undang (UU). Salah satunya mengenai pendayagunaan cagar budaya untuk kepentingan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertahankan kelestariannya. Tertuang dalam pasal 1 butir 33 UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Lebih jauh, dirinya memaparkan tentang aspek-aspek pelestarian cagar budaya sebagai sistem. “Pelestarian cagar budaya meliputi pelindungan, pemanfaatan, dan pengembangan,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tercatat, tahun 2020 banyak benda cagar budaya ditemukan di Bondowoso. Bahkan, penambahan temuan itu persentasenya lebih dari 50 persen. Tahun 2020 terdapat 39 situs cagar budaya di lima kawasan. Dengan benda megalitikum sebanyak 1.469 benda.

Dibandingkan tahun 2018 yang hanya 1.241 benda megalitikum. Penambahannya pun meningkat mencapai 73,63 persen. Hal itu dijabarkan oleh Kayan Swastika, dosen sejarah dari  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ), ketika dirinya menjelaskan tentang pemanfaatan cagar budaya megalitikum berbasis masyarakat di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, beberapa waktu lalu.

“Ada penambahan banyak benda selama dua tahun di Bondowoso. Bahkan, melebihi dari Situbondo dan Jember. Malah di Jember sendiri berkurang,” ucap Kayan.

Kayan pun menjelaskan pemanfaatan cagar budaya diatur dalam undang-undang (UU). Salah satunya mengenai pendayagunaan cagar budaya untuk kepentingan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertahankan kelestariannya. Tertuang dalam pasal 1 butir 33 UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Lebih jauh, dirinya memaparkan tentang aspek-aspek pelestarian cagar budaya sebagai sistem. “Pelestarian cagar budaya meliputi pelindungan, pemanfaatan, dan pengembangan,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tercatat, tahun 2020 banyak benda cagar budaya ditemukan di Bondowoso. Bahkan, penambahan temuan itu persentasenya lebih dari 50 persen. Tahun 2020 terdapat 39 situs cagar budaya di lima kawasan. Dengan benda megalitikum sebanyak 1.469 benda.

Dibandingkan tahun 2018 yang hanya 1.241 benda megalitikum. Penambahannya pun meningkat mencapai 73,63 persen. Hal itu dijabarkan oleh Kayan Swastika, dosen sejarah dari  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ), ketika dirinya menjelaskan tentang pemanfaatan cagar budaya megalitikum berbasis masyarakat di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, beberapa waktu lalu.

“Ada penambahan banyak benda selama dua tahun di Bondowoso. Bahkan, melebihi dari Situbondo dan Jember. Malah di Jember sendiri berkurang,” ucap Kayan.

Kayan pun menjelaskan pemanfaatan cagar budaya diatur dalam undang-undang (UU). Salah satunya mengenai pendayagunaan cagar budaya untuk kepentingan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertahankan kelestariannya. Tertuang dalam pasal 1 butir 33 UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Lebih jauh, dirinya memaparkan tentang aspek-aspek pelestarian cagar budaya sebagai sistem. “Pelestarian cagar budaya meliputi pelindungan, pemanfaatan, dan pengembangan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/