alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

 Alasan Pj Sekda Tak Ambil Honor TP2D

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Honor bagi Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso sudah dicairkan tahun kemarin. Senilai Rp 130 juta. Ternyata PJ Sekda Bondowoso Soekaryo justru tidak mau mengambilnya.

Besaran Honor TP2D Bondowoso tersebut berdasarkan dari APBD 2021 pagunya Rp 150 juta. Namun, yang terealisasi pencarian hanya Rp 130 juta. Nominal tersebut diperuntukkan antara lain belanja peralatan ATK, konsumsi rapat, dan jasa tenaga ahli. PJ Sekda Soekaryo yang masuk bagian TP2D sebagai pembina disebut-sebut tidak mengambil jatah honornya.

Hal itu pertama kali terungkap ketika Komisi III DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja dengan Bagian Administrasi Pembangunan dan Keuangan Setda Pemkab Bondowoso, beberapa bulan lalu. “Khusus Pak Pj Sekda tidak mau terima. Kalau honor untuk anggota lainnya sudah cair,” ujar Sutriyono, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pernyataan Sutriyono tersebut akhirnya ditegaskan oleh Soekaryo. Beberapa hari kemarin, ketika dirinya menghadiri rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bondowoso, dia menyebut bahwa sengaja tak mengambil honor TP2D. Soekaryo memilih tidak mengambil honor tersebut, mengikuti petunjuk Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Honor bagi Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso sudah dicairkan tahun kemarin. Senilai Rp 130 juta. Ternyata PJ Sekda Bondowoso Soekaryo justru tidak mau mengambilnya.

Besaran Honor TP2D Bondowoso tersebut berdasarkan dari APBD 2021 pagunya Rp 150 juta. Namun, yang terealisasi pencarian hanya Rp 130 juta. Nominal tersebut diperuntukkan antara lain belanja peralatan ATK, konsumsi rapat, dan jasa tenaga ahli. PJ Sekda Soekaryo yang masuk bagian TP2D sebagai pembina disebut-sebut tidak mengambil jatah honornya.

Hal itu pertama kali terungkap ketika Komisi III DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja dengan Bagian Administrasi Pembangunan dan Keuangan Setda Pemkab Bondowoso, beberapa bulan lalu. “Khusus Pak Pj Sekda tidak mau terima. Kalau honor untuk anggota lainnya sudah cair,” ujar Sutriyono, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso.

Pernyataan Sutriyono tersebut akhirnya ditegaskan oleh Soekaryo. Beberapa hari kemarin, ketika dirinya menghadiri rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bondowoso, dia menyebut bahwa sengaja tak mengambil honor TP2D. Soekaryo memilih tidak mengambil honor tersebut, mengikuti petunjuk Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

DABASAH, Radar Ijen – Honor bagi Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso sudah dicairkan tahun kemarin. Senilai Rp 130 juta. Ternyata PJ Sekda Bondowoso Soekaryo justru tidak mau mengambilnya.

Besaran Honor TP2D Bondowoso tersebut berdasarkan dari APBD 2021 pagunya Rp 150 juta. Namun, yang terealisasi pencarian hanya Rp 130 juta. Nominal tersebut diperuntukkan antara lain belanja peralatan ATK, konsumsi rapat, dan jasa tenaga ahli. PJ Sekda Soekaryo yang masuk bagian TP2D sebagai pembina disebut-sebut tidak mengambil jatah honornya.

Hal itu pertama kali terungkap ketika Komisi III DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja dengan Bagian Administrasi Pembangunan dan Keuangan Setda Pemkab Bondowoso, beberapa bulan lalu. “Khusus Pak Pj Sekda tidak mau terima. Kalau honor untuk anggota lainnya sudah cair,” ujar Sutriyono, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso.

Pernyataan Sutriyono tersebut akhirnya ditegaskan oleh Soekaryo. Beberapa hari kemarin, ketika dirinya menghadiri rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bondowoso, dia menyebut bahwa sengaja tak mengambil honor TP2D. Soekaryo memilih tidak mengambil honor tersebut, mengikuti petunjuk Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/