alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Siswa Nongkrong Bergerombol di Alun-Alun

Seharusnya Langsung Pulang, Tidak Berkerumun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banyak sekolah, khususnya sekolah menengah atas (SMA), memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sistem pemberlakuannya bergantian. Sebagiannya pembelajaran dalam jaringan. Namun nyatanya, kerumunan masih acapkali terjadi. Beberapa siswa tidak langsung pulang, melainkan nongkrong dulu.

Seperti di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin (9/3). Terlihat sejumlah siswa SMA tengah asyik nongkrong di warung kopi alun-alun. Mereka memesan minuman kepada pedagang, kemudian duduk secara bergerombol ditempat yang disediakan. Ironisnya, mereka masih menggunakan seragam sekolahnya.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah BondowosoSugiono Eksantoso mengatakan, pihaknya telah menegaskan kepada para kepala sekolah untuk memantau para siswa agar tidak bergerombol ditempat tertentu saat pulang sekolah. Siswa harus langsung pulang ketika pembelajaran selesai. Hal tersebut karena dinilai berisiko terhadap penyebaran Covid-19. “Jadi, siswa saat pulang diingatkan langsung pulang,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan petunjuk teknis, pelaksanaan PTM digelar tanpa adanya jam istirahat. Sehingga siswa datang kesekolah hanya berada dalam satu ruangan. Langsungpulang ketika pembelajaran selesai.

Berkaitan dengan adanya siswa yang masih nongkrong sepulang sekolah, Sugiono menilai hal itu merupakan peringatan bagi sekolah. Agar mereka memantau siswanya ketika berada di luar sekolah. Jadi, bukan hanya memantau siswa ketika berada di lingkungan sekolah. Hal tersebut demi keselamatan para siswa, serta mencegah terpapar Covid-19.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banyak sekolah, khususnya sekolah menengah atas (SMA), memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sistem pemberlakuannya bergantian. Sebagiannya pembelajaran dalam jaringan. Namun nyatanya, kerumunan masih acapkali terjadi. Beberapa siswa tidak langsung pulang, melainkan nongkrong dulu.

Seperti di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin (9/3). Terlihat sejumlah siswa SMA tengah asyik nongkrong di warung kopi alun-alun. Mereka memesan minuman kepada pedagang, kemudian duduk secara bergerombol ditempat yang disediakan. Ironisnya, mereka masih menggunakan seragam sekolahnya.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah BondowosoSugiono Eksantoso mengatakan, pihaknya telah menegaskan kepada para kepala sekolah untuk memantau para siswa agar tidak bergerombol ditempat tertentu saat pulang sekolah. Siswa harus langsung pulang ketika pembelajaran selesai. Hal tersebut karena dinilai berisiko terhadap penyebaran Covid-19. “Jadi, siswa saat pulang diingatkan langsung pulang,” terangnya.

Berdasarkan petunjuk teknis, pelaksanaan PTM digelar tanpa adanya jam istirahat. Sehingga siswa datang kesekolah hanya berada dalam satu ruangan. Langsungpulang ketika pembelajaran selesai.

Berkaitan dengan adanya siswa yang masih nongkrong sepulang sekolah, Sugiono menilai hal itu merupakan peringatan bagi sekolah. Agar mereka memantau siswanya ketika berada di luar sekolah. Jadi, bukan hanya memantau siswa ketika berada di lingkungan sekolah. Hal tersebut demi keselamatan para siswa, serta mencegah terpapar Covid-19.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banyak sekolah, khususnya sekolah menengah atas (SMA), memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sistem pemberlakuannya bergantian. Sebagiannya pembelajaran dalam jaringan. Namun nyatanya, kerumunan masih acapkali terjadi. Beberapa siswa tidak langsung pulang, melainkan nongkrong dulu.

Seperti di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin (9/3). Terlihat sejumlah siswa SMA tengah asyik nongkrong di warung kopi alun-alun. Mereka memesan minuman kepada pedagang, kemudian duduk secara bergerombol ditempat yang disediakan. Ironisnya, mereka masih menggunakan seragam sekolahnya.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah BondowosoSugiono Eksantoso mengatakan, pihaknya telah menegaskan kepada para kepala sekolah untuk memantau para siswa agar tidak bergerombol ditempat tertentu saat pulang sekolah. Siswa harus langsung pulang ketika pembelajaran selesai. Hal tersebut karena dinilai berisiko terhadap penyebaran Covid-19. “Jadi, siswa saat pulang diingatkan langsung pulang,” terangnya.

Berdasarkan petunjuk teknis, pelaksanaan PTM digelar tanpa adanya jam istirahat. Sehingga siswa datang kesekolah hanya berada dalam satu ruangan. Langsungpulang ketika pembelajaran selesai.

Berkaitan dengan adanya siswa yang masih nongkrong sepulang sekolah, Sugiono menilai hal itu merupakan peringatan bagi sekolah. Agar mereka memantau siswanya ketika berada di luar sekolah. Jadi, bukan hanya memantau siswa ketika berada di lingkungan sekolah. Hal tersebut demi keselamatan para siswa, serta mencegah terpapar Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/