alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Mangkrak, Resi Gudang Akan Dikelola Desa

Bakal Buat BUMDes untuk Kelola Gudang Kopi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya gedung sentra industri kopi terpadu yang berada di Desa/Kecamatan Sumberwringin mendapat respons cepat. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mulai melakukan tahapan.

Kemarin, Diskoperindag sudah mengundang beberapa pihak terkait. Seperti pihak kecamatan maupun perangkat desa. Mereka rembuk untuk mengembalikan pemanfaatan gudang kopi tersebut. “Kami menghimpun pelaku usaha kopi bersama pihak kecamatan untuk mengoordinasikan, adakah BUMDes yang bisa diajak kerja sama untuk mengelola gudang itu,” ujar Sigit Purnomo, Kepala Diskoperindag.

Sigit menyebut, tata kelola gudang kopi itu dulunya langsung berasal dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). “Untuk mengelola sistem resi gudang (SRG) harus dapat sertifikasi yang dikeluarkan Bappebti. Sedangkan untuk kelayakan sewa menggandeng KPKNL Jember,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia pun tak menampik, untuk mengembalikan pemanfaatan gudang sebagaimana mestinya memang memerlukan proses. Disinggung mengenai nantinya gudang sentra industri kopi itu bakal dimanfaatkan seperti apa, Sigit pun mengacu pada aturan awal dibangunnya gedung sentra industri tersebut. “Sekarang kami berusaha agar sentra itu dikelola BUMDes atau pelaku usaha yang mempunyai sertifikasi dari Bapeppti,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya gedung sentra industri kopi terpadu yang berada di Desa/Kecamatan Sumberwringin mendapat respons cepat. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mulai melakukan tahapan.

Kemarin, Diskoperindag sudah mengundang beberapa pihak terkait. Seperti pihak kecamatan maupun perangkat desa. Mereka rembuk untuk mengembalikan pemanfaatan gudang kopi tersebut. “Kami menghimpun pelaku usaha kopi bersama pihak kecamatan untuk mengoordinasikan, adakah BUMDes yang bisa diajak kerja sama untuk mengelola gudang itu,” ujar Sigit Purnomo, Kepala Diskoperindag.

Sigit menyebut, tata kelola gudang kopi itu dulunya langsung berasal dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). “Untuk mengelola sistem resi gudang (SRG) harus dapat sertifikasi yang dikeluarkan Bappebti. Sedangkan untuk kelayakan sewa menggandeng KPKNL Jember,” imbuhnya.

Dia pun tak menampik, untuk mengembalikan pemanfaatan gudang sebagaimana mestinya memang memerlukan proses. Disinggung mengenai nantinya gudang sentra industri kopi itu bakal dimanfaatkan seperti apa, Sigit pun mengacu pada aturan awal dibangunnya gedung sentra industri tersebut. “Sekarang kami berusaha agar sentra itu dikelola BUMDes atau pelaku usaha yang mempunyai sertifikasi dari Bapeppti,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya gedung sentra industri kopi terpadu yang berada di Desa/Kecamatan Sumberwringin mendapat respons cepat. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mulai melakukan tahapan.

Kemarin, Diskoperindag sudah mengundang beberapa pihak terkait. Seperti pihak kecamatan maupun perangkat desa. Mereka rembuk untuk mengembalikan pemanfaatan gudang kopi tersebut. “Kami menghimpun pelaku usaha kopi bersama pihak kecamatan untuk mengoordinasikan, adakah BUMDes yang bisa diajak kerja sama untuk mengelola gudang itu,” ujar Sigit Purnomo, Kepala Diskoperindag.

Sigit menyebut, tata kelola gudang kopi itu dulunya langsung berasal dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). “Untuk mengelola sistem resi gudang (SRG) harus dapat sertifikasi yang dikeluarkan Bappebti. Sedangkan untuk kelayakan sewa menggandeng KPKNL Jember,” imbuhnya.

Dia pun tak menampik, untuk mengembalikan pemanfaatan gudang sebagaimana mestinya memang memerlukan proses. Disinggung mengenai nantinya gudang sentra industri kopi itu bakal dimanfaatkan seperti apa, Sigit pun mengacu pada aturan awal dibangunnya gedung sentra industri tersebut. “Sekarang kami berusaha agar sentra itu dikelola BUMDes atau pelaku usaha yang mempunyai sertifikasi dari Bapeppti,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/