alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Kawah Ijen Masih Jadi Primadona, DIkunjungi Puluhan Ribu Orang Selama 2021

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketika mendengar kata blue fire, maka yang akan terlintas di pikiran masyarakat adalah salah satu wisata alam yang ada di perbatasan Bondowoso-Banyuwangi, yakni Kawah Ijen. Ternyata wisata tersebut masih menjadi primadona untuk dikunjungi oleh masyarakat umum di Indonesia. Hal itu terlihat berdasarkan jumlah kunjungan yang mencapai puluhan ribu selama satu tahun. Mengalahkan destinasi wisata lain yang juga ada di Bumi Ki Ronggo.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, secara keseluruhan selama satu tahun kunjungan wisata di Bondowoso mencapai 188 ribu lebih. Destinasi wisata alam Kawah Ijen masih menjadi destinasi paling banyak dikunjungi, dengan jumlah kunjungan mencapai 41 ribu lebih.

Sementara itu, untuk kategori destinasi wisata alam paling banyak nomor dua adalah Pemandangan Alam Arak-Arak. Selama satu tahun wisata tersebut dikunjungi sebanyak 8.656 orang. Disusul oleh Lava Basaltis Plalangan di posisi ketiga dengan jumlah kunjungan 8.507. Destinasi wisata Kawah Wurung (Kawu) berada di urutan keempat kunjungan terbanyak selama 2021, yakni dengan total 6.501 kunjungan. Kemudian, peringkat ke lima dengan 5.248 kunjungan ditempati wisata Kali Pait. Sementara itu, Batu So’on Solor berada di posisi keenam dengan 4.944 kunjungan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan data tersebut, seluruh pengunjung merupakan wisatawan lokal nusantara. Sementara, untuk wisatawan mancanegara selama 2021 nihil. Hal tersebut karena adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19. Jumlah total kunjungan memang tidak begitu signifikan, mengingat dalam beberapa waktu sejumlah destinasi wisata ditutup sementara. Seperti yang terjadi pada Juli hingga Agustus lalu, selama dua bulan nihil kunjungan pada seluruh destinasi wisata di Bondowoso.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso Arif Setyo Raharjo mengatakan, pembenahan dan penambahan infrastruktur destinasi wisata masih menjadi titik fokus bagi pihaknya. Bahkan, hal tersebut juga akan dilanjutkan pada tahun ini di sejumlah destinasi wisata yang ada. Hal tersebut ternyata juga berkaitan dengan persiapan Ijen Geopark.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketika mendengar kata blue fire, maka yang akan terlintas di pikiran masyarakat adalah salah satu wisata alam yang ada di perbatasan Bondowoso-Banyuwangi, yakni Kawah Ijen. Ternyata wisata tersebut masih menjadi primadona untuk dikunjungi oleh masyarakat umum di Indonesia. Hal itu terlihat berdasarkan jumlah kunjungan yang mencapai puluhan ribu selama satu tahun. Mengalahkan destinasi wisata lain yang juga ada di Bumi Ki Ronggo.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, secara keseluruhan selama satu tahun kunjungan wisata di Bondowoso mencapai 188 ribu lebih. Destinasi wisata alam Kawah Ijen masih menjadi destinasi paling banyak dikunjungi, dengan jumlah kunjungan mencapai 41 ribu lebih.

Sementara itu, untuk kategori destinasi wisata alam paling banyak nomor dua adalah Pemandangan Alam Arak-Arak. Selama satu tahun wisata tersebut dikunjungi sebanyak 8.656 orang. Disusul oleh Lava Basaltis Plalangan di posisi ketiga dengan jumlah kunjungan 8.507. Destinasi wisata Kawah Wurung (Kawu) berada di urutan keempat kunjungan terbanyak selama 2021, yakni dengan total 6.501 kunjungan. Kemudian, peringkat ke lima dengan 5.248 kunjungan ditempati wisata Kali Pait. Sementara itu, Batu So’on Solor berada di posisi keenam dengan 4.944 kunjungan.

Berdasarkan data tersebut, seluruh pengunjung merupakan wisatawan lokal nusantara. Sementara, untuk wisatawan mancanegara selama 2021 nihil. Hal tersebut karena adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19. Jumlah total kunjungan memang tidak begitu signifikan, mengingat dalam beberapa waktu sejumlah destinasi wisata ditutup sementara. Seperti yang terjadi pada Juli hingga Agustus lalu, selama dua bulan nihil kunjungan pada seluruh destinasi wisata di Bondowoso.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso Arif Setyo Raharjo mengatakan, pembenahan dan penambahan infrastruktur destinasi wisata masih menjadi titik fokus bagi pihaknya. Bahkan, hal tersebut juga akan dilanjutkan pada tahun ini di sejumlah destinasi wisata yang ada. Hal tersebut ternyata juga berkaitan dengan persiapan Ijen Geopark.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketika mendengar kata blue fire, maka yang akan terlintas di pikiran masyarakat adalah salah satu wisata alam yang ada di perbatasan Bondowoso-Banyuwangi, yakni Kawah Ijen. Ternyata wisata tersebut masih menjadi primadona untuk dikunjungi oleh masyarakat umum di Indonesia. Hal itu terlihat berdasarkan jumlah kunjungan yang mencapai puluhan ribu selama satu tahun. Mengalahkan destinasi wisata lain yang juga ada di Bumi Ki Ronggo.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, secara keseluruhan selama satu tahun kunjungan wisata di Bondowoso mencapai 188 ribu lebih. Destinasi wisata alam Kawah Ijen masih menjadi destinasi paling banyak dikunjungi, dengan jumlah kunjungan mencapai 41 ribu lebih.

Sementara itu, untuk kategori destinasi wisata alam paling banyak nomor dua adalah Pemandangan Alam Arak-Arak. Selama satu tahun wisata tersebut dikunjungi sebanyak 8.656 orang. Disusul oleh Lava Basaltis Plalangan di posisi ketiga dengan jumlah kunjungan 8.507. Destinasi wisata Kawah Wurung (Kawu) berada di urutan keempat kunjungan terbanyak selama 2021, yakni dengan total 6.501 kunjungan. Kemudian, peringkat ke lima dengan 5.248 kunjungan ditempati wisata Kali Pait. Sementara itu, Batu So’on Solor berada di posisi keenam dengan 4.944 kunjungan.

Berdasarkan data tersebut, seluruh pengunjung merupakan wisatawan lokal nusantara. Sementara, untuk wisatawan mancanegara selama 2021 nihil. Hal tersebut karena adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19. Jumlah total kunjungan memang tidak begitu signifikan, mengingat dalam beberapa waktu sejumlah destinasi wisata ditutup sementara. Seperti yang terjadi pada Juli hingga Agustus lalu, selama dua bulan nihil kunjungan pada seluruh destinasi wisata di Bondowoso.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso Arif Setyo Raharjo mengatakan, pembenahan dan penambahan infrastruktur destinasi wisata masih menjadi titik fokus bagi pihaknya. Bahkan, hal tersebut juga akan dilanjutkan pada tahun ini di sejumlah destinasi wisata yang ada. Hal tersebut ternyata juga berkaitan dengan persiapan Ijen Geopark.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/