alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Minyak Mulai Langka, Harga Minyak Goreng Curah Makin Naik

Warga Mengeluh Keuntungan Usaha Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga minyak goreng jenis curah di Kabupaten Bondowoso terus meroket. Berdasarkan hasil monitoring pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), tercatat harga minyak curah di Pasar Induk, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan berkisar antara Rp 17-18 ribu per kilogram. Bahkan, di Pasar Tamanan, harga minyak curah tembus hingga Rp 19 ribu per kilogram.

Sementara, berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, kemarin (7/11), harga minyak curah di Pasar Induk Bondowoso mencapai Rp 17.500 per kilogram. Harga yang sama juga terjadi di Pasar Wonosari. Sementara, di Pasar Prajekan harga minyak curah mencapai Rp 18 ribu. Kemudian, harga di Pasar Maesan lebih meroket lagi, yakni mencapai Rp 18.500 per kilogram.

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso Totok Hariyanto mengatakan, kenaikan minyak curah terjadi secara merata di semua pasar. Tidak hanya di Bondowoso, bahkan juga terjadi di hampir seluruh Indonesia. “Minggu ini minyak ini cenderung naik. Tapi, itu bukan hanya di Bondowoso. Secara umum seperti itu, hampir di semua itu sama,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Totok menyebut, kenaikan harga minyak curah cukup signifikan berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 3.000. Adapun harga minyak kemasan bermerek berkisar Rp 20 ribuan per liter. Walaupun pihaknya belum mengetahui harga eceran tertinggi (HET) minyak curah.

Selain itu, pihaknya juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga barang tersebut, meskipun sudah terus melakukan pemantauan. Dari hal itu, Totok mengutarakan bahwa Diskoperindag akan berkoordinasi dengan Bulog mengenai kemungkinan dilakukannya operasi pasar untuk mengendalikan harga. “Saya juga nggak tahu faktornya apa. Padahal kan minyak tidak sama dengan sembako yang lain. Cenderung stabil biasanya,” tegasnya.

Selama ini, minyak curah dikirim langsung oleh perusahaan ke masing-masing toko. Pihaknya akan terus melakukan monitoring di lapangan untuk mengetahui penyebab kenaikan tersebut. Meski minyak curah naik, namun beruntung harga komoditas lainnya cenderung stabil. “Bahan baku bisa jadi faktor utamanya,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga minyak goreng jenis curah di Kabupaten Bondowoso terus meroket. Berdasarkan hasil monitoring pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), tercatat harga minyak curah di Pasar Induk, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan berkisar antara Rp 17-18 ribu per kilogram. Bahkan, di Pasar Tamanan, harga minyak curah tembus hingga Rp 19 ribu per kilogram.

Sementara, berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, kemarin (7/11), harga minyak curah di Pasar Induk Bondowoso mencapai Rp 17.500 per kilogram. Harga yang sama juga terjadi di Pasar Wonosari. Sementara, di Pasar Prajekan harga minyak curah mencapai Rp 18 ribu. Kemudian, harga di Pasar Maesan lebih meroket lagi, yakni mencapai Rp 18.500 per kilogram.

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso Totok Hariyanto mengatakan, kenaikan minyak curah terjadi secara merata di semua pasar. Tidak hanya di Bondowoso, bahkan juga terjadi di hampir seluruh Indonesia. “Minggu ini minyak ini cenderung naik. Tapi, itu bukan hanya di Bondowoso. Secara umum seperti itu, hampir di semua itu sama,” katanya.

Totok menyebut, kenaikan harga minyak curah cukup signifikan berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 3.000. Adapun harga minyak kemasan bermerek berkisar Rp 20 ribuan per liter. Walaupun pihaknya belum mengetahui harga eceran tertinggi (HET) minyak curah.

Selain itu, pihaknya juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga barang tersebut, meskipun sudah terus melakukan pemantauan. Dari hal itu, Totok mengutarakan bahwa Diskoperindag akan berkoordinasi dengan Bulog mengenai kemungkinan dilakukannya operasi pasar untuk mengendalikan harga. “Saya juga nggak tahu faktornya apa. Padahal kan minyak tidak sama dengan sembako yang lain. Cenderung stabil biasanya,” tegasnya.

Selama ini, minyak curah dikirim langsung oleh perusahaan ke masing-masing toko. Pihaknya akan terus melakukan monitoring di lapangan untuk mengetahui penyebab kenaikan tersebut. Meski minyak curah naik, namun beruntung harga komoditas lainnya cenderung stabil. “Bahan baku bisa jadi faktor utamanya,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga minyak goreng jenis curah di Kabupaten Bondowoso terus meroket. Berdasarkan hasil monitoring pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), tercatat harga minyak curah di Pasar Induk, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan berkisar antara Rp 17-18 ribu per kilogram. Bahkan, di Pasar Tamanan, harga minyak curah tembus hingga Rp 19 ribu per kilogram.

Sementara, berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, kemarin (7/11), harga minyak curah di Pasar Induk Bondowoso mencapai Rp 17.500 per kilogram. Harga yang sama juga terjadi di Pasar Wonosari. Sementara, di Pasar Prajekan harga minyak curah mencapai Rp 18 ribu. Kemudian, harga di Pasar Maesan lebih meroket lagi, yakni mencapai Rp 18.500 per kilogram.

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso Totok Hariyanto mengatakan, kenaikan minyak curah terjadi secara merata di semua pasar. Tidak hanya di Bondowoso, bahkan juga terjadi di hampir seluruh Indonesia. “Minggu ini minyak ini cenderung naik. Tapi, itu bukan hanya di Bondowoso. Secara umum seperti itu, hampir di semua itu sama,” katanya.

Totok menyebut, kenaikan harga minyak curah cukup signifikan berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 3.000. Adapun harga minyak kemasan bermerek berkisar Rp 20 ribuan per liter. Walaupun pihaknya belum mengetahui harga eceran tertinggi (HET) minyak curah.

Selain itu, pihaknya juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga barang tersebut, meskipun sudah terus melakukan pemantauan. Dari hal itu, Totok mengutarakan bahwa Diskoperindag akan berkoordinasi dengan Bulog mengenai kemungkinan dilakukannya operasi pasar untuk mengendalikan harga. “Saya juga nggak tahu faktornya apa. Padahal kan minyak tidak sama dengan sembako yang lain. Cenderung stabil biasanya,” tegasnya.

Selama ini, minyak curah dikirim langsung oleh perusahaan ke masing-masing toko. Pihaknya akan terus melakukan monitoring di lapangan untuk mengetahui penyebab kenaikan tersebut. Meski minyak curah naik, namun beruntung harga komoditas lainnya cenderung stabil. “Bahan baku bisa jadi faktor utamanya,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/