alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Desa Patemon Juara Desa Tangguh Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Desa Patemon, Kecamatan Pakem, Bondowoso, berhasil meraih juara jenjang madya desa tangguh bencana (destana) tingkat Provinsi Jawa Timur 2021. Hal tersebut diketahui dalam ketika penyerahan penghargaan oleh Bupati Bondowoso kepada Kepala Desa (Kades) Patemon di pendapa bupati, kemarin.

Kalaksa BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan menyampaikan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi desa tangguh bencana. Di antaranya harus ada relawan bencana, peraturan desa lengkap dengan perencanaan penanganan bencana, serta melakukan pelatihan mitigasi dan pencegahan bencana.

Dadan juga menjelaskan, penilaian destana dilakukan langsung oleh BPBD provinsi bersama  beberapa instansi lainnya. Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), dan berbagai instansi pemerintah provinsi lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Desa yang rawan bencana kekeringan itu menjadi desa kedua yang ditetapkan sebagai desa tangguh bencana. Sebelumnya, Desa Banyuputih juga ditetapkan untuk mendapatkan penghargaan yang sama. Hal itu didapatkan setelah dinilai berhasil mengatasi kekeringan yang sering terjadi.

Sejauh ini, menurut Dadan, pihaknya sudah menggelar pelatihan mitigasi bencana di berbagai desa di Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran dari desa ke desa, utamanya yang memiliki tingkat kerawanan bencana. “Kita harus juga membentuk desa tangguh bencana lainnya. Karena memang desa adalah bagian terdepan yang langsung berhadapan dengan bencana,” tegasnya.

Dari kegiatan itu, ia berharap bisa mengurangi risiko bencana, sehingga korban jiwa akibat bencana itu bisa diminimalisasi atau bahkan nihil.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Desa Patemon, Kecamatan Pakem, Bondowoso, berhasil meraih juara jenjang madya desa tangguh bencana (destana) tingkat Provinsi Jawa Timur 2021. Hal tersebut diketahui dalam ketika penyerahan penghargaan oleh Bupati Bondowoso kepada Kepala Desa (Kades) Patemon di pendapa bupati, kemarin.

Kalaksa BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan menyampaikan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi desa tangguh bencana. Di antaranya harus ada relawan bencana, peraturan desa lengkap dengan perencanaan penanganan bencana, serta melakukan pelatihan mitigasi dan pencegahan bencana.

Dadan juga menjelaskan, penilaian destana dilakukan langsung oleh BPBD provinsi bersama  beberapa instansi lainnya. Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), dan berbagai instansi pemerintah provinsi lainnya.

Desa yang rawan bencana kekeringan itu menjadi desa kedua yang ditetapkan sebagai desa tangguh bencana. Sebelumnya, Desa Banyuputih juga ditetapkan untuk mendapatkan penghargaan yang sama. Hal itu didapatkan setelah dinilai berhasil mengatasi kekeringan yang sering terjadi.

Sejauh ini, menurut Dadan, pihaknya sudah menggelar pelatihan mitigasi bencana di berbagai desa di Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran dari desa ke desa, utamanya yang memiliki tingkat kerawanan bencana. “Kita harus juga membentuk desa tangguh bencana lainnya. Karena memang desa adalah bagian terdepan yang langsung berhadapan dengan bencana,” tegasnya.

Dari kegiatan itu, ia berharap bisa mengurangi risiko bencana, sehingga korban jiwa akibat bencana itu bisa diminimalisasi atau bahkan nihil.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Desa Patemon, Kecamatan Pakem, Bondowoso, berhasil meraih juara jenjang madya desa tangguh bencana (destana) tingkat Provinsi Jawa Timur 2021. Hal tersebut diketahui dalam ketika penyerahan penghargaan oleh Bupati Bondowoso kepada Kepala Desa (Kades) Patemon di pendapa bupati, kemarin.

Kalaksa BPBD Bondowoso Dadan Kurniawan menyampaikan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi desa tangguh bencana. Di antaranya harus ada relawan bencana, peraturan desa lengkap dengan perencanaan penanganan bencana, serta melakukan pelatihan mitigasi dan pencegahan bencana.

Dadan juga menjelaskan, penilaian destana dilakukan langsung oleh BPBD provinsi bersama  beberapa instansi lainnya. Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), dan berbagai instansi pemerintah provinsi lainnya.

Desa yang rawan bencana kekeringan itu menjadi desa kedua yang ditetapkan sebagai desa tangguh bencana. Sebelumnya, Desa Banyuputih juga ditetapkan untuk mendapatkan penghargaan yang sama. Hal itu didapatkan setelah dinilai berhasil mengatasi kekeringan yang sering terjadi.

Sejauh ini, menurut Dadan, pihaknya sudah menggelar pelatihan mitigasi bencana di berbagai desa di Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran dari desa ke desa, utamanya yang memiliki tingkat kerawanan bencana. “Kita harus juga membentuk desa tangguh bencana lainnya. Karena memang desa adalah bagian terdepan yang langsung berhadapan dengan bencana,” tegasnya.

Dari kegiatan itu, ia berharap bisa mengurangi risiko bencana, sehingga korban jiwa akibat bencana itu bisa diminimalisasi atau bahkan nihil.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/