alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Alasan Terpapar Korona, Terpidana Perzinahan Belum Ditahan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah seorang warga yang terjerat kasus perzinahan di Kabupaten Bondowoso, bernama Komariyah, dikabarkan menjadi terpidana. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan belum juga ditahan. Padahal dalam keputusan pengadilan sudah inkrah.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso, disebutkan bahwa putusan terhadap terpidana jatuh pada Senin (16/8) lalu. Dengan putusan pidana penjara waktu tertentu atau selama satu bulan.

Edi Prasetiyo, pelapor, mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Dia juga mengaku tak habis pikir mengapa terpidana sampai saat ini belum dihukum. “Setelah mantan istri saya divonis satu bulan oleh Pengadilan Negeri Bondowoso, mantan istri saya ini masih ada di rumah, di Desa Wringin,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, menurutnya, pada 27 Agustus lalu yang bersangkutan berpamitan kepada para tetangga yang ada di sekitar tempat tinggalnya, bahwa Komariyah akan pergi keluar kabupaten, tepatnya ke Madura. Dengan tujuan untuk memperdalam ilmu selama 41 hari. “Saya berharap mendapatkan keadilan. Saya minta agar mantan istri saya segera dihukum,” tegas Edi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Bondowoso Sarwito mengatakan, selama bertugas di Bondowoso pihaknya belum pernah menerima terpidana bernama Komariyah. “Setelah saya cek di data kami, nama tersebut tidak ada,” katanya melalui pesan singkat.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah seorang warga yang terjerat kasus perzinahan di Kabupaten Bondowoso, bernama Komariyah, dikabarkan menjadi terpidana. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan belum juga ditahan. Padahal dalam keputusan pengadilan sudah inkrah.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso, disebutkan bahwa putusan terhadap terpidana jatuh pada Senin (16/8) lalu. Dengan putusan pidana penjara waktu tertentu atau selama satu bulan.

Edi Prasetiyo, pelapor, mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Dia juga mengaku tak habis pikir mengapa terpidana sampai saat ini belum dihukum. “Setelah mantan istri saya divonis satu bulan oleh Pengadilan Negeri Bondowoso, mantan istri saya ini masih ada di rumah, di Desa Wringin,” katanya.

Bahkan, menurutnya, pada 27 Agustus lalu yang bersangkutan berpamitan kepada para tetangga yang ada di sekitar tempat tinggalnya, bahwa Komariyah akan pergi keluar kabupaten, tepatnya ke Madura. Dengan tujuan untuk memperdalam ilmu selama 41 hari. “Saya berharap mendapatkan keadilan. Saya minta agar mantan istri saya segera dihukum,” tegas Edi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Bondowoso Sarwito mengatakan, selama bertugas di Bondowoso pihaknya belum pernah menerima terpidana bernama Komariyah. “Setelah saya cek di data kami, nama tersebut tidak ada,” katanya melalui pesan singkat.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah seorang warga yang terjerat kasus perzinahan di Kabupaten Bondowoso, bernama Komariyah, dikabarkan menjadi terpidana. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan belum juga ditahan. Padahal dalam keputusan pengadilan sudah inkrah.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso, disebutkan bahwa putusan terhadap terpidana jatuh pada Senin (16/8) lalu. Dengan putusan pidana penjara waktu tertentu atau selama satu bulan.

Edi Prasetiyo, pelapor, mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Dia juga mengaku tak habis pikir mengapa terpidana sampai saat ini belum dihukum. “Setelah mantan istri saya divonis satu bulan oleh Pengadilan Negeri Bondowoso, mantan istri saya ini masih ada di rumah, di Desa Wringin,” katanya.

Bahkan, menurutnya, pada 27 Agustus lalu yang bersangkutan berpamitan kepada para tetangga yang ada di sekitar tempat tinggalnya, bahwa Komariyah akan pergi keluar kabupaten, tepatnya ke Madura. Dengan tujuan untuk memperdalam ilmu selama 41 hari. “Saya berharap mendapatkan keadilan. Saya minta agar mantan istri saya segera dihukum,” tegas Edi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Bondowoso Sarwito mengatakan, selama bertugas di Bondowoso pihaknya belum pernah menerima terpidana bernama Komariyah. “Setelah saya cek di data kami, nama tersebut tidak ada,” katanya melalui pesan singkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/