alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Realisasi Pembangunan Kecamatan Tamanan Belum Jelas

Alasannya Korona hingga Pemulihan Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Korona tetap saja menjadi alasan efektif tidak tercapainya program pembangunan daerah. Tak terkecuali pembangunan Kecamatan Tamanan sebagai second city Bondowoso. Walau sudah ada perencanaan desain pembangunannya, tapi tetap saja belum diketahui jelas kapan pekerjaannya.

BACA JUGA : Perketat Keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Lumajang

Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengungkapkan, anggaran difokuskan pada penanganan Covid-19. Karenanya, rencana Tamanan menjadi kota kedua masih belum terlaksana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Orang nomor dua di Bondowoso itu menyampaikan, molornya pembangunan Tamanan tak hanya sebagai second city. Melainkan juga merambat pada konsep pembangunan double way di Kecamatan Tamanan. “Keduanya, hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (8/8).

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, pembangunan Tamanan sebagai kota kedua setelah Bondowoso tetap akan dilakukan. Menurutnya, saat ini masih menunggu pemulihan ekonomi setelah diserang virus korona selama dua tahun terakhir. Oleh sebab tiu, proyeksi Tamanan sebagai kota kedua terkendala. “Insyaallah kalau sudah normal lagi akan segera digarap,” terangnya.

Terbukti, menurutnya saat ini bahan serta pemetaan lokasi sudah lengkap. Bahkan penambahan double way di wilayah Alun-Alun Tamanan itu sudah tersedia. Karena itu, titik fokus yang akan dilakukan adalah pemilihan ekonomi secara total. “Gambaran sudah ada. Bagus sebenarnya Tamanan, termasuk pembangunan double way di sana,” bebernya.

Tetapi, tambahnya, anggaran yang masih difokuskan pada korona menjadi penyebab utama pembangunan itu tertunda. Dirinya menegaskan, pembangunan itu akan tetap dilaksanakan meski belum diketahui ketentuan waktu dan tahunnya. Menurutnya, persoalan ekonomi menjadi paling utama untuk dipulihkan dan segera dilakukan pembangunan Taman sebagai kota kedua. (aln/c2/dwi)

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Korona tetap saja menjadi alasan efektif tidak tercapainya program pembangunan daerah. Tak terkecuali pembangunan Kecamatan Tamanan sebagai second city Bondowoso. Walau sudah ada perencanaan desain pembangunannya, tapi tetap saja belum diketahui jelas kapan pekerjaannya.

BACA JUGA : Perketat Keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Lumajang

Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengungkapkan, anggaran difokuskan pada penanganan Covid-19. Karenanya, rencana Tamanan menjadi kota kedua masih belum terlaksana.

Orang nomor dua di Bondowoso itu menyampaikan, molornya pembangunan Tamanan tak hanya sebagai second city. Melainkan juga merambat pada konsep pembangunan double way di Kecamatan Tamanan. “Keduanya, hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (8/8).

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, pembangunan Tamanan sebagai kota kedua setelah Bondowoso tetap akan dilakukan. Menurutnya, saat ini masih menunggu pemulihan ekonomi setelah diserang virus korona selama dua tahun terakhir. Oleh sebab tiu, proyeksi Tamanan sebagai kota kedua terkendala. “Insyaallah kalau sudah normal lagi akan segera digarap,” terangnya.

Terbukti, menurutnya saat ini bahan serta pemetaan lokasi sudah lengkap. Bahkan penambahan double way di wilayah Alun-Alun Tamanan itu sudah tersedia. Karena itu, titik fokus yang akan dilakukan adalah pemilihan ekonomi secara total. “Gambaran sudah ada. Bagus sebenarnya Tamanan, termasuk pembangunan double way di sana,” bebernya.

Tetapi, tambahnya, anggaran yang masih difokuskan pada korona menjadi penyebab utama pembangunan itu tertunda. Dirinya menegaskan, pembangunan itu akan tetap dilaksanakan meski belum diketahui ketentuan waktu dan tahunnya. Menurutnya, persoalan ekonomi menjadi paling utama untuk dipulihkan dan segera dilakukan pembangunan Taman sebagai kota kedua. (aln/c2/dwi)

BADEAN, Radar Ijen – Korona tetap saja menjadi alasan efektif tidak tercapainya program pembangunan daerah. Tak terkecuali pembangunan Kecamatan Tamanan sebagai second city Bondowoso. Walau sudah ada perencanaan desain pembangunannya, tapi tetap saja belum diketahui jelas kapan pekerjaannya.

BACA JUGA : Perketat Keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Lumajang

Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengungkapkan, anggaran difokuskan pada penanganan Covid-19. Karenanya, rencana Tamanan menjadi kota kedua masih belum terlaksana.

Orang nomor dua di Bondowoso itu menyampaikan, molornya pembangunan Tamanan tak hanya sebagai second city. Melainkan juga merambat pada konsep pembangunan double way di Kecamatan Tamanan. “Keduanya, hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (8/8).

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, pembangunan Tamanan sebagai kota kedua setelah Bondowoso tetap akan dilakukan. Menurutnya, saat ini masih menunggu pemulihan ekonomi setelah diserang virus korona selama dua tahun terakhir. Oleh sebab tiu, proyeksi Tamanan sebagai kota kedua terkendala. “Insyaallah kalau sudah normal lagi akan segera digarap,” terangnya.

Terbukti, menurutnya saat ini bahan serta pemetaan lokasi sudah lengkap. Bahkan penambahan double way di wilayah Alun-Alun Tamanan itu sudah tersedia. Karena itu, titik fokus yang akan dilakukan adalah pemilihan ekonomi secara total. “Gambaran sudah ada. Bagus sebenarnya Tamanan, termasuk pembangunan double way di sana,” bebernya.

Tetapi, tambahnya, anggaran yang masih difokuskan pada korona menjadi penyebab utama pembangunan itu tertunda. Dirinya menegaskan, pembangunan itu akan tetap dilaksanakan meski belum diketahui ketentuan waktu dan tahunnya. Menurutnya, persoalan ekonomi menjadi paling utama untuk dipulihkan dan segera dilakukan pembangunan Taman sebagai kota kedua. (aln/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/