alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pelapor Pemalu atau Takut? Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – KONI Bondowoso kini sedang diperbincangkan oleh insan olahraga. Bila KONI di daerah lain banyak membahas tentang prestasi dan evaluasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, KONI Kota Tape justru siap-siap dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Sayangnya, pelapor atas dugaan penyelewengan dana hibah KONI Bondowoso tersebut masih menutupi rahasianya. Padahal, mengakunya adalah insan olahraga, yang seharusnya punya jiwa menjunjung sportivitas.

Belakangan, beredar sebuah gambar yang memperlihatkan surat laporan yang dibuat oleh masyarakat Bondowoso terkait penggunaan dana hibah KONI, dan ada dugaan penyelewengan. Surat tersebut ditandatangani oleh Dr R, diberikan kepada kejaksaan pada 14 Juni lalu. Berdasarkan surat tersebut, dia menyebut KONI Bondowoso mendapatkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Klaim Hibah Cabor Sesuai Regulasi

Mobile_AP_Rectangle 2

Dana hibah yang diberikan kepada KONI Bondowoso tersebut, menurutnya, salah satu peruntukannya adalah pembinaan 26 cabor yang ada di Bumi Ki Ronggo. Dari anggaran itu, Rp 1 miliar di antaranya digunakan untuk pembinaan bagi atlet selama satu tahun. Kemudian, Rp 1,5 miliar sisanya digunakan untuk pembinaan selama Porprov.

Dari jumlah tersebut, Dr R menilai, seharusnya masing-masing cabor menerima sebesar Rp 57 juta lebih per tahun. Kemudian, jika dirata-rata, per bulan setiap cabor menerima Rp 4,8 juta lebih. “Tapi faktanya, cabor hanya menerima Rp 9 juta sampai Rp 10 juta per tahun. Sementara, sisanya diduga mengendap di KONI Bondowoso,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – KONI Bondowoso kini sedang diperbincangkan oleh insan olahraga. Bila KONI di daerah lain banyak membahas tentang prestasi dan evaluasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, KONI Kota Tape justru siap-siap dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Sayangnya, pelapor atas dugaan penyelewengan dana hibah KONI Bondowoso tersebut masih menutupi rahasianya. Padahal, mengakunya adalah insan olahraga, yang seharusnya punya jiwa menjunjung sportivitas.

Belakangan, beredar sebuah gambar yang memperlihatkan surat laporan yang dibuat oleh masyarakat Bondowoso terkait penggunaan dana hibah KONI, dan ada dugaan penyelewengan. Surat tersebut ditandatangani oleh Dr R, diberikan kepada kejaksaan pada 14 Juni lalu. Berdasarkan surat tersebut, dia menyebut KONI Bondowoso mendapatkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Klaim Hibah Cabor Sesuai Regulasi

Dana hibah yang diberikan kepada KONI Bondowoso tersebut, menurutnya, salah satu peruntukannya adalah pembinaan 26 cabor yang ada di Bumi Ki Ronggo. Dari anggaran itu, Rp 1 miliar di antaranya digunakan untuk pembinaan bagi atlet selama satu tahun. Kemudian, Rp 1,5 miliar sisanya digunakan untuk pembinaan selama Porprov.

Dari jumlah tersebut, Dr R menilai, seharusnya masing-masing cabor menerima sebesar Rp 57 juta lebih per tahun. Kemudian, jika dirata-rata, per bulan setiap cabor menerima Rp 4,8 juta lebih. “Tapi faktanya, cabor hanya menerima Rp 9 juta sampai Rp 10 juta per tahun. Sementara, sisanya diduga mengendap di KONI Bondowoso,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – KONI Bondowoso kini sedang diperbincangkan oleh insan olahraga. Bila KONI di daerah lain banyak membahas tentang prestasi dan evaluasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, KONI Kota Tape justru siap-siap dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Sayangnya, pelapor atas dugaan penyelewengan dana hibah KONI Bondowoso tersebut masih menutupi rahasianya. Padahal, mengakunya adalah insan olahraga, yang seharusnya punya jiwa menjunjung sportivitas.

Belakangan, beredar sebuah gambar yang memperlihatkan surat laporan yang dibuat oleh masyarakat Bondowoso terkait penggunaan dana hibah KONI, dan ada dugaan penyelewengan. Surat tersebut ditandatangani oleh Dr R, diberikan kepada kejaksaan pada 14 Juni lalu. Berdasarkan surat tersebut, dia menyebut KONI Bondowoso mendapatkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Klaim Hibah Cabor Sesuai Regulasi

Dana hibah yang diberikan kepada KONI Bondowoso tersebut, menurutnya, salah satu peruntukannya adalah pembinaan 26 cabor yang ada di Bumi Ki Ronggo. Dari anggaran itu, Rp 1 miliar di antaranya digunakan untuk pembinaan bagi atlet selama satu tahun. Kemudian, Rp 1,5 miliar sisanya digunakan untuk pembinaan selama Porprov.

Dari jumlah tersebut, Dr R menilai, seharusnya masing-masing cabor menerima sebesar Rp 57 juta lebih per tahun. Kemudian, jika dirata-rata, per bulan setiap cabor menerima Rp 4,8 juta lebih. “Tapi faktanya, cabor hanya menerima Rp 9 juta sampai Rp 10 juta per tahun. Sementara, sisanya diduga mengendap di KONI Bondowoso,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/