alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Klaim Hibah Cabor Sesuai Regulasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah munculnya pengaduan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana hibah cabor di tubuh KONI Bondowoso, akhirnya pihak KONI buka suara. Mereka menganggap semua anggaran yang didapatkan sudah sesuai dengan peruntukannya.

Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat surat aduan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dilakukan oleh Dr R, yang mengaku sebagai pemerhati olahraga di Kota Tape. Atas aduan tersebut, pihak kejaksaan sudah meminta klarifikasi terhadap sejumlah ketua cabor. Termasuk beberapa perwakilan pengurus KONI setempat.

Huzaeni Effendi, Wakil Ketua I KONI Bondowoso, membenarkan bahwa pada tahun ini pihaknya mendapatkan dana hibah sebanyak Rp 2,5 miliar. Dari dana tersebut, Rp 1,5 miliar di antaranya diberikan kepada 26 cabor yang mengikuti Porprov, beberapa waktu lalu. Kemudian, Rp 1 miliar sisanya digunakan untuk uang pembinaan cabor sebelum dan pasca-Porprov, kegiatan KONI, termasuk bonus bagi para atlet yang berhasil membawa pulang medali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, menurutnya, dana Rp 1 miliar tersebut tidak dapat dibagi secara merata kepada sejumlah cabor yang ada. Melainkan harus menyesuaikan dengan beberapa pertimbangan di dalamnya. Seperti besaran cabor, program, dan prestasi cabor. “Di KONI sini tidak ada yang namanya potongan-potongan dari dulu,” tegasnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Husen itu juga menegaskan, tidak ada istilah pembagian dana hibah kepada cabor dilakukan setiap bulan sebagaimana pengaduan yang dilayangkan kepada kejaksaan. Melainkan, dana hibah yang akan diberikan harus menyesuaikan dengan program yang akan dilaksanakan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah munculnya pengaduan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana hibah cabor di tubuh KONI Bondowoso, akhirnya pihak KONI buka suara. Mereka menganggap semua anggaran yang didapatkan sudah sesuai dengan peruntukannya.

Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat surat aduan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dilakukan oleh Dr R, yang mengaku sebagai pemerhati olahraga di Kota Tape. Atas aduan tersebut, pihak kejaksaan sudah meminta klarifikasi terhadap sejumlah ketua cabor. Termasuk beberapa perwakilan pengurus KONI setempat.

Huzaeni Effendi, Wakil Ketua I KONI Bondowoso, membenarkan bahwa pada tahun ini pihaknya mendapatkan dana hibah sebanyak Rp 2,5 miliar. Dari dana tersebut, Rp 1,5 miliar di antaranya diberikan kepada 26 cabor yang mengikuti Porprov, beberapa waktu lalu. Kemudian, Rp 1 miliar sisanya digunakan untuk uang pembinaan cabor sebelum dan pasca-Porprov, kegiatan KONI, termasuk bonus bagi para atlet yang berhasil membawa pulang medali.

Meski demikian, menurutnya, dana Rp 1 miliar tersebut tidak dapat dibagi secara merata kepada sejumlah cabor yang ada. Melainkan harus menyesuaikan dengan beberapa pertimbangan di dalamnya. Seperti besaran cabor, program, dan prestasi cabor. “Di KONI sini tidak ada yang namanya potongan-potongan dari dulu,” tegasnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Husen itu juga menegaskan, tidak ada istilah pembagian dana hibah kepada cabor dilakukan setiap bulan sebagaimana pengaduan yang dilayangkan kepada kejaksaan. Melainkan, dana hibah yang akan diberikan harus menyesuaikan dengan program yang akan dilaksanakan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah munculnya pengaduan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana hibah cabor di tubuh KONI Bondowoso, akhirnya pihak KONI buka suara. Mereka menganggap semua anggaran yang didapatkan sudah sesuai dengan peruntukannya.

Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat surat aduan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dilakukan oleh Dr R, yang mengaku sebagai pemerhati olahraga di Kota Tape. Atas aduan tersebut, pihak kejaksaan sudah meminta klarifikasi terhadap sejumlah ketua cabor. Termasuk beberapa perwakilan pengurus KONI setempat.

Huzaeni Effendi, Wakil Ketua I KONI Bondowoso, membenarkan bahwa pada tahun ini pihaknya mendapatkan dana hibah sebanyak Rp 2,5 miliar. Dari dana tersebut, Rp 1,5 miliar di antaranya diberikan kepada 26 cabor yang mengikuti Porprov, beberapa waktu lalu. Kemudian, Rp 1 miliar sisanya digunakan untuk uang pembinaan cabor sebelum dan pasca-Porprov, kegiatan KONI, termasuk bonus bagi para atlet yang berhasil membawa pulang medali.

Meski demikian, menurutnya, dana Rp 1 miliar tersebut tidak dapat dibagi secara merata kepada sejumlah cabor yang ada. Melainkan harus menyesuaikan dengan beberapa pertimbangan di dalamnya. Seperti besaran cabor, program, dan prestasi cabor. “Di KONI sini tidak ada yang namanya potongan-potongan dari dulu,” tegasnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Husen itu juga menegaskan, tidak ada istilah pembagian dana hibah kepada cabor dilakukan setiap bulan sebagaimana pengaduan yang dilayangkan kepada kejaksaan. Melainkan, dana hibah yang akan diberikan harus menyesuaikan dengan program yang akan dilaksanakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/