alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Tetap Beroperasi meski Tanpa Transportasi

Terminal Sepi, PO Pilih Kandangkan Armada

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –PPKM darurat mulai memberikan imbas ke berbagai sektor. Salah satunya transportasi. Di Terminal Bondowoso misalnya. Meski masih tetap beroperasi seperti biasanya, ternyata perusahaan otobus yang biasanya beroperasi malah banyak yang memilih mengandangkan armadanya. Penyebabnya, jumlah penumpang yang naik dari terminal itu sangat berkurang. Bahkan hampir tidak ada.

Sebelum PPKM darurat, biasanya setiap hari pasti ada bus yang parkir di tempat itu. Selama diterapkan, beberapa waktu lalu, akhirnya banyak bus yang memilih tidak beroperasi. Bus tersebut bukan hanya yang melayani trayek jauh seperti Bondowoso hingga Madura. Namun, untuk trayek dekat seperti Bondowoso-Jember, Bondowoso-Situbondo ataupun sebaliknya, juga banyak yang tidak beroperasi. “Kalau terminal tetap buka, pelayanan tetap 24 jam. Cuma busnya nggak jalan karena faktor penumpang,” ungkap Kasatgas Regu C Terminal Bondowoso Rudi Hartono.

Menurut dia, jumlah penumpang saat PPKM darurat sangat jarang. Hal tersebut ditengarai karena banyak masyarakat yang takut serta banyak masyarakat yang sudah patuh atas anjuran pemerintah untuk membatasi mobilitasnya. Hal tersebut diharapkan bisa membuat penularan Covid-19 menurun di Bondowoso, sehingga aktivitas bisa segera normal seperti biasanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Biasanya jam 10.00 penumpang di ruang tunggu itu banyak. Biasanya banyak orang telepon, banyak orang tanya. Sekarang masih nggak ada ini,” jelasnya.

Pada hari-hari sebelumnya, jumlah bus yang beroperasi setiap harinya semakin sore biasanya semakin berkurang. Apalagi di tengah pelaksanaan PPKM ini. Bisa dipastikan ketika sudah sore sampai malam, tidak ada aktivitas bus di terminal. Walaupun untuk pelayanannya masih dibuka seperti biasanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –PPKM darurat mulai memberikan imbas ke berbagai sektor. Salah satunya transportasi. Di Terminal Bondowoso misalnya. Meski masih tetap beroperasi seperti biasanya, ternyata perusahaan otobus yang biasanya beroperasi malah banyak yang memilih mengandangkan armadanya. Penyebabnya, jumlah penumpang yang naik dari terminal itu sangat berkurang. Bahkan hampir tidak ada.

Sebelum PPKM darurat, biasanya setiap hari pasti ada bus yang parkir di tempat itu. Selama diterapkan, beberapa waktu lalu, akhirnya banyak bus yang memilih tidak beroperasi. Bus tersebut bukan hanya yang melayani trayek jauh seperti Bondowoso hingga Madura. Namun, untuk trayek dekat seperti Bondowoso-Jember, Bondowoso-Situbondo ataupun sebaliknya, juga banyak yang tidak beroperasi. “Kalau terminal tetap buka, pelayanan tetap 24 jam. Cuma busnya nggak jalan karena faktor penumpang,” ungkap Kasatgas Regu C Terminal Bondowoso Rudi Hartono.

Menurut dia, jumlah penumpang saat PPKM darurat sangat jarang. Hal tersebut ditengarai karena banyak masyarakat yang takut serta banyak masyarakat yang sudah patuh atas anjuran pemerintah untuk membatasi mobilitasnya. Hal tersebut diharapkan bisa membuat penularan Covid-19 menurun di Bondowoso, sehingga aktivitas bisa segera normal seperti biasanya.

“Biasanya jam 10.00 penumpang di ruang tunggu itu banyak. Biasanya banyak orang telepon, banyak orang tanya. Sekarang masih nggak ada ini,” jelasnya.

Pada hari-hari sebelumnya, jumlah bus yang beroperasi setiap harinya semakin sore biasanya semakin berkurang. Apalagi di tengah pelaksanaan PPKM ini. Bisa dipastikan ketika sudah sore sampai malam, tidak ada aktivitas bus di terminal. Walaupun untuk pelayanannya masih dibuka seperti biasanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –PPKM darurat mulai memberikan imbas ke berbagai sektor. Salah satunya transportasi. Di Terminal Bondowoso misalnya. Meski masih tetap beroperasi seperti biasanya, ternyata perusahaan otobus yang biasanya beroperasi malah banyak yang memilih mengandangkan armadanya. Penyebabnya, jumlah penumpang yang naik dari terminal itu sangat berkurang. Bahkan hampir tidak ada.

Sebelum PPKM darurat, biasanya setiap hari pasti ada bus yang parkir di tempat itu. Selama diterapkan, beberapa waktu lalu, akhirnya banyak bus yang memilih tidak beroperasi. Bus tersebut bukan hanya yang melayani trayek jauh seperti Bondowoso hingga Madura. Namun, untuk trayek dekat seperti Bondowoso-Jember, Bondowoso-Situbondo ataupun sebaliknya, juga banyak yang tidak beroperasi. “Kalau terminal tetap buka, pelayanan tetap 24 jam. Cuma busnya nggak jalan karena faktor penumpang,” ungkap Kasatgas Regu C Terminal Bondowoso Rudi Hartono.

Menurut dia, jumlah penumpang saat PPKM darurat sangat jarang. Hal tersebut ditengarai karena banyak masyarakat yang takut serta banyak masyarakat yang sudah patuh atas anjuran pemerintah untuk membatasi mobilitasnya. Hal tersebut diharapkan bisa membuat penularan Covid-19 menurun di Bondowoso, sehingga aktivitas bisa segera normal seperti biasanya.

“Biasanya jam 10.00 penumpang di ruang tunggu itu banyak. Biasanya banyak orang telepon, banyak orang tanya. Sekarang masih nggak ada ini,” jelasnya.

Pada hari-hari sebelumnya, jumlah bus yang beroperasi setiap harinya semakin sore biasanya semakin berkurang. Apalagi di tengah pelaksanaan PPKM ini. Bisa dipastikan ketika sudah sore sampai malam, tidak ada aktivitas bus di terminal. Walaupun untuk pelayanannya masih dibuka seperti biasanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/