alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pelaksanaan PTM Masih Tunggu Kondisi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Bondowoso yang direncanakan akan dilakukan pada 12 Juli mendatang, agaknya masih ditunda dan menunggu perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Apalagi saat ini di tengah pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di wilayah Jawa-Bali. Hal tersebut membuat pelaksanaan PTM masih belum bisa diputuskan. Bahkan terancam gagal.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin mengatakan, jika penyebaran Covid-19 di Bondowoso menurun, maka tidak menutup kemungkinan PTM bisa dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya. “Kalau mereda, kemungkinan bisa tatap muka,” jelasnya, ketika dikonfirmasi setelah melantik pejabat sebagai pengawas dan kepala sekolah, kemarin (8/7).

Begitupun sebaliknya. Jika kondisi atau tren penyebarannya masih meningkat, maka pembelajaran harus kembali dilakukan secara daring. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi penyebaran di lembaga sekolah. Serta untuk mencegah terjadinya klaster baru dari sekolah. Baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, pihaknya juga melantik 113 pegawai negeri sipil (PNS) sebagai pengawas dan kepala sekolah di seluruh wilayah Bondowoso, untuk UPTD sekolah pendidikan formal SD dan SMP. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran baru mendatang. “Karena banyak yang kosong, sehingga sangat mendesak sekali untuk tahun ajaran baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah Yulianti menyampaikan, menyikapi meningkatnya kembali kasus Covid-19 di Bondowoso, pihaknya sudah mengambil kebijakan untuk menghentikan proses pembelajaran tatap muka sampai kondisinya kembali membaik. Selain itu, untuk melaksanakan PTM kembali, kondisinya harus dipastikan mwmungkinkan dan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya, pembelajaran tatap muka akan dimulai awal tahun ajaran baru mendatang. Tapi, karena kondisi Covid-19 belum menurun hingga saat ini, maka pihaknya tidak akan melaksanakan PTM seperti yang direncanakan sebelumnya. “Pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara daring,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Bondowoso yang direncanakan akan dilakukan pada 12 Juli mendatang, agaknya masih ditunda dan menunggu perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Apalagi saat ini di tengah pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di wilayah Jawa-Bali. Hal tersebut membuat pelaksanaan PTM masih belum bisa diputuskan. Bahkan terancam gagal.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin mengatakan, jika penyebaran Covid-19 di Bondowoso menurun, maka tidak menutup kemungkinan PTM bisa dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya. “Kalau mereda, kemungkinan bisa tatap muka,” jelasnya, ketika dikonfirmasi setelah melantik pejabat sebagai pengawas dan kepala sekolah, kemarin (8/7).

Begitupun sebaliknya. Jika kondisi atau tren penyebarannya masih meningkat, maka pembelajaran harus kembali dilakukan secara daring. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi penyebaran di lembaga sekolah. Serta untuk mencegah terjadinya klaster baru dari sekolah. Baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Sebelumnya, pihaknya juga melantik 113 pegawai negeri sipil (PNS) sebagai pengawas dan kepala sekolah di seluruh wilayah Bondowoso, untuk UPTD sekolah pendidikan formal SD dan SMP. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran baru mendatang. “Karena banyak yang kosong, sehingga sangat mendesak sekali untuk tahun ajaran baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah Yulianti menyampaikan, menyikapi meningkatnya kembali kasus Covid-19 di Bondowoso, pihaknya sudah mengambil kebijakan untuk menghentikan proses pembelajaran tatap muka sampai kondisinya kembali membaik. Selain itu, untuk melaksanakan PTM kembali, kondisinya harus dipastikan mwmungkinkan dan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya, pembelajaran tatap muka akan dimulai awal tahun ajaran baru mendatang. Tapi, karena kondisi Covid-19 belum menurun hingga saat ini, maka pihaknya tidak akan melaksanakan PTM seperti yang direncanakan sebelumnya. “Pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara daring,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Bondowoso yang direncanakan akan dilakukan pada 12 Juli mendatang, agaknya masih ditunda dan menunggu perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Apalagi saat ini di tengah pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di wilayah Jawa-Bali. Hal tersebut membuat pelaksanaan PTM masih belum bisa diputuskan. Bahkan terancam gagal.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin mengatakan, jika penyebaran Covid-19 di Bondowoso menurun, maka tidak menutup kemungkinan PTM bisa dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya. “Kalau mereda, kemungkinan bisa tatap muka,” jelasnya, ketika dikonfirmasi setelah melantik pejabat sebagai pengawas dan kepala sekolah, kemarin (8/7).

Begitupun sebaliknya. Jika kondisi atau tren penyebarannya masih meningkat, maka pembelajaran harus kembali dilakukan secara daring. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi penyebaran di lembaga sekolah. Serta untuk mencegah terjadinya klaster baru dari sekolah. Baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Sebelumnya, pihaknya juga melantik 113 pegawai negeri sipil (PNS) sebagai pengawas dan kepala sekolah di seluruh wilayah Bondowoso, untuk UPTD sekolah pendidikan formal SD dan SMP. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran baru mendatang. “Karena banyak yang kosong, sehingga sangat mendesak sekali untuk tahun ajaran baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah Yulianti menyampaikan, menyikapi meningkatnya kembali kasus Covid-19 di Bondowoso, pihaknya sudah mengambil kebijakan untuk menghentikan proses pembelajaran tatap muka sampai kondisinya kembali membaik. Selain itu, untuk melaksanakan PTM kembali, kondisinya harus dipastikan mwmungkinkan dan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya, pembelajaran tatap muka akan dimulai awal tahun ajaran baru mendatang. Tapi, karena kondisi Covid-19 belum menurun hingga saat ini, maka pihaknya tidak akan melaksanakan PTM seperti yang direncanakan sebelumnya. “Pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara daring,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/