alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Honor PPPK di Bondowoso Belum Juga Diterima

Sebutan pahlawan tanpa tanda jasa itu melekat pada guru. Sebab, senantiasa mendidik untuk mencerdaskan anak bangsa. Walau ada kebijakan indah seleksi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun kemarin yang dapat menyejahterakan guru honorer, tapi realitasnya di Bondowoso tidak seindah di negeri dongeng. Mengapa?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan guru yang dinyatakan lolos seleksi PPPK di Bondowoso harus rela menerima kenyataan pahit. Honor yang seharusnya didapatkan belum dapat diterima. Pasalnya, SK untuk mereka hingga 7 Juni kemarin belum diterbitkan.

BACA JUGA : Cegah Konvoi Kelulusan Sekolah, Siagakan Guru di Perempatan Jalan

Guru PPPK juga mengelus dadanya, untuk selalu kerja ikhlas, kerja gotong-royong. Padahal anggaran untuk honor guru PPPK yang dibebankan Pemkab Bondowoso sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Forum Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK21) Bondowoso Jufri menyayangkan lambatnya penerbitan SK untuk para PPPK. Hal itu berimbas juga pada honor yang seharusnya mereka dapatkan. Padahal, menurutnya, kabupaten/kota lain sudah ada yang menerima honor. “Setelah saya konfirmasi lewat WhatsApp, selalu katanya tunggu,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Ternyata untuk bisa mendapatkan honor, selain SK pengangkatan sebagai salah satu syaratnya, mereka juga sedang menunggu surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Sebab, biasanya setelah adanya surat tersebut, maka PPPK akan mulai menjalani tugasnya masing-masing. Kemudian, baru honornya bisa dapat dicairkan. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku masih terus menunggu penerbitan dua surat tersebut. “Masih belum pasti sekarang. Karena masih digantung nasibnya,” bebernya.

Jufri juga mengaku khawatir jika SK dan SPTM belum kunjung dikeluarkan pada bulan Juni ini. Sebab, guru PPPK sudah melakukan pengabdian berdasarkan

Jupri pun kembali mempertanyakan ke mana anggaran dari bulan Februari hingga saat Juni. Mengingat, semua anggarannya sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu. “Yang dikhawatirkan terus molor dan molor. Padahal anggarannya sudah jelas,” imbuhnya.

Selain itu, Jufri juga mengutarakan, terdapat 565 guru yang dinyatakan lolos PPPK tahap satu. Kemudian, pada tahap kedua terdapat 493 pendaftar, tapi satu orang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Akhirnya yang diterima hanya 492 orang.

Dikonfirmasi terpisah, mengenai kepastian dikeluarkannya SK untuk guru yang dinyatakan lolos PPPK, baik tahap satu maupun dua, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso M Asnawi Sabil mengatakan, hal tersebut akan segera dilakukan. Meski demikian, pihaknya tak menyebut secara pasti waktunya.

Sabil juga tidak banyak berkomentar. Hanya mengatakan bahwa sudah ada jadwal untuk mengeluarkan dan memberikan SK. “Sudah dijadwalkan,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan guru yang dinyatakan lolos seleksi PPPK di Bondowoso harus rela menerima kenyataan pahit. Honor yang seharusnya didapatkan belum dapat diterima. Pasalnya, SK untuk mereka hingga 7 Juni kemarin belum diterbitkan.

BACA JUGA : Cegah Konvoi Kelulusan Sekolah, Siagakan Guru di Perempatan Jalan

Guru PPPK juga mengelus dadanya, untuk selalu kerja ikhlas, kerja gotong-royong. Padahal anggaran untuk honor guru PPPK yang dibebankan Pemkab Bondowoso sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya.

Ketua Forum Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK21) Bondowoso Jufri menyayangkan lambatnya penerbitan SK untuk para PPPK. Hal itu berimbas juga pada honor yang seharusnya mereka dapatkan. Padahal, menurutnya, kabupaten/kota lain sudah ada yang menerima honor. “Setelah saya konfirmasi lewat WhatsApp, selalu katanya tunggu,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Ternyata untuk bisa mendapatkan honor, selain SK pengangkatan sebagai salah satu syaratnya, mereka juga sedang menunggu surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Sebab, biasanya setelah adanya surat tersebut, maka PPPK akan mulai menjalani tugasnya masing-masing. Kemudian, baru honornya bisa dapat dicairkan. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku masih terus menunggu penerbitan dua surat tersebut. “Masih belum pasti sekarang. Karena masih digantung nasibnya,” bebernya.

Jufri juga mengaku khawatir jika SK dan SPTM belum kunjung dikeluarkan pada bulan Juni ini. Sebab, guru PPPK sudah melakukan pengabdian berdasarkan

Jupri pun kembali mempertanyakan ke mana anggaran dari bulan Februari hingga saat Juni. Mengingat, semua anggarannya sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu. “Yang dikhawatirkan terus molor dan molor. Padahal anggarannya sudah jelas,” imbuhnya.

Selain itu, Jufri juga mengutarakan, terdapat 565 guru yang dinyatakan lolos PPPK tahap satu. Kemudian, pada tahap kedua terdapat 493 pendaftar, tapi satu orang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Akhirnya yang diterima hanya 492 orang.

Dikonfirmasi terpisah, mengenai kepastian dikeluarkannya SK untuk guru yang dinyatakan lolos PPPK, baik tahap satu maupun dua, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso M Asnawi Sabil mengatakan, hal tersebut akan segera dilakukan. Meski demikian, pihaknya tak menyebut secara pasti waktunya.

Sabil juga tidak banyak berkomentar. Hanya mengatakan bahwa sudah ada jadwal untuk mengeluarkan dan memberikan SK. “Sudah dijadwalkan,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan guru yang dinyatakan lolos seleksi PPPK di Bondowoso harus rela menerima kenyataan pahit. Honor yang seharusnya didapatkan belum dapat diterima. Pasalnya, SK untuk mereka hingga 7 Juni kemarin belum diterbitkan.

BACA JUGA : Cegah Konvoi Kelulusan Sekolah, Siagakan Guru di Perempatan Jalan

Guru PPPK juga mengelus dadanya, untuk selalu kerja ikhlas, kerja gotong-royong. Padahal anggaran untuk honor guru PPPK yang dibebankan Pemkab Bondowoso sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya.

Ketua Forum Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK21) Bondowoso Jufri menyayangkan lambatnya penerbitan SK untuk para PPPK. Hal itu berimbas juga pada honor yang seharusnya mereka dapatkan. Padahal, menurutnya, kabupaten/kota lain sudah ada yang menerima honor. “Setelah saya konfirmasi lewat WhatsApp, selalu katanya tunggu,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Ternyata untuk bisa mendapatkan honor, selain SK pengangkatan sebagai salah satu syaratnya, mereka juga sedang menunggu surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Sebab, biasanya setelah adanya surat tersebut, maka PPPK akan mulai menjalani tugasnya masing-masing. Kemudian, baru honornya bisa dapat dicairkan. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku masih terus menunggu penerbitan dua surat tersebut. “Masih belum pasti sekarang. Karena masih digantung nasibnya,” bebernya.

Jufri juga mengaku khawatir jika SK dan SPTM belum kunjung dikeluarkan pada bulan Juni ini. Sebab, guru PPPK sudah melakukan pengabdian berdasarkan

Jupri pun kembali mempertanyakan ke mana anggaran dari bulan Februari hingga saat Juni. Mengingat, semua anggarannya sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu. “Yang dikhawatirkan terus molor dan molor. Padahal anggarannya sudah jelas,” imbuhnya.

Selain itu, Jufri juga mengutarakan, terdapat 565 guru yang dinyatakan lolos PPPK tahap satu. Kemudian, pada tahap kedua terdapat 493 pendaftar, tapi satu orang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Akhirnya yang diterima hanya 492 orang.

Dikonfirmasi terpisah, mengenai kepastian dikeluarkannya SK untuk guru yang dinyatakan lolos PPPK, baik tahap satu maupun dua, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso M Asnawi Sabil mengatakan, hal tersebut akan segera dilakukan. Meski demikian, pihaknya tak menyebut secara pasti waktunya.

Sabil juga tidak banyak berkomentar. Hanya mengatakan bahwa sudah ada jadwal untuk mengeluarkan dan memberikan SK. “Sudah dijadwalkan,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/