alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tak Bebani Atlet Target Tinggi

Terkendala Atlet di Kelas Berat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Atlet taekwondo Bondowoso dipastikan siap terjun dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun 2022 mendatang. Terlebih, Bondowoso merupakan salah satu tuan rumah ajang dua tahunan tersebut, selain Jember, Situbondo, dan Lumajang.

Bondowoso akan menjadi tuan rumah untuk cabor taekwondo. Meski berstatus tuan rumah, atlet taekwondo Bondowoso tak diberikan target terlalu tinggi untuk mendulang medali nantinya. Menurut Paginyoto, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Bondowoso, atletnya akan turun di kelas tarung dan seni.

“Kami terus melakukan persiapan. Namun, kami juga realistis dengan target. Kami juga tak ingin memberikan beban target tinggi kepada anak-anak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tetapi, tim pelatih tetap memberikan standar minimal perolehan medali. “Target kami minimal harus dapat tiga medali. Terutama harus dapat medali perak. Kalau untuk emas, kami tetap optimistis, tapi melihat kekuatan calon lawan kota/kabupaten lainnya juga bagus-bagus dan pengalaman,” bebernya.

Rencananya, atlet yang sudah disiapkan untuk turun di Porprov 2022 mendatang sekitar 12-15 atlet. “Tapi, sekarang kami terkendala atlet di kelas berat. Di Bondowoso jarang ada atlet yang bermain di kelas berat. Masih terkendala di berat badan. Sebab, kelas berat itu di atas 70 kilogram dan maksimal berusia 21 tahun,” jelas dia.

Disinggung mengenai regenerasi atlet, menurut Paginyoto, perkembangan regenerasi taekwondoin Bondowoso mulai cukup bagus. “Sekarang mulai banyak atlet usia dini yang ikut latihan rutin,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Atlet taekwondo Bondowoso dipastikan siap terjun dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun 2022 mendatang. Terlebih, Bondowoso merupakan salah satu tuan rumah ajang dua tahunan tersebut, selain Jember, Situbondo, dan Lumajang.

Bondowoso akan menjadi tuan rumah untuk cabor taekwondo. Meski berstatus tuan rumah, atlet taekwondo Bondowoso tak diberikan target terlalu tinggi untuk mendulang medali nantinya. Menurut Paginyoto, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Bondowoso, atletnya akan turun di kelas tarung dan seni.

“Kami terus melakukan persiapan. Namun, kami juga realistis dengan target. Kami juga tak ingin memberikan beban target tinggi kepada anak-anak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Tetapi, tim pelatih tetap memberikan standar minimal perolehan medali. “Target kami minimal harus dapat tiga medali. Terutama harus dapat medali perak. Kalau untuk emas, kami tetap optimistis, tapi melihat kekuatan calon lawan kota/kabupaten lainnya juga bagus-bagus dan pengalaman,” bebernya.

Rencananya, atlet yang sudah disiapkan untuk turun di Porprov 2022 mendatang sekitar 12-15 atlet. “Tapi, sekarang kami terkendala atlet di kelas berat. Di Bondowoso jarang ada atlet yang bermain di kelas berat. Masih terkendala di berat badan. Sebab, kelas berat itu di atas 70 kilogram dan maksimal berusia 21 tahun,” jelas dia.

Disinggung mengenai regenerasi atlet, menurut Paginyoto, perkembangan regenerasi taekwondoin Bondowoso mulai cukup bagus. “Sekarang mulai banyak atlet usia dini yang ikut latihan rutin,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Atlet taekwondo Bondowoso dipastikan siap terjun dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun 2022 mendatang. Terlebih, Bondowoso merupakan salah satu tuan rumah ajang dua tahunan tersebut, selain Jember, Situbondo, dan Lumajang.

Bondowoso akan menjadi tuan rumah untuk cabor taekwondo. Meski berstatus tuan rumah, atlet taekwondo Bondowoso tak diberikan target terlalu tinggi untuk mendulang medali nantinya. Menurut Paginyoto, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Bondowoso, atletnya akan turun di kelas tarung dan seni.

“Kami terus melakukan persiapan. Namun, kami juga realistis dengan target. Kami juga tak ingin memberikan beban target tinggi kepada anak-anak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Tetapi, tim pelatih tetap memberikan standar minimal perolehan medali. “Target kami minimal harus dapat tiga medali. Terutama harus dapat medali perak. Kalau untuk emas, kami tetap optimistis, tapi melihat kekuatan calon lawan kota/kabupaten lainnya juga bagus-bagus dan pengalaman,” bebernya.

Rencananya, atlet yang sudah disiapkan untuk turun di Porprov 2022 mendatang sekitar 12-15 atlet. “Tapi, sekarang kami terkendala atlet di kelas berat. Di Bondowoso jarang ada atlet yang bermain di kelas berat. Masih terkendala di berat badan. Sebab, kelas berat itu di atas 70 kilogram dan maksimal berusia 21 tahun,” jelas dia.

Disinggung mengenai regenerasi atlet, menurut Paginyoto, perkembangan regenerasi taekwondoin Bondowoso mulai cukup bagus. “Sekarang mulai banyak atlet usia dini yang ikut latihan rutin,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/