alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Bukit Mahadewa, Kini Tak Lagi Instagramable

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki sejumlah objek wisata desa yang menarik. Salah satunya adalah Bukit Mahadewa yang terletak di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami. Awalnya wisata tersebut berhasil menarik banyak pengunjung. Sayangnya, saat ini wisata tersebut mangkrak dan tidak dirawat dengan baik. Bahkan, beberapa destinasi di tempat tersebut sudah rusak dan banyak ditumbuhi tanaman liar.

Diunggah pada 4 September 2017 Foto Instagram @yuna_arch29

Letak wisata ini tidak jauh dari pusat kota. Untuk menuju ke tempat ini, pengunjung hanya membutuhkan waktu kurang lebih 25 menit mengagunkan kendaraan roda empat dari pusat kota. Untuk menuju ke puncak bukit itu, sebagian jalan sudah menggunakan paving. Tempat penitipan sepeda juga masih tersedia walaupun kondisinya sudah memprihatinkan. Tidak hanya itu, sejumlah penunjuk arah sepanjang jalan menuju puncak terlihat masih terpasang dengan kokoh. Seakan tempat wisatanya masih terawat dengan baik.

Hal tersebut ternyata banyak dikeluhkan oleh warga sekitar. Tokiya, 55, salah satunya. Dirinya mengatakan, sebelum kondisinya seperti saat ini, wisata yang berada di desa ini selalu ramai pengunjung setiap harinya. Tapi, semua itu berubah ketika wisata ini mulai tidak dipelihara dengan baik. “Kalau gak dipelihara kan pengunjung gak tertarik. Malas juga pastinya,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, wisata tersebut sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi. Seperti membuat taman di tempat itu. Apalagi di dekat lokasi terdapat sumber mata air yang bisa dialirkan menuju puncak. Dirinya meyakini, hal itu dapat membuat orang akan tertarik kembali untuk berkunjung.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki sejumlah objek wisata desa yang menarik. Salah satunya adalah Bukit Mahadewa yang terletak di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami. Awalnya wisata tersebut berhasil menarik banyak pengunjung. Sayangnya, saat ini wisata tersebut mangkrak dan tidak dirawat dengan baik. Bahkan, beberapa destinasi di tempat tersebut sudah rusak dan banyak ditumbuhi tanaman liar.

Diunggah pada 4 September 2017 Foto Instagram @yuna_arch29

Letak wisata ini tidak jauh dari pusat kota. Untuk menuju ke tempat ini, pengunjung hanya membutuhkan waktu kurang lebih 25 menit mengagunkan kendaraan roda empat dari pusat kota. Untuk menuju ke puncak bukit itu, sebagian jalan sudah menggunakan paving. Tempat penitipan sepeda juga masih tersedia walaupun kondisinya sudah memprihatinkan. Tidak hanya itu, sejumlah penunjuk arah sepanjang jalan menuju puncak terlihat masih terpasang dengan kokoh. Seakan tempat wisatanya masih terawat dengan baik.

Hal tersebut ternyata banyak dikeluhkan oleh warga sekitar. Tokiya, 55, salah satunya. Dirinya mengatakan, sebelum kondisinya seperti saat ini, wisata yang berada di desa ini selalu ramai pengunjung setiap harinya. Tapi, semua itu berubah ketika wisata ini mulai tidak dipelihara dengan baik. “Kalau gak dipelihara kan pengunjung gak tertarik. Malas juga pastinya,” ungkapnya.

Menurutnya, wisata tersebut sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi. Seperti membuat taman di tempat itu. Apalagi di dekat lokasi terdapat sumber mata air yang bisa dialirkan menuju puncak. Dirinya meyakini, hal itu dapat membuat orang akan tertarik kembali untuk berkunjung.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki sejumlah objek wisata desa yang menarik. Salah satunya adalah Bukit Mahadewa yang terletak di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami. Awalnya wisata tersebut berhasil menarik banyak pengunjung. Sayangnya, saat ini wisata tersebut mangkrak dan tidak dirawat dengan baik. Bahkan, beberapa destinasi di tempat tersebut sudah rusak dan banyak ditumbuhi tanaman liar.

Diunggah pada 4 September 2017 Foto Instagram @yuna_arch29

Letak wisata ini tidak jauh dari pusat kota. Untuk menuju ke tempat ini, pengunjung hanya membutuhkan waktu kurang lebih 25 menit mengagunkan kendaraan roda empat dari pusat kota. Untuk menuju ke puncak bukit itu, sebagian jalan sudah menggunakan paving. Tempat penitipan sepeda juga masih tersedia walaupun kondisinya sudah memprihatinkan. Tidak hanya itu, sejumlah penunjuk arah sepanjang jalan menuju puncak terlihat masih terpasang dengan kokoh. Seakan tempat wisatanya masih terawat dengan baik.

Hal tersebut ternyata banyak dikeluhkan oleh warga sekitar. Tokiya, 55, salah satunya. Dirinya mengatakan, sebelum kondisinya seperti saat ini, wisata yang berada di desa ini selalu ramai pengunjung setiap harinya. Tapi, semua itu berubah ketika wisata ini mulai tidak dipelihara dengan baik. “Kalau gak dipelihara kan pengunjung gak tertarik. Malas juga pastinya,” ungkapnya.

Menurutnya, wisata tersebut sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi. Seperti membuat taman di tempat itu. Apalagi di dekat lokasi terdapat sumber mata air yang bisa dialirkan menuju puncak. Dirinya meyakini, hal itu dapat membuat orang akan tertarik kembali untuk berkunjung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/