alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kini Mentahnya Diborong Tengkulak Luar Kota

Gaungan Bondowoso Republik Kopi (BRK) membiusnya kopi menjadi naik kelas. Pendampingan pemerintah dalam pengolahan kopi dari hulu hingga hilir membuatnya semakin percaya bahwa program itu sangat menjanjikan. Inilah yang membuat pemuda hingga orang dewasa, bergelut di dunia kopi.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebuah kedai kopi, dengan latar dan suasana yang cukup menarik, tersaji di Jalan Pelita. Jalan kabupaten yang menghubungkan Nangkaan dengan SMAN 2 Bondowoso, itu menjadi lokasi tersendiri dalam menikmati sajian kopi. Ada kedai kopi yang bernuansa rustic, warkop, hingga ala rumahan.

BACA JUGA : Keluarkan Racun Tubuh Gunakan Buah dan Sayuran

Jawa Pos Radar Ijen mencoba kedai kopi yang dijajakan oleh Nurus Sirri. Kedai kopi yang sederhana tersebut menyimpan cerita manis bagaimana dirinya tergerak usaha di bidang kopi. Pria asal Pamekasan itu merantau ke Bondowoso. Selama bertahun-tahun hidup di Kota Tape tersebut, ada secercah harapan yang membuat Bondowoso ini dikenal luas termasuk ada lapangan usaha baru. Yaitu tentang kopi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku, program yang disediakan langsung oleh pemerintah, mampu menghipnotis dirinya. Dia yakin kopi Bondowoso ini menggila. Tidak hanya petaninya, tapi sektor hilir juga digarap. Pendampingan dan pelatihan itu diadakan, bahkan menyediakan bantuan fasilitas bagi para pengusahanya.

Waktu terus berjalan, dan hari-hari dilewati hingga berganti bulan. Tahun 2016 merupakan dicetuskannya Bondowoso Republik Kopi (BRK), maka dirinya mengambil waktu satu tahun setelah digaungkan. “Tahun 2017 saya buka ini (kedai kopi. Red), waktu itu bersama teman saya,” ungkapnya Nurus Sirri, yang akrab disapa Syamsi itu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebuah kedai kopi, dengan latar dan suasana yang cukup menarik, tersaji di Jalan Pelita. Jalan kabupaten yang menghubungkan Nangkaan dengan SMAN 2 Bondowoso, itu menjadi lokasi tersendiri dalam menikmati sajian kopi. Ada kedai kopi yang bernuansa rustic, warkop, hingga ala rumahan.

BACA JUGA : Keluarkan Racun Tubuh Gunakan Buah dan Sayuran

Jawa Pos Radar Ijen mencoba kedai kopi yang dijajakan oleh Nurus Sirri. Kedai kopi yang sederhana tersebut menyimpan cerita manis bagaimana dirinya tergerak usaha di bidang kopi. Pria asal Pamekasan itu merantau ke Bondowoso. Selama bertahun-tahun hidup di Kota Tape tersebut, ada secercah harapan yang membuat Bondowoso ini dikenal luas termasuk ada lapangan usaha baru. Yaitu tentang kopi.

Dia mengaku, program yang disediakan langsung oleh pemerintah, mampu menghipnotis dirinya. Dia yakin kopi Bondowoso ini menggila. Tidak hanya petaninya, tapi sektor hilir juga digarap. Pendampingan dan pelatihan itu diadakan, bahkan menyediakan bantuan fasilitas bagi para pengusahanya.

Waktu terus berjalan, dan hari-hari dilewati hingga berganti bulan. Tahun 2016 merupakan dicetuskannya Bondowoso Republik Kopi (BRK), maka dirinya mengambil waktu satu tahun setelah digaungkan. “Tahun 2017 saya buka ini (kedai kopi. Red), waktu itu bersama teman saya,” ungkapnya Nurus Sirri, yang akrab disapa Syamsi itu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebuah kedai kopi, dengan latar dan suasana yang cukup menarik, tersaji di Jalan Pelita. Jalan kabupaten yang menghubungkan Nangkaan dengan SMAN 2 Bondowoso, itu menjadi lokasi tersendiri dalam menikmati sajian kopi. Ada kedai kopi yang bernuansa rustic, warkop, hingga ala rumahan.

BACA JUGA : Keluarkan Racun Tubuh Gunakan Buah dan Sayuran

Jawa Pos Radar Ijen mencoba kedai kopi yang dijajakan oleh Nurus Sirri. Kedai kopi yang sederhana tersebut menyimpan cerita manis bagaimana dirinya tergerak usaha di bidang kopi. Pria asal Pamekasan itu merantau ke Bondowoso. Selama bertahun-tahun hidup di Kota Tape tersebut, ada secercah harapan yang membuat Bondowoso ini dikenal luas termasuk ada lapangan usaha baru. Yaitu tentang kopi.

Dia mengaku, program yang disediakan langsung oleh pemerintah, mampu menghipnotis dirinya. Dia yakin kopi Bondowoso ini menggila. Tidak hanya petaninya, tapi sektor hilir juga digarap. Pendampingan dan pelatihan itu diadakan, bahkan menyediakan bantuan fasilitas bagi para pengusahanya.

Waktu terus berjalan, dan hari-hari dilewati hingga berganti bulan. Tahun 2016 merupakan dicetuskannya Bondowoso Republik Kopi (BRK), maka dirinya mengambil waktu satu tahun setelah digaungkan. “Tahun 2017 saya buka ini (kedai kopi. Red), waktu itu bersama teman saya,” ungkapnya Nurus Sirri, yang akrab disapa Syamsi itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/