alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Jangan Gengsi Meneruskan BRK

Mobile_AP_Rectangle 1

Pihaknya juga menegaskan, hingga saat ini belum ada singgungan atau wacana untuk membuat BRK kembali bersinar seperti semula. Serta dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih baik, yang diterapkan dengan adanya program-program. “Sangat disayangkan, padahal BRK itu banyak yang potensi dan banyak yang bisa kita ambil manfaatnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengutarakan, untuk dapat membuat BRK kembali bersinar, harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Artinya, pembinaan kepada para petani kopi harus didahulukan. Serta harus dilakukan secara bersama-sama antarpihak terkait. “Tidak bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, menurut anggota Fraksi PKB ini, tidak tertutup kemungkinan brand besar ini akan disalip oleh kabupaten lain. Seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi yang sudah mulai gencar mempromosikan kopi mereka. “Kalau terus dibiarkan seperti ini, brand penghasil kopi terbaik akan diambil alih oleh kabupaten sebelah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

- Advertisement -

Pihaknya juga menegaskan, hingga saat ini belum ada singgungan atau wacana untuk membuat BRK kembali bersinar seperti semula. Serta dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih baik, yang diterapkan dengan adanya program-program. “Sangat disayangkan, padahal BRK itu banyak yang potensi dan banyak yang bisa kita ambil manfaatnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengutarakan, untuk dapat membuat BRK kembali bersinar, harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Artinya, pembinaan kepada para petani kopi harus didahulukan. Serta harus dilakukan secara bersama-sama antarpihak terkait. “Tidak bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, menurut anggota Fraksi PKB ini, tidak tertutup kemungkinan brand besar ini akan disalip oleh kabupaten lain. Seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi yang sudah mulai gencar mempromosikan kopi mereka. “Kalau terus dibiarkan seperti ini, brand penghasil kopi terbaik akan diambil alih oleh kabupaten sebelah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Pihaknya juga menegaskan, hingga saat ini belum ada singgungan atau wacana untuk membuat BRK kembali bersinar seperti semula. Serta dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih baik, yang diterapkan dengan adanya program-program. “Sangat disayangkan, padahal BRK itu banyak yang potensi dan banyak yang bisa kita ambil manfaatnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengutarakan, untuk dapat membuat BRK kembali bersinar, harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Artinya, pembinaan kepada para petani kopi harus didahulukan. Serta harus dilakukan secara bersama-sama antarpihak terkait. “Tidak bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, menurut anggota Fraksi PKB ini, tidak tertutup kemungkinan brand besar ini akan disalip oleh kabupaten lain. Seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi yang sudah mulai gencar mempromosikan kopi mereka. “Kalau terus dibiarkan seperti ini, brand penghasil kopi terbaik akan diambil alih oleh kabupaten sebelah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/