alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pilih Bikin Akademi Ketimbang Klub Amatir

Kiprah Agus Andrianto, Gila Bola Sampai Bangun Lapangan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bagi Agus Andrianto sepakbola sudah menjadi bagian dari hidupnya. Pria asli Bondowoso ini memang sudah bermain si kulit bundar sejak kecil. Bahkan dirinya sudah bergabung bersama SSB Arseko puluhan tahun silam.

SSB pertamanya yang mengenalkan bagaimana teknik dasar bermain bola di rumput hijau. Pria kelahiran tanggal 12 Agustus 1975 ini akhirnya pernah menjadi bagian dari Persebo Bondowoso. Kala itu, dia membela Persebo saat berlaga di kompetisi Piala Soeratin dan meraih peringkat 4 se-Jawa Timur.

Kini, putra dari bapaknya Adrai yang juga sekaligus ketua SSB Arseko memiliki cita-cita tinggi dalam dunia sepakbola. Khususnya di Bondowoso. Pria yang akrab disapa Andri ini ingin memiliki akademi sepakbola bagi pesepakbola usia dini. Khusunya untuk putra daerah Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Step by step mulai dilakukan Andri. Secara perlahan, dia bersama keluarganya serta rekan-rekan SSB Arseko melengkapi sarana dan prasarana yang ada. Yang utama adalah adanya lapangan yang standar. Ya, Lapangan yang berada di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon, memang cukup mengagumkan. Betapa tidak, kualitas rumputnya bisa dikatakan setara stadion-stadion besar di Indonesia. Lapangan itu hanya digunakan untuk latihan sehari-hari SSB Arseko.

Andri mengaku, bahwa pembangunan lapangan itu membutuhkan biaya tak sedikit. Angkanya mencapai miliaran rupiah. Bahkan, ahli rumput lapangannya di datangkan langsung dari Malang. Yang memang sering menjadi ahli rumput lapangan Stadion-stadion megah di Indonesia.

Lebih jauh, ketika ditanya apa motivasinya membangun lapangan sepakbola di tengah perkampungan padat penduduk tersebut. Andri menyebut, bahwa dirinya ingin membina pesepakbola junior.

“Saya dulu bermain untuk SSB Arseko. Jadi saya ingin mengabdi untuk SSB Arseko, salah satunya dengan membangun lapangan ini,” kata Andri.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bagi Agus Andrianto sepakbola sudah menjadi bagian dari hidupnya. Pria asli Bondowoso ini memang sudah bermain si kulit bundar sejak kecil. Bahkan dirinya sudah bergabung bersama SSB Arseko puluhan tahun silam.

SSB pertamanya yang mengenalkan bagaimana teknik dasar bermain bola di rumput hijau. Pria kelahiran tanggal 12 Agustus 1975 ini akhirnya pernah menjadi bagian dari Persebo Bondowoso. Kala itu, dia membela Persebo saat berlaga di kompetisi Piala Soeratin dan meraih peringkat 4 se-Jawa Timur.

Kini, putra dari bapaknya Adrai yang juga sekaligus ketua SSB Arseko memiliki cita-cita tinggi dalam dunia sepakbola. Khususnya di Bondowoso. Pria yang akrab disapa Andri ini ingin memiliki akademi sepakbola bagi pesepakbola usia dini. Khusunya untuk putra daerah Bondowoso.

Step by step mulai dilakukan Andri. Secara perlahan, dia bersama keluarganya serta rekan-rekan SSB Arseko melengkapi sarana dan prasarana yang ada. Yang utama adalah adanya lapangan yang standar. Ya, Lapangan yang berada di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon, memang cukup mengagumkan. Betapa tidak, kualitas rumputnya bisa dikatakan setara stadion-stadion besar di Indonesia. Lapangan itu hanya digunakan untuk latihan sehari-hari SSB Arseko.

Andri mengaku, bahwa pembangunan lapangan itu membutuhkan biaya tak sedikit. Angkanya mencapai miliaran rupiah. Bahkan, ahli rumput lapangannya di datangkan langsung dari Malang. Yang memang sering menjadi ahli rumput lapangan Stadion-stadion megah di Indonesia.

Lebih jauh, ketika ditanya apa motivasinya membangun lapangan sepakbola di tengah perkampungan padat penduduk tersebut. Andri menyebut, bahwa dirinya ingin membina pesepakbola junior.

“Saya dulu bermain untuk SSB Arseko. Jadi saya ingin mengabdi untuk SSB Arseko, salah satunya dengan membangun lapangan ini,” kata Andri.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bagi Agus Andrianto sepakbola sudah menjadi bagian dari hidupnya. Pria asli Bondowoso ini memang sudah bermain si kulit bundar sejak kecil. Bahkan dirinya sudah bergabung bersama SSB Arseko puluhan tahun silam.

SSB pertamanya yang mengenalkan bagaimana teknik dasar bermain bola di rumput hijau. Pria kelahiran tanggal 12 Agustus 1975 ini akhirnya pernah menjadi bagian dari Persebo Bondowoso. Kala itu, dia membela Persebo saat berlaga di kompetisi Piala Soeratin dan meraih peringkat 4 se-Jawa Timur.

Kini, putra dari bapaknya Adrai yang juga sekaligus ketua SSB Arseko memiliki cita-cita tinggi dalam dunia sepakbola. Khususnya di Bondowoso. Pria yang akrab disapa Andri ini ingin memiliki akademi sepakbola bagi pesepakbola usia dini. Khusunya untuk putra daerah Bondowoso.

Step by step mulai dilakukan Andri. Secara perlahan, dia bersama keluarganya serta rekan-rekan SSB Arseko melengkapi sarana dan prasarana yang ada. Yang utama adalah adanya lapangan yang standar. Ya, Lapangan yang berada di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon, memang cukup mengagumkan. Betapa tidak, kualitas rumputnya bisa dikatakan setara stadion-stadion besar di Indonesia. Lapangan itu hanya digunakan untuk latihan sehari-hari SSB Arseko.

Andri mengaku, bahwa pembangunan lapangan itu membutuhkan biaya tak sedikit. Angkanya mencapai miliaran rupiah. Bahkan, ahli rumput lapangannya di datangkan langsung dari Malang. Yang memang sering menjadi ahli rumput lapangan Stadion-stadion megah di Indonesia.

Lebih jauh, ketika ditanya apa motivasinya membangun lapangan sepakbola di tengah perkampungan padat penduduk tersebut. Andri menyebut, bahwa dirinya ingin membina pesepakbola junior.

“Saya dulu bermain untuk SSB Arseko. Jadi saya ingin mengabdi untuk SSB Arseko, salah satunya dengan membangun lapangan ini,” kata Andri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/