alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Perda Inklusi Didok, Fasilitas Inklusi jadi PR

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso sudah menggelar rapat paripurna penetapan 6 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) beberapa hari lalu. Salah satunya Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Dihadiri pula Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, dan sejumlah kepala OPD.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengatakan, embrio sekolah yang melayani pendidikan inklusi sudah terbentuk. Setidaknya ada satu sekolah di setiap kecamatan. “Sebelum diperdakan beberapa sekolah ditunjuk untuk melayani pendidikan inklusi,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia menyatakan, ke depan, seluruh lembaga sekolah di Bondowoso bakal melayani pendidikan inklusi. Tentunya, sebelum program itu dilaksanakan, sejumlah hal harus dipersiapkan. Misalnya, petunjuk teknis (juknis), tenaga atau guru pendamping, dan sarana prasarana.

“Beberapa sekolah sudah melayani pendidikan inklusi. Maka perlu ada Perda sebagai payung hukum. Sehingga pengajuan anggaran bisa lebih mudah,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso sudah menggelar rapat paripurna penetapan 6 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) beberapa hari lalu. Salah satunya Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Dihadiri pula Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, dan sejumlah kepala OPD.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengatakan, embrio sekolah yang melayani pendidikan inklusi sudah terbentuk. Setidaknya ada satu sekolah di setiap kecamatan. “Sebelum diperdakan beberapa sekolah ditunjuk untuk melayani pendidikan inklusi,” katanya.

Ia menyatakan, ke depan, seluruh lembaga sekolah di Bondowoso bakal melayani pendidikan inklusi. Tentunya, sebelum program itu dilaksanakan, sejumlah hal harus dipersiapkan. Misalnya, petunjuk teknis (juknis), tenaga atau guru pendamping, dan sarana prasarana.

“Beberapa sekolah sudah melayani pendidikan inklusi. Maka perlu ada Perda sebagai payung hukum. Sehingga pengajuan anggaran bisa lebih mudah,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso sudah menggelar rapat paripurna penetapan 6 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) beberapa hari lalu. Salah satunya Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Dihadiri pula Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, dan sejumlah kepala OPD.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengatakan, embrio sekolah yang melayani pendidikan inklusi sudah terbentuk. Setidaknya ada satu sekolah di setiap kecamatan. “Sebelum diperdakan beberapa sekolah ditunjuk untuk melayani pendidikan inklusi,” katanya.

Ia menyatakan, ke depan, seluruh lembaga sekolah di Bondowoso bakal melayani pendidikan inklusi. Tentunya, sebelum program itu dilaksanakan, sejumlah hal harus dipersiapkan. Misalnya, petunjuk teknis (juknis), tenaga atau guru pendamping, dan sarana prasarana.

“Beberapa sekolah sudah melayani pendidikan inklusi. Maka perlu ada Perda sebagai payung hukum. Sehingga pengajuan anggaran bisa lebih mudah,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/