alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Bulan Maret, 180 Perempuan Bondowoso Menjanda

Berdasarkan Putusan Sidang di PA

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus perceraian di Kabupaten Bondowoso masih tinggi. Data Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, sepanjang Maret 2021 ada 180 perkara perceraian yang diputus. Jumlah ini merupakan jumlah perkara terbanyak sejak awal 2021. Januari 2021 jumlah perkara yang diputus sebanyak 168 perkara dan Februari sebanyak 128 perkara.

Suria Akbar, Panitera Muda Hukum PA Bondowoso, menyampaikan, dari 180 kasus yang diputus, kasus cerai gugat masih mendominasi. Sama seperti dua bulan sebelumnya di tahun 2021. Sebanyak 124 kasus dari seluruh perkara merupakan cerai gugat. Artinya, mayoritas yang menginginkan cerai dari pihak perempuan. “Sisanya merupakan cerai talak. Atau perceraian yang diajukan oleh pihak suami,” terangnya.

Dijelaskannya, kebanyakan kasus perceraian yang terjadi karena adanya ketidakpuasan dan ketidaknyamanan dari istri. Sehingga, pada akhirnya bangunan rumah tangga mereka harus berakhir di Pengadilan Agama Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskannya, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian di pengadilan ini. Salah satunya adalah adanya perselisihan yang terjadi secara terus-menerus. Faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan meninggalkan satu pihak.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus perceraian di Kabupaten Bondowoso masih tinggi. Data Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, sepanjang Maret 2021 ada 180 perkara perceraian yang diputus. Jumlah ini merupakan jumlah perkara terbanyak sejak awal 2021. Januari 2021 jumlah perkara yang diputus sebanyak 168 perkara dan Februari sebanyak 128 perkara.

Suria Akbar, Panitera Muda Hukum PA Bondowoso, menyampaikan, dari 180 kasus yang diputus, kasus cerai gugat masih mendominasi. Sama seperti dua bulan sebelumnya di tahun 2021. Sebanyak 124 kasus dari seluruh perkara merupakan cerai gugat. Artinya, mayoritas yang menginginkan cerai dari pihak perempuan. “Sisanya merupakan cerai talak. Atau perceraian yang diajukan oleh pihak suami,” terangnya.

Dijelaskannya, kebanyakan kasus perceraian yang terjadi karena adanya ketidakpuasan dan ketidaknyamanan dari istri. Sehingga, pada akhirnya bangunan rumah tangga mereka harus berakhir di Pengadilan Agama Bondowoso.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian di pengadilan ini. Salah satunya adalah adanya perselisihan yang terjadi secara terus-menerus. Faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan meninggalkan satu pihak.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus perceraian di Kabupaten Bondowoso masih tinggi. Data Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, sepanjang Maret 2021 ada 180 perkara perceraian yang diputus. Jumlah ini merupakan jumlah perkara terbanyak sejak awal 2021. Januari 2021 jumlah perkara yang diputus sebanyak 168 perkara dan Februari sebanyak 128 perkara.

Suria Akbar, Panitera Muda Hukum PA Bondowoso, menyampaikan, dari 180 kasus yang diputus, kasus cerai gugat masih mendominasi. Sama seperti dua bulan sebelumnya di tahun 2021. Sebanyak 124 kasus dari seluruh perkara merupakan cerai gugat. Artinya, mayoritas yang menginginkan cerai dari pihak perempuan. “Sisanya merupakan cerai talak. Atau perceraian yang diajukan oleh pihak suami,” terangnya.

Dijelaskannya, kebanyakan kasus perceraian yang terjadi karena adanya ketidakpuasan dan ketidaknyamanan dari istri. Sehingga, pada akhirnya bangunan rumah tangga mereka harus berakhir di Pengadilan Agama Bondowoso.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian di pengadilan ini. Salah satunya adalah adanya perselisihan yang terjadi secara terus-menerus. Faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan meninggalkan satu pihak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/