alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pamit Lisan Sudah, TP2D Bondowoso Dikabarkan Akan Bubar

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso dikabarkan bubar barisan. Hal itu terungkap setelah Pansus TP2D DPRD Bondowoso mengundang sejumlah OPD, termasuk Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Soekaryo.

Pertemuan tersebut terjadi pada Senin malam, 7 Maret, kemarin. Selain Pj Sekda, hadir juga Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Kabag AP) Sekretariat Daerah Bondowoso Apil Sukarwan  yang tahun lalu mencairkan honor TP2D sebesar Rp 130 juta.

Pj Sekda Bondowoso Soekaryo mengatakan bahwa anggota TP2D memberi sinyal hijau kepada bupati untuk dirinya pamit undur diri. “Berdasarkan informasi informal, katanya sudah pamit ke bupati untuk membubarkan diri, khususnya Ketua TP2D. Pamit tersebut masih secara pribadi, tapi belum tertulis. Ada kabar TP2D juga sudah membubarkan diri, namun belum secara tertulis,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Soekaryo mengaku, Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin juga sudah sempat bercerita kepadanya soal TP2D yang membubarkan diri tersebut. Namun, proses pembubaran itu tidak tertulis. “Artinya, pengunduran diri secara formal itu masih belum dilakukan.  Kalau secara lisan sudah disampaikan kwpada bupati,” imbuhnya.

Ketua Pansus TP2D DRPD Bondowoso Andi Hermanto mengatakan, pencairan honor TP2D tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam Badan Anggaran dan Tim Anggaran (BATA). “Karena di dalam perda itu ada klausul yang berbunyi, bahwa pencairan honor TP2D boleh dilaksanakan, asalkan pemerintah sudah menyesuaikan dengan hasil fasilitasi. BATA merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Perda PAPBD tahun 2021, sehingga pencairan honor itu menyalahi aturan,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso dikabarkan bubar barisan. Hal itu terungkap setelah Pansus TP2D DPRD Bondowoso mengundang sejumlah OPD, termasuk Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Soekaryo.

Pertemuan tersebut terjadi pada Senin malam, 7 Maret, kemarin. Selain Pj Sekda, hadir juga Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Kabag AP) Sekretariat Daerah Bondowoso Apil Sukarwan  yang tahun lalu mencairkan honor TP2D sebesar Rp 130 juta.

Pj Sekda Bondowoso Soekaryo mengatakan bahwa anggota TP2D memberi sinyal hijau kepada bupati untuk dirinya pamit undur diri. “Berdasarkan informasi informal, katanya sudah pamit ke bupati untuk membubarkan diri, khususnya Ketua TP2D. Pamit tersebut masih secara pribadi, tapi belum tertulis. Ada kabar TP2D juga sudah membubarkan diri, namun belum secara tertulis,” katanya.

Soekaryo mengaku, Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin juga sudah sempat bercerita kepadanya soal TP2D yang membubarkan diri tersebut. Namun, proses pembubaran itu tidak tertulis. “Artinya, pengunduran diri secara formal itu masih belum dilakukan.  Kalau secara lisan sudah disampaikan kwpada bupati,” imbuhnya.

Ketua Pansus TP2D DRPD Bondowoso Andi Hermanto mengatakan, pencairan honor TP2D tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam Badan Anggaran dan Tim Anggaran (BATA). “Karena di dalam perda itu ada klausul yang berbunyi, bahwa pencairan honor TP2D boleh dilaksanakan, asalkan pemerintah sudah menyesuaikan dengan hasil fasilitasi. BATA merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Perda PAPBD tahun 2021, sehingga pencairan honor itu menyalahi aturan,” ujarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Bondowoso dikabarkan bubar barisan. Hal itu terungkap setelah Pansus TP2D DPRD Bondowoso mengundang sejumlah OPD, termasuk Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Soekaryo.

Pertemuan tersebut terjadi pada Senin malam, 7 Maret, kemarin. Selain Pj Sekda, hadir juga Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Kabag AP) Sekretariat Daerah Bondowoso Apil Sukarwan  yang tahun lalu mencairkan honor TP2D sebesar Rp 130 juta.

Pj Sekda Bondowoso Soekaryo mengatakan bahwa anggota TP2D memberi sinyal hijau kepada bupati untuk dirinya pamit undur diri. “Berdasarkan informasi informal, katanya sudah pamit ke bupati untuk membubarkan diri, khususnya Ketua TP2D. Pamit tersebut masih secara pribadi, tapi belum tertulis. Ada kabar TP2D juga sudah membubarkan diri, namun belum secara tertulis,” katanya.

Soekaryo mengaku, Bupati Bondowoso Kiai Salwa Arifin juga sudah sempat bercerita kepadanya soal TP2D yang membubarkan diri tersebut. Namun, proses pembubaran itu tidak tertulis. “Artinya, pengunduran diri secara formal itu masih belum dilakukan.  Kalau secara lisan sudah disampaikan kwpada bupati,” imbuhnya.

Ketua Pansus TP2D DRPD Bondowoso Andi Hermanto mengatakan, pencairan honor TP2D tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam Badan Anggaran dan Tim Anggaran (BATA). “Karena di dalam perda itu ada klausul yang berbunyi, bahwa pencairan honor TP2D boleh dilaksanakan, asalkan pemerintah sudah menyesuaikan dengan hasil fasilitasi. BATA merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Perda PAPBD tahun 2021, sehingga pencairan honor itu menyalahi aturan,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/