alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tak Boleh Jualan di Bahu Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Alun-Alun Bondowoso tak boleh berjualan di bahu jalan. Lebih tepatnya, mereka PKL yang biasa menjajakan dagangannya di bahu jalan depan Masjid Agung At-Taqwa, Jalan Letnan Sutarman.

Beberapa bulan lalu, pagi hingga malam, mereka berjualan seenaknya di pinggir jalan. Alhasil, tak jarang, pengendara yang malas parkir pun memarkir kendaraan seenaknya untuk membeli makanan di para PKL itu.

Namun, kini puluhan PKL itu ditertibkan. Mereka tak boleh lagi berjualan di bahu jalan, dan harus masuk ke dalam area parkir alun-alun. Hal itu dibenarkan oleh salah seorang PKL kepada Jawa Pos Radar Ijen.  “Sekarang jualannya di dalam alun-alun. Tidak boleh di pinggir jalan. Padahal sebelumnya boleh,” ujar Mamir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, aturan itu sudah diterapkan kurang lebih satu bulan lalu hingga sekarang. “Kalau di pinggir jalan memang agak ramai pembeli. Karena kebanyakan mereka beli tidak pakai turun kendaraan. Jadi, tetap di sepeda motor atau mobil,” imbuhnya.

“Kalau sekarang kan harus parkir dulu ke dalam. Jadi, ya agak sepi,” lanjut perempuan pedagang nasi bungkus ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Alun-Alun Bondowoso tak boleh berjualan di bahu jalan. Lebih tepatnya, mereka PKL yang biasa menjajakan dagangannya di bahu jalan depan Masjid Agung At-Taqwa, Jalan Letnan Sutarman.

Beberapa bulan lalu, pagi hingga malam, mereka berjualan seenaknya di pinggir jalan. Alhasil, tak jarang, pengendara yang malas parkir pun memarkir kendaraan seenaknya untuk membeli makanan di para PKL itu.

Namun, kini puluhan PKL itu ditertibkan. Mereka tak boleh lagi berjualan di bahu jalan, dan harus masuk ke dalam area parkir alun-alun. Hal itu dibenarkan oleh salah seorang PKL kepada Jawa Pos Radar Ijen.  “Sekarang jualannya di dalam alun-alun. Tidak boleh di pinggir jalan. Padahal sebelumnya boleh,” ujar Mamir.

Dia menambahkan, aturan itu sudah diterapkan kurang lebih satu bulan lalu hingga sekarang. “Kalau di pinggir jalan memang agak ramai pembeli. Karena kebanyakan mereka beli tidak pakai turun kendaraan. Jadi, tetap di sepeda motor atau mobil,” imbuhnya.

“Kalau sekarang kan harus parkir dulu ke dalam. Jadi, ya agak sepi,” lanjut perempuan pedagang nasi bungkus ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Alun-Alun Bondowoso tak boleh berjualan di bahu jalan. Lebih tepatnya, mereka PKL yang biasa menjajakan dagangannya di bahu jalan depan Masjid Agung At-Taqwa, Jalan Letnan Sutarman.

Beberapa bulan lalu, pagi hingga malam, mereka berjualan seenaknya di pinggir jalan. Alhasil, tak jarang, pengendara yang malas parkir pun memarkir kendaraan seenaknya untuk membeli makanan di para PKL itu.

Namun, kini puluhan PKL itu ditertibkan. Mereka tak boleh lagi berjualan di bahu jalan, dan harus masuk ke dalam area parkir alun-alun. Hal itu dibenarkan oleh salah seorang PKL kepada Jawa Pos Radar Ijen.  “Sekarang jualannya di dalam alun-alun. Tidak boleh di pinggir jalan. Padahal sebelumnya boleh,” ujar Mamir.

Dia menambahkan, aturan itu sudah diterapkan kurang lebih satu bulan lalu hingga sekarang. “Kalau di pinggir jalan memang agak ramai pembeli. Karena kebanyakan mereka beli tidak pakai turun kendaraan. Jadi, tetap di sepeda motor atau mobil,” imbuhnya.

“Kalau sekarang kan harus parkir dulu ke dalam. Jadi, ya agak sepi,” lanjut perempuan pedagang nasi bungkus ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/