alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Hanya Diikuti 40 Pemain

Anggap Waktu Seleksi Sangat Mepet

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gelaran seleksi kabupaten untuk mengirimkan pemain belia ke tingkat provinsi sebagai tindak lanjut seleksi timnas muda dinilai terlalu mepet. Rata-rata Askab PSSI hanya mengadakan seleksi tingkat kota/kabupaten tak sampai sepekan. Bahkan sehari.

Seperti yang terjadi di Bondowoso. Hanya menggelar seleksi sekali. Seleksi itu dinilai tak efektif dalam mencari bakat atau potensi sang pemain. Namun, Askab PSSI Bondowoso pun mengejar deadline nama-nama pemain yang harus dikirimkan ke Asprov PSSI Jawa Timur pada tanggal 8 Maret kemarin. Surat edaran dari Asprov PSSI Jatim juga dinilai terlalu mendadak.

Seleksi PSSI Bondowoso, Sabtu (6/3) lalu di Lapangan Tamanan, diikuti 40 pemain muda U-19 kelahiran 2003/2004. Seleksi pagi itu dipantau langsung oleh tiga pelatih lokal. Yakni Anton, Rifak, dan Buang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tim pelatih sudah menetapkan lima pemain terbaik U-19. Untuk seleksi pemain U-16 tidak kami laksanakan. Kami ambil dari hasil kompetisi internal musim 2019 ditambah dari pemain yang baru saja mengikuti Tournament Blispi,” ujar Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gelaran seleksi kabupaten untuk mengirimkan pemain belia ke tingkat provinsi sebagai tindak lanjut seleksi timnas muda dinilai terlalu mepet. Rata-rata Askab PSSI hanya mengadakan seleksi tingkat kota/kabupaten tak sampai sepekan. Bahkan sehari.

Seperti yang terjadi di Bondowoso. Hanya menggelar seleksi sekali. Seleksi itu dinilai tak efektif dalam mencari bakat atau potensi sang pemain. Namun, Askab PSSI Bondowoso pun mengejar deadline nama-nama pemain yang harus dikirimkan ke Asprov PSSI Jawa Timur pada tanggal 8 Maret kemarin. Surat edaran dari Asprov PSSI Jatim juga dinilai terlalu mendadak.

Seleksi PSSI Bondowoso, Sabtu (6/3) lalu di Lapangan Tamanan, diikuti 40 pemain muda U-19 kelahiran 2003/2004. Seleksi pagi itu dipantau langsung oleh tiga pelatih lokal. Yakni Anton, Rifak, dan Buang.

“Tim pelatih sudah menetapkan lima pemain terbaik U-19. Untuk seleksi pemain U-16 tidak kami laksanakan. Kami ambil dari hasil kompetisi internal musim 2019 ditambah dari pemain yang baru saja mengikuti Tournament Blispi,” ujar Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gelaran seleksi kabupaten untuk mengirimkan pemain belia ke tingkat provinsi sebagai tindak lanjut seleksi timnas muda dinilai terlalu mepet. Rata-rata Askab PSSI hanya mengadakan seleksi tingkat kota/kabupaten tak sampai sepekan. Bahkan sehari.

Seperti yang terjadi di Bondowoso. Hanya menggelar seleksi sekali. Seleksi itu dinilai tak efektif dalam mencari bakat atau potensi sang pemain. Namun, Askab PSSI Bondowoso pun mengejar deadline nama-nama pemain yang harus dikirimkan ke Asprov PSSI Jawa Timur pada tanggal 8 Maret kemarin. Surat edaran dari Asprov PSSI Jatim juga dinilai terlalu mendadak.

Seleksi PSSI Bondowoso, Sabtu (6/3) lalu di Lapangan Tamanan, diikuti 40 pemain muda U-19 kelahiran 2003/2004. Seleksi pagi itu dipantau langsung oleh tiga pelatih lokal. Yakni Anton, Rifak, dan Buang.

“Tim pelatih sudah menetapkan lima pemain terbaik U-19. Untuk seleksi pemain U-16 tidak kami laksanakan. Kami ambil dari hasil kompetisi internal musim 2019 ditambah dari pemain yang baru saja mengikuti Tournament Blispi,” ujar Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/