alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ada 128 Perempuan Divonis Janda

Didominasi Faktor Perselisihan Terus-menerus

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada 128 kasus perceraian yang diputus Pengadilan Agama (PA) Bondowoso pada Februari 2021. Angka ini tergolong cukup tinggi. Latar belakangnya kebanyakan karena faktor perselisihan terus-menerus.

Panitera Muda Hukum PA Bondowoso Suria Akbar mengatakan, 128 kasus yang sudah diputus tersebut didominasi perkara cerai gugat. Artinya, perkara cerai yang diajukan istri. Jumlahnya ada 88 kasus. Sedangkan 40 kasus sisanya adalah cerai talak. Yakni perceraian yang diajukan suami. “Bulan ini faktor tertinggi penyebab perceraian adalah karena perselisihan terus-menerus,” terangnya.

Dijelaskan, faktor perselisihan terus-menerus menjadi faktor penyebab perceraian yang paling tinggi dibandingkan dengan faktor lainnya. Namun, ada juga yang latar belakangnya karena faktor ekonomi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tetapi, selain dari latar belakang itu, banyak hal yang bisa mengakibatkan terjadinya perselisihan dalam rumah tangga. Dari kurangnya uang belanja dalam rumah tangga, perselingkuhan, hingga persoalan tempat tinggal. Di mana masing-masing pihak sama-sama menginginkan tetap tinggal di rumahnya masing-masing. “Ada juga karena orang tuanya terlalu ikut campur. Sehingga dalam rumah tangga sering terjadi perselisihan,” tuturnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada 128 kasus perceraian yang diputus Pengadilan Agama (PA) Bondowoso pada Februari 2021. Angka ini tergolong cukup tinggi. Latar belakangnya kebanyakan karena faktor perselisihan terus-menerus.

Panitera Muda Hukum PA Bondowoso Suria Akbar mengatakan, 128 kasus yang sudah diputus tersebut didominasi perkara cerai gugat. Artinya, perkara cerai yang diajukan istri. Jumlahnya ada 88 kasus. Sedangkan 40 kasus sisanya adalah cerai talak. Yakni perceraian yang diajukan suami. “Bulan ini faktor tertinggi penyebab perceraian adalah karena perselisihan terus-menerus,” terangnya.

Dijelaskan, faktor perselisihan terus-menerus menjadi faktor penyebab perceraian yang paling tinggi dibandingkan dengan faktor lainnya. Namun, ada juga yang latar belakangnya karena faktor ekonomi.

Tetapi, selain dari latar belakang itu, banyak hal yang bisa mengakibatkan terjadinya perselisihan dalam rumah tangga. Dari kurangnya uang belanja dalam rumah tangga, perselingkuhan, hingga persoalan tempat tinggal. Di mana masing-masing pihak sama-sama menginginkan tetap tinggal di rumahnya masing-masing. “Ada juga karena orang tuanya terlalu ikut campur. Sehingga dalam rumah tangga sering terjadi perselisihan,” tuturnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada 128 kasus perceraian yang diputus Pengadilan Agama (PA) Bondowoso pada Februari 2021. Angka ini tergolong cukup tinggi. Latar belakangnya kebanyakan karena faktor perselisihan terus-menerus.

Panitera Muda Hukum PA Bondowoso Suria Akbar mengatakan, 128 kasus yang sudah diputus tersebut didominasi perkara cerai gugat. Artinya, perkara cerai yang diajukan istri. Jumlahnya ada 88 kasus. Sedangkan 40 kasus sisanya adalah cerai talak. Yakni perceraian yang diajukan suami. “Bulan ini faktor tertinggi penyebab perceraian adalah karena perselisihan terus-menerus,” terangnya.

Dijelaskan, faktor perselisihan terus-menerus menjadi faktor penyebab perceraian yang paling tinggi dibandingkan dengan faktor lainnya. Namun, ada juga yang latar belakangnya karena faktor ekonomi.

Tetapi, selain dari latar belakang itu, banyak hal yang bisa mengakibatkan terjadinya perselisihan dalam rumah tangga. Dari kurangnya uang belanja dalam rumah tangga, perselingkuhan, hingga persoalan tempat tinggal. Di mana masing-masing pihak sama-sama menginginkan tetap tinggal di rumahnya masing-masing. “Ada juga karena orang tuanya terlalu ikut campur. Sehingga dalam rumah tangga sering terjadi perselisihan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/