alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tenang, Jangan Panik! Pemerintah Bondowoso Siapkan 6.000 Liter Minyak

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan minyak goreng ternyata belum usai. Terlebih, saat ini masih sering dijumpai di toko modern berjaringan stok minyak habis diserbu oleh masyarakat. Sementara, di pasar tradisional atau di toko biasa masih ada penjual yang memiliki stok lama, sehingga mereka juga menjual dengan harga sebelumnya yang lebih mahal.

Melihat hal itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan kembali menggelar operasi pasar, demi minyak satu harga serta untuk memastikan ketersediaan stok minyak tercukupi untuk seluruh masyarakat. Operasi pasar tersebut direncanakan akan dilakukan hari ini (9/2).

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso Totok Hariyanto menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 6.000 liter minyak dalam operasi pasar yang akan digelar di enam tempat itu. “Ada enam titik, yaitu Kecamatan Sumberwringin, Sukosari, Tapen, Klabang, Prajekan, dan Cermee,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masing-masing titik akan disediakan sebanyak 1.000 liter minyak, dengan harga Rp 14 ribu per liternya. Sama seperti operasi pasar sebelumnya, para pembeli juga masih akan dibatasi untuk membeli minyak. Masing-masing orang hanya bisa membeli sebanyak dua liter minyak goreng. “Biar merata,” ujar Totok.

Dikonfirmasi terkait stok minyak di Bumi Ki Ronggo, Totok menilai sebenarnya masih aman. Tapi, minyak goreng program pemerintah selalu habis diserbu oleh masyarakat. Sehingga yang ada di toko-toko adalah stok lama. Tentunya mereka masih menjual dengan harga lama pula. “Kami sudah upayakan untuk minyak satu harga, Rp 14 ribu,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan minyak goreng ternyata belum usai. Terlebih, saat ini masih sering dijumpai di toko modern berjaringan stok minyak habis diserbu oleh masyarakat. Sementara, di pasar tradisional atau di toko biasa masih ada penjual yang memiliki stok lama, sehingga mereka juga menjual dengan harga sebelumnya yang lebih mahal.

Melihat hal itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan kembali menggelar operasi pasar, demi minyak satu harga serta untuk memastikan ketersediaan stok minyak tercukupi untuk seluruh masyarakat. Operasi pasar tersebut direncanakan akan dilakukan hari ini (9/2).

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso Totok Hariyanto menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 6.000 liter minyak dalam operasi pasar yang akan digelar di enam tempat itu. “Ada enam titik, yaitu Kecamatan Sumberwringin, Sukosari, Tapen, Klabang, Prajekan, dan Cermee,” jelasnya.

Masing-masing titik akan disediakan sebanyak 1.000 liter minyak, dengan harga Rp 14 ribu per liternya. Sama seperti operasi pasar sebelumnya, para pembeli juga masih akan dibatasi untuk membeli minyak. Masing-masing orang hanya bisa membeli sebanyak dua liter minyak goreng. “Biar merata,” ujar Totok.

Dikonfirmasi terkait stok minyak di Bumi Ki Ronggo, Totok menilai sebenarnya masih aman. Tapi, minyak goreng program pemerintah selalu habis diserbu oleh masyarakat. Sehingga yang ada di toko-toko adalah stok lama. Tentunya mereka masih menjual dengan harga lama pula. “Kami sudah upayakan untuk minyak satu harga, Rp 14 ribu,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan minyak goreng ternyata belum usai. Terlebih, saat ini masih sering dijumpai di toko modern berjaringan stok minyak habis diserbu oleh masyarakat. Sementara, di pasar tradisional atau di toko biasa masih ada penjual yang memiliki stok lama, sehingga mereka juga menjual dengan harga sebelumnya yang lebih mahal.

Melihat hal itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan kembali menggelar operasi pasar, demi minyak satu harga serta untuk memastikan ketersediaan stok minyak tercukupi untuk seluruh masyarakat. Operasi pasar tersebut direncanakan akan dilakukan hari ini (9/2).

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso Totok Hariyanto menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 6.000 liter minyak dalam operasi pasar yang akan digelar di enam tempat itu. “Ada enam titik, yaitu Kecamatan Sumberwringin, Sukosari, Tapen, Klabang, Prajekan, dan Cermee,” jelasnya.

Masing-masing titik akan disediakan sebanyak 1.000 liter minyak, dengan harga Rp 14 ribu per liternya. Sama seperti operasi pasar sebelumnya, para pembeli juga masih akan dibatasi untuk membeli minyak. Masing-masing orang hanya bisa membeli sebanyak dua liter minyak goreng. “Biar merata,” ujar Totok.

Dikonfirmasi terkait stok minyak di Bumi Ki Ronggo, Totok menilai sebenarnya masih aman. Tapi, minyak goreng program pemerintah selalu habis diserbu oleh masyarakat. Sehingga yang ada di toko-toko adalah stok lama. Tentunya mereka masih menjual dengan harga lama pula. “Kami sudah upayakan untuk minyak satu harga, Rp 14 ribu,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Patenkan Target Masuk Final

Hanya Punya Satu Dokter Hewan

Pabrik Pupuk Gagal Dibangun!

Bahagia, Ibadah Bersama Keluarga

Wajib Dibaca

/