alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Renovasi Jembatan Putus di Desa Besuk Tahun Depan

Masyarakat Diarahkan ke Jalur Alternatif

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Renovasi atau pembenahan jembatan di Desa Besuk, Kecamatan Klabang, yang terputus akibat derasnya debit air rupanya baru akan dilakukan pada tahun depan. Akibat dari jembatan terputus itu, akses dua dusun pun tak bisa dilalui. Akses transportasi roda empat menuju Dusun Cerme juga tidak dapat dilewati. Sementara, roda dua masih dapat dilalui menggunakan jalur alternatif.

Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Cerme dan Dusun Labes dengan jalan utama Desa Besuk. Akibatnya, 90 kepala keluarga di Dusun Labes pun terisolasi. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, bersama sejumlah pihak terkait lainnya membangun jalan alternatif.

Kepala Dinas PUPR Munandar menjelaskan bahwa sebelum renovasi jembatan dilakukan, pihaknya membuat jalan alternatif yang nantinya bisa dilalui kendaraan roda dua. “Yang jelas untuk jalan pintas akses, tapi roda dua dulu. Nanti roda empatnya menyusul. Karena terkait anggaran,” katanya, Selasa (7/12) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menerangkan, renovasi jembatan akan dilakukan pada 2022 mendatang dengan menggunakan dana on call yang ada di BPBD sekitar Rp 500 juta. Proses pengerjaan dan siapa yang akan bekerja dalam proses renovasi jembatan itu, menurutnya, akan dikembalikan kepada BPBD. Walaupun demikian, pihaknya memastikan siap membantu apabila dibutuhkan.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin bersama instansi terkait lainnya juga sudah meninjau langsung lokasi jembatan yang terputus. Serta mendatangi masyarakat sekitar yang terdampak. Selain memberikan bantuan, mereka juga menjabarkan terkait rencana pembangunan jalan pintas, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti biasanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Renovasi atau pembenahan jembatan di Desa Besuk, Kecamatan Klabang, yang terputus akibat derasnya debit air rupanya baru akan dilakukan pada tahun depan. Akibat dari jembatan terputus itu, akses dua dusun pun tak bisa dilalui. Akses transportasi roda empat menuju Dusun Cerme juga tidak dapat dilewati. Sementara, roda dua masih dapat dilalui menggunakan jalur alternatif.

Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Cerme dan Dusun Labes dengan jalan utama Desa Besuk. Akibatnya, 90 kepala keluarga di Dusun Labes pun terisolasi. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, bersama sejumlah pihak terkait lainnya membangun jalan alternatif.

Kepala Dinas PUPR Munandar menjelaskan bahwa sebelum renovasi jembatan dilakukan, pihaknya membuat jalan alternatif yang nantinya bisa dilalui kendaraan roda dua. “Yang jelas untuk jalan pintas akses, tapi roda dua dulu. Nanti roda empatnya menyusul. Karena terkait anggaran,” katanya, Selasa (7/12) kemarin.

Dia menerangkan, renovasi jembatan akan dilakukan pada 2022 mendatang dengan menggunakan dana on call yang ada di BPBD sekitar Rp 500 juta. Proses pengerjaan dan siapa yang akan bekerja dalam proses renovasi jembatan itu, menurutnya, akan dikembalikan kepada BPBD. Walaupun demikian, pihaknya memastikan siap membantu apabila dibutuhkan.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin bersama instansi terkait lainnya juga sudah meninjau langsung lokasi jembatan yang terputus. Serta mendatangi masyarakat sekitar yang terdampak. Selain memberikan bantuan, mereka juga menjabarkan terkait rencana pembangunan jalan pintas, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti biasanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Renovasi atau pembenahan jembatan di Desa Besuk, Kecamatan Klabang, yang terputus akibat derasnya debit air rupanya baru akan dilakukan pada tahun depan. Akibat dari jembatan terputus itu, akses dua dusun pun tak bisa dilalui. Akses transportasi roda empat menuju Dusun Cerme juga tidak dapat dilewati. Sementara, roda dua masih dapat dilalui menggunakan jalur alternatif.

Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Cerme dan Dusun Labes dengan jalan utama Desa Besuk. Akibatnya, 90 kepala keluarga di Dusun Labes pun terisolasi. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, bersama sejumlah pihak terkait lainnya membangun jalan alternatif.

Kepala Dinas PUPR Munandar menjelaskan bahwa sebelum renovasi jembatan dilakukan, pihaknya membuat jalan alternatif yang nantinya bisa dilalui kendaraan roda dua. “Yang jelas untuk jalan pintas akses, tapi roda dua dulu. Nanti roda empatnya menyusul. Karena terkait anggaran,” katanya, Selasa (7/12) kemarin.

Dia menerangkan, renovasi jembatan akan dilakukan pada 2022 mendatang dengan menggunakan dana on call yang ada di BPBD sekitar Rp 500 juta. Proses pengerjaan dan siapa yang akan bekerja dalam proses renovasi jembatan itu, menurutnya, akan dikembalikan kepada BPBD. Walaupun demikian, pihaknya memastikan siap membantu apabila dibutuhkan.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin bersama instansi terkait lainnya juga sudah meninjau langsung lokasi jembatan yang terputus. Serta mendatangi masyarakat sekitar yang terdampak. Selain memberikan bantuan, mereka juga menjabarkan terkait rencana pembangunan jalan pintas, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti biasanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/