alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Dapat Tambahan Napi Narkoba dari Lumajang

Bukan karena Erupsi, tapi Murni Permintaan Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Empat orang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Lumajang dipindahkan ke Lapas Kelas II B Bondowoso, kemarin siang. Pemindahan tersebut berdasarkan permintaan dari keluarga.

Empat orang narapidana kasus narkoba ini divonis berbeda-beda. Di antaranya,  Mochammad Zaeni dipidana tujuh tahun, Chandra Adi Wijaya bin Handoko pidana 4 tahun. Kemudian, Matjari bin Misnaton pidana 8 tahun, serta Junaidi dengan pidana 6 tahun. “Ada tadi (kemarin, Red) empat orang. Baru saja, 10.30 WIB kami terima di sini,” ungkap Sarwito, Kalapas Kelas II B Bondowoso, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Sarwito menerangkan, kepindahan mereka tak berkaitan dengan kondisi awan panas guguran (APG) Semeru yang terjadi di Lumajang. Melainkan, karena permintaan untuk dekat dengan keluarga. Mengingat, mereka merupakan warga Bondowoso. “Tidak, bukan (erupsi gunung Semeru, Red). Alhamdulillah di Lumajang aman juga,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, napi pindahan ini tak langsung dikumpulkan dengan napi yang sudah ada di lapas. Melainkan masih harus menjalani karantina selama 14 hari di ruang khusus yang disediakan. Kendati pihak lapas telah menerima hasil rapid antigen yang negatif, namun karantina tetap dilakukan. “Selama 14 hari dikarantina di kamar isolasi mandiri.  Pantauan dari dokter. Nanti kalau kondisinya tidak ada perkembangan, baru diturunkan di kamar biasa,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Empat orang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Lumajang dipindahkan ke Lapas Kelas II B Bondowoso, kemarin siang. Pemindahan tersebut berdasarkan permintaan dari keluarga.

Empat orang narapidana kasus narkoba ini divonis berbeda-beda. Di antaranya,  Mochammad Zaeni dipidana tujuh tahun, Chandra Adi Wijaya bin Handoko pidana 4 tahun. Kemudian, Matjari bin Misnaton pidana 8 tahun, serta Junaidi dengan pidana 6 tahun. “Ada tadi (kemarin, Red) empat orang. Baru saja, 10.30 WIB kami terima di sini,” ungkap Sarwito, Kalapas Kelas II B Bondowoso, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Sarwito menerangkan, kepindahan mereka tak berkaitan dengan kondisi awan panas guguran (APG) Semeru yang terjadi di Lumajang. Melainkan, karena permintaan untuk dekat dengan keluarga. Mengingat, mereka merupakan warga Bondowoso. “Tidak, bukan (erupsi gunung Semeru, Red). Alhamdulillah di Lumajang aman juga,” tuturnya.

Menurut dia, napi pindahan ini tak langsung dikumpulkan dengan napi yang sudah ada di lapas. Melainkan masih harus menjalani karantina selama 14 hari di ruang khusus yang disediakan. Kendati pihak lapas telah menerima hasil rapid antigen yang negatif, namun karantina tetap dilakukan. “Selama 14 hari dikarantina di kamar isolasi mandiri.  Pantauan dari dokter. Nanti kalau kondisinya tidak ada perkembangan, baru diturunkan di kamar biasa,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Empat orang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Lumajang dipindahkan ke Lapas Kelas II B Bondowoso, kemarin siang. Pemindahan tersebut berdasarkan permintaan dari keluarga.

Empat orang narapidana kasus narkoba ini divonis berbeda-beda. Di antaranya,  Mochammad Zaeni dipidana tujuh tahun, Chandra Adi Wijaya bin Handoko pidana 4 tahun. Kemudian, Matjari bin Misnaton pidana 8 tahun, serta Junaidi dengan pidana 6 tahun. “Ada tadi (kemarin, Red) empat orang. Baru saja, 10.30 WIB kami terima di sini,” ungkap Sarwito, Kalapas Kelas II B Bondowoso, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Sarwito menerangkan, kepindahan mereka tak berkaitan dengan kondisi awan panas guguran (APG) Semeru yang terjadi di Lumajang. Melainkan, karena permintaan untuk dekat dengan keluarga. Mengingat, mereka merupakan warga Bondowoso. “Tidak, bukan (erupsi gunung Semeru, Red). Alhamdulillah di Lumajang aman juga,” tuturnya.

Menurut dia, napi pindahan ini tak langsung dikumpulkan dengan napi yang sudah ada di lapas. Melainkan masih harus menjalani karantina selama 14 hari di ruang khusus yang disediakan. Kendati pihak lapas telah menerima hasil rapid antigen yang negatif, namun karantina tetap dilakukan. “Selama 14 hari dikarantina di kamar isolasi mandiri.  Pantauan dari dokter. Nanti kalau kondisinya tidak ada perkembangan, baru diturunkan di kamar biasa,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/