alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Langkah LVRI Menyambut Hari Pahlawan, Bangun Rumah dan Musala Pejuang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bondowoso membangun rumah dan musala milik warga yang membantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Perang Patirana 1949 sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk menyambut Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Patirana merupakan salah satu dusun atau pedukuhan yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Pada saat terjadi perang dulu, tempat itu masih hutan, tidak seperti saat ini yang sudah menjadi permukiman. Daerah tersebut menjadi salah satu lokasi perang gerilya tentara Indonesia saat melawan agresi Belanda pascakemerdekaan.

Peperangan yang terjadi di tempat itu kemudian dikenal dengan Perang Patirana. Para warga sekitar antusias ikut membantu tentara Republik Indonesia. Mereka menjadi kurir yang bertugas membawakan senjata dan makanan kepada tentara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah seorang masyarakat sekitar yang membantu adalah Pak Mardiyah. Rumah orang tersebut saat ini sudah dibangun oleh LVRI Kabupaten Bondowoso dan diresmikan oleh pengurus Wakil Ketua II DPD LVRI Jawa Timur Kolonel Mar (Purn) Gatot Suharyoso, kemarin (06/11).

Ketua Panitia Gerakan Kemanusiaan LVRI Bondowoso Kapten CZI (Purn) Mursanto mengatakan, dipilihnya rumah Pak Mardiyah karena dia pernah membantu perjuangan tentara melawan Belanda. “Lokasi pembangunan merupakan tanah hak milik Pak Mardiyah, di Dusun Patirana, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan,” katanya.

Adapun Musala Al Hidayah di Dusun Patirana yang dibangun juga merupakan saksi sejarah dalam Perang Patirana, di mana warga sekitar juga membantu dalam peperangan. Musala yang mulanya hanya berdinding bambu itu kini sudah layak digunakan dan sudah berdinding tembok bata serta jauh lebih baik dari sebelumnya. “Di sana juga banyak orang mengaji soalnya,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bondowoso membangun rumah dan musala milik warga yang membantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Perang Patirana 1949 sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk menyambut Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Patirana merupakan salah satu dusun atau pedukuhan yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Pada saat terjadi perang dulu, tempat itu masih hutan, tidak seperti saat ini yang sudah menjadi permukiman. Daerah tersebut menjadi salah satu lokasi perang gerilya tentara Indonesia saat melawan agresi Belanda pascakemerdekaan.

Peperangan yang terjadi di tempat itu kemudian dikenal dengan Perang Patirana. Para warga sekitar antusias ikut membantu tentara Republik Indonesia. Mereka menjadi kurir yang bertugas membawakan senjata dan makanan kepada tentara.

Salah seorang masyarakat sekitar yang membantu adalah Pak Mardiyah. Rumah orang tersebut saat ini sudah dibangun oleh LVRI Kabupaten Bondowoso dan diresmikan oleh pengurus Wakil Ketua II DPD LVRI Jawa Timur Kolonel Mar (Purn) Gatot Suharyoso, kemarin (06/11).

Ketua Panitia Gerakan Kemanusiaan LVRI Bondowoso Kapten CZI (Purn) Mursanto mengatakan, dipilihnya rumah Pak Mardiyah karena dia pernah membantu perjuangan tentara melawan Belanda. “Lokasi pembangunan merupakan tanah hak milik Pak Mardiyah, di Dusun Patirana, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan,” katanya.

Adapun Musala Al Hidayah di Dusun Patirana yang dibangun juga merupakan saksi sejarah dalam Perang Patirana, di mana warga sekitar juga membantu dalam peperangan. Musala yang mulanya hanya berdinding bambu itu kini sudah layak digunakan dan sudah berdinding tembok bata serta jauh lebih baik dari sebelumnya. “Di sana juga banyak orang mengaji soalnya,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bondowoso membangun rumah dan musala milik warga yang membantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Perang Patirana 1949 sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk menyambut Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Patirana merupakan salah satu dusun atau pedukuhan yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Pada saat terjadi perang dulu, tempat itu masih hutan, tidak seperti saat ini yang sudah menjadi permukiman. Daerah tersebut menjadi salah satu lokasi perang gerilya tentara Indonesia saat melawan agresi Belanda pascakemerdekaan.

Peperangan yang terjadi di tempat itu kemudian dikenal dengan Perang Patirana. Para warga sekitar antusias ikut membantu tentara Republik Indonesia. Mereka menjadi kurir yang bertugas membawakan senjata dan makanan kepada tentara.

Salah seorang masyarakat sekitar yang membantu adalah Pak Mardiyah. Rumah orang tersebut saat ini sudah dibangun oleh LVRI Kabupaten Bondowoso dan diresmikan oleh pengurus Wakil Ketua II DPD LVRI Jawa Timur Kolonel Mar (Purn) Gatot Suharyoso, kemarin (06/11).

Ketua Panitia Gerakan Kemanusiaan LVRI Bondowoso Kapten CZI (Purn) Mursanto mengatakan, dipilihnya rumah Pak Mardiyah karena dia pernah membantu perjuangan tentara melawan Belanda. “Lokasi pembangunan merupakan tanah hak milik Pak Mardiyah, di Dusun Patirana, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan,” katanya.

Adapun Musala Al Hidayah di Dusun Patirana yang dibangun juga merupakan saksi sejarah dalam Perang Patirana, di mana warga sekitar juga membantu dalam peperangan. Musala yang mulanya hanya berdinding bambu itu kini sudah layak digunakan dan sudah berdinding tembok bata serta jauh lebih baik dari sebelumnya. “Di sana juga banyak orang mengaji soalnya,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/