alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tak Punya E-KTP, Sejumlah Warga Bondowoso Tak Bisa Terima Bansos

Dispenduk: Jaringan Pusat Kerap Bermasalah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menyikapi adanya nomor induk kependudukan (NIK) warga yang tidak online, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bondowoso menyebut bahwa hal tersebut terkendala dari jaringan pusat. Imbasnya, sejumlah warga Bondowoso diketahui tak bisa menerima bantuan sosial.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dispendukcapil Bondowoso Priyono Hadi Siswanto. Menurut dia, ketika jaringan dua server di pusat, yakni server SIAK dan DWH bermasalah, maka data NIK tersendat dan tidak dapat memperbarui. Server SIAK merupakan server yang online dengan Dispendukcapil setiap saat. Adapun server DWH secara teknis akan memperbarui data dari server SIAK. “Yang di pusat itu kan menangani se-Indonesia. Yang di DWH itu kadang tersendat karena masalah itu,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Meski dia tak dapat menjelaskan jumlah NIK yang belum online, namun masalah tersebut perlahan-lahan mulai dapat diperbaiki. Sebab, sistem dan cara pendataannya di pusat lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Di pusat juga disediakan tenaga yang banyak. Bondowoso ini masuk di wilayah 2,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Priyono memastikan, pendataan NIK di tingkat kabupaten pada dasarnya tidak ada kendala, karena data lokal terkoneksi dengan SIAK pusat. Namun, diakuinya bahwa memang ada laporan masuk dari warga yang tidak dapat menerima bantuan sosial akibat NIK-nya tidak online. Menurutnya, masalah itu diketahui ternyata mereka menggunakan NIK baru ketika pindah tempat.

“Itu sisa lama. Mereka tahu ketika mereka mencetak KTP. Di NIK barunya nggak akan bisa. Karena dia pasang sidik jari langsung ketemu kalau ganda,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menyikapi adanya nomor induk kependudukan (NIK) warga yang tidak online, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bondowoso menyebut bahwa hal tersebut terkendala dari jaringan pusat. Imbasnya, sejumlah warga Bondowoso diketahui tak bisa menerima bantuan sosial.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dispendukcapil Bondowoso Priyono Hadi Siswanto. Menurut dia, ketika jaringan dua server di pusat, yakni server SIAK dan DWH bermasalah, maka data NIK tersendat dan tidak dapat memperbarui. Server SIAK merupakan server yang online dengan Dispendukcapil setiap saat. Adapun server DWH secara teknis akan memperbarui data dari server SIAK. “Yang di pusat itu kan menangani se-Indonesia. Yang di DWH itu kadang tersendat karena masalah itu,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Meski dia tak dapat menjelaskan jumlah NIK yang belum online, namun masalah tersebut perlahan-lahan mulai dapat diperbaiki. Sebab, sistem dan cara pendataannya di pusat lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Di pusat juga disediakan tenaga yang banyak. Bondowoso ini masuk di wilayah 2,” urainya.

Priyono memastikan, pendataan NIK di tingkat kabupaten pada dasarnya tidak ada kendala, karena data lokal terkoneksi dengan SIAK pusat. Namun, diakuinya bahwa memang ada laporan masuk dari warga yang tidak dapat menerima bantuan sosial akibat NIK-nya tidak online. Menurutnya, masalah itu diketahui ternyata mereka menggunakan NIK baru ketika pindah tempat.

“Itu sisa lama. Mereka tahu ketika mereka mencetak KTP. Di NIK barunya nggak akan bisa. Karena dia pasang sidik jari langsung ketemu kalau ganda,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menyikapi adanya nomor induk kependudukan (NIK) warga yang tidak online, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bondowoso menyebut bahwa hal tersebut terkendala dari jaringan pusat. Imbasnya, sejumlah warga Bondowoso diketahui tak bisa menerima bantuan sosial.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dispendukcapil Bondowoso Priyono Hadi Siswanto. Menurut dia, ketika jaringan dua server di pusat, yakni server SIAK dan DWH bermasalah, maka data NIK tersendat dan tidak dapat memperbarui. Server SIAK merupakan server yang online dengan Dispendukcapil setiap saat. Adapun server DWH secara teknis akan memperbarui data dari server SIAK. “Yang di pusat itu kan menangani se-Indonesia. Yang di DWH itu kadang tersendat karena masalah itu,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Meski dia tak dapat menjelaskan jumlah NIK yang belum online, namun masalah tersebut perlahan-lahan mulai dapat diperbaiki. Sebab, sistem dan cara pendataannya di pusat lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Di pusat juga disediakan tenaga yang banyak. Bondowoso ini masuk di wilayah 2,” urainya.

Priyono memastikan, pendataan NIK di tingkat kabupaten pada dasarnya tidak ada kendala, karena data lokal terkoneksi dengan SIAK pusat. Namun, diakuinya bahwa memang ada laporan masuk dari warga yang tidak dapat menerima bantuan sosial akibat NIK-nya tidak online. Menurutnya, masalah itu diketahui ternyata mereka menggunakan NIK baru ketika pindah tempat.

“Itu sisa lama. Mereka tahu ketika mereka mencetak KTP. Di NIK barunya nggak akan bisa. Karena dia pasang sidik jari langsung ketemu kalau ganda,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/