alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Status Tanahnya Milik Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

TAMANAN, RADARJEMBER.ID – Kepala Desa Tamanan Hendrik Adi Purnawan mengungkap, kebutuhan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk melakukan perbaikan lapangan di Alun-Alun Tamanan. Anggaran itu dibutuhkan karena kondisi lapangan yang sudah kumuh dan belum ada perbaikan sama sekali. Apalagi, status tanah alun-alun milik desa.

Hendri menjelaskan, lapangan Alun-Alun Tamanan adalah tanah kas Desa Tamanan. Dia juga mulai merencanakan pembenahan dalam satu program, yaitu Desa Berdaya. “Lapangan Alun-Alun Tamanan akan dilakukan perubahan. Tanpa mengurangi fungsi asalnya. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 500 juta,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BACA JUGA : BPBD dan Polres Bondowoso Sudah Petakan Jalur Evakuasi Gunung Raung

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendrik menyatakan, pembangunan Alun-Alun Tamanan tidak hanya untuk sarana olahraga. Menurutnya, terdapat tiga target yang akan dikejar untuk sinergi desa dalam mendukung pengembangan Kecamatan Tamanan menjadi kota kedua.  “Kuliner, tempat main anak-anak, dan tempat untuk olahraga,” terangnya.

Menurutnya, landasan pembangunan itu sudah disusun rapi. Termasuk mobilitas masyarakat, agar menjadikan Alun-Alun Tamanan sebagai pusat keramaian. Menurutnya, saat ini alun-alun masih sepi. Sebab, belum ada yang menarik untuk menjadi hiburan bagi masyarakat. Akibatnya, warga Tamanan selalu mendatangi Alun-Alum Bondowoso atau Sukowono, Jember, untuk mencari hiburan. “Konsep renovasi lapangan itu akan diajukan ke Pemkab Bondowoso. Syukur-syukur juga ada bantuan dari pemkab,” urainya.

BACA JUGA : Anak di Bondowoso Wajib Diimunisasi dalam Sebulan

Dalam pengembangan itu dirinya akan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Tamanan. Di antaranya tahu, batik, dan kripik tape. Potensi itu diprioritaskan agar ada transaksi jual beli di Alun-Alun Tamanan. “Tahu Tamanan tetap kami angkat dalam UMKM. Sebab, itu juga menjadi ikon besar Tamanan,” ulasnya.

Dalam peta pembangunan tersebut, Hendrik mengatakan, pihaknya sudah menata sumber daya alamnya. Termasuk beberapa potensi usaha yang digeluti oleh masyarakat. “Yang paling diandalkan di sini (Tamanan, Red) hanya tahu dan batik itu. Karena paling terkenal,” pungkasnya.

 

Reporter: Zaini Dahlan
Foto      : Zaini Dahlan
Editor    : Dwi Siswanto

- Advertisement -

TAMANAN, RADARJEMBER.ID – Kepala Desa Tamanan Hendrik Adi Purnawan mengungkap, kebutuhan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk melakukan perbaikan lapangan di Alun-Alun Tamanan. Anggaran itu dibutuhkan karena kondisi lapangan yang sudah kumuh dan belum ada perbaikan sama sekali. Apalagi, status tanah alun-alun milik desa.

Hendri menjelaskan, lapangan Alun-Alun Tamanan adalah tanah kas Desa Tamanan. Dia juga mulai merencanakan pembenahan dalam satu program, yaitu Desa Berdaya. “Lapangan Alun-Alun Tamanan akan dilakukan perubahan. Tanpa mengurangi fungsi asalnya. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 500 juta,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BACA JUGA : BPBD dan Polres Bondowoso Sudah Petakan Jalur Evakuasi Gunung Raung

Hendrik menyatakan, pembangunan Alun-Alun Tamanan tidak hanya untuk sarana olahraga. Menurutnya, terdapat tiga target yang akan dikejar untuk sinergi desa dalam mendukung pengembangan Kecamatan Tamanan menjadi kota kedua.  “Kuliner, tempat main anak-anak, dan tempat untuk olahraga,” terangnya.

Menurutnya, landasan pembangunan itu sudah disusun rapi. Termasuk mobilitas masyarakat, agar menjadikan Alun-Alun Tamanan sebagai pusat keramaian. Menurutnya, saat ini alun-alun masih sepi. Sebab, belum ada yang menarik untuk menjadi hiburan bagi masyarakat. Akibatnya, warga Tamanan selalu mendatangi Alun-Alum Bondowoso atau Sukowono, Jember, untuk mencari hiburan. “Konsep renovasi lapangan itu akan diajukan ke Pemkab Bondowoso. Syukur-syukur juga ada bantuan dari pemkab,” urainya.

BACA JUGA : Anak di Bondowoso Wajib Diimunisasi dalam Sebulan

Dalam pengembangan itu dirinya akan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Tamanan. Di antaranya tahu, batik, dan kripik tape. Potensi itu diprioritaskan agar ada transaksi jual beli di Alun-Alun Tamanan. “Tahu Tamanan tetap kami angkat dalam UMKM. Sebab, itu juga menjadi ikon besar Tamanan,” ulasnya.

Dalam peta pembangunan tersebut, Hendrik mengatakan, pihaknya sudah menata sumber daya alamnya. Termasuk beberapa potensi usaha yang digeluti oleh masyarakat. “Yang paling diandalkan di sini (Tamanan, Red) hanya tahu dan batik itu. Karena paling terkenal,” pungkasnya.

 

Reporter: Zaini Dahlan
Foto      : Zaini Dahlan
Editor    : Dwi Siswanto

TAMANAN, RADARJEMBER.ID – Kepala Desa Tamanan Hendrik Adi Purnawan mengungkap, kebutuhan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk melakukan perbaikan lapangan di Alun-Alun Tamanan. Anggaran itu dibutuhkan karena kondisi lapangan yang sudah kumuh dan belum ada perbaikan sama sekali. Apalagi, status tanah alun-alun milik desa.

Hendri menjelaskan, lapangan Alun-Alun Tamanan adalah tanah kas Desa Tamanan. Dia juga mulai merencanakan pembenahan dalam satu program, yaitu Desa Berdaya. “Lapangan Alun-Alun Tamanan akan dilakukan perubahan. Tanpa mengurangi fungsi asalnya. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 500 juta,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BACA JUGA : BPBD dan Polres Bondowoso Sudah Petakan Jalur Evakuasi Gunung Raung

Hendrik menyatakan, pembangunan Alun-Alun Tamanan tidak hanya untuk sarana olahraga. Menurutnya, terdapat tiga target yang akan dikejar untuk sinergi desa dalam mendukung pengembangan Kecamatan Tamanan menjadi kota kedua.  “Kuliner, tempat main anak-anak, dan tempat untuk olahraga,” terangnya.

Menurutnya, landasan pembangunan itu sudah disusun rapi. Termasuk mobilitas masyarakat, agar menjadikan Alun-Alun Tamanan sebagai pusat keramaian. Menurutnya, saat ini alun-alun masih sepi. Sebab, belum ada yang menarik untuk menjadi hiburan bagi masyarakat. Akibatnya, warga Tamanan selalu mendatangi Alun-Alum Bondowoso atau Sukowono, Jember, untuk mencari hiburan. “Konsep renovasi lapangan itu akan diajukan ke Pemkab Bondowoso. Syukur-syukur juga ada bantuan dari pemkab,” urainya.

BACA JUGA : Anak di Bondowoso Wajib Diimunisasi dalam Sebulan

Dalam pengembangan itu dirinya akan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Tamanan. Di antaranya tahu, batik, dan kripik tape. Potensi itu diprioritaskan agar ada transaksi jual beli di Alun-Alun Tamanan. “Tahu Tamanan tetap kami angkat dalam UMKM. Sebab, itu juga menjadi ikon besar Tamanan,” ulasnya.

Dalam peta pembangunan tersebut, Hendrik mengatakan, pihaknya sudah menata sumber daya alamnya. Termasuk beberapa potensi usaha yang digeluti oleh masyarakat. “Yang paling diandalkan di sini (Tamanan, Red) hanya tahu dan batik itu. Karena paling terkenal,” pungkasnya.

 

Reporter: Zaini Dahlan
Foto      : Zaini Dahlan
Editor    : Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/