alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Padukan Kuliner, Bisnis, Edukasi, dan Pertunjukan Budaya Lokal 

Jika biasanya sekolah mengajarkan pendidikan formal, seperti IPA, IPS, dan lainnya, di Bondowoso ada sekolah yang cukup unik. Sekolah kopi yang mengajarkan pengolahan kopi dari hulu hingga hilir. Bagaimana keadaannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan produk kopi terlihat terpajang rapi dalam sebuah etalase di sebuah bangunan. Lengkap dengan tempat duduk yang cukup menarik karena menyajikan pemandangan alam yang memikat. Ternyata, tempat itu merupakan sekolah kopi yang diberi nama Raisa, kepanjangan dari Rawung Ijen Sumberwringin Agropolitan.

BACA JUGA : Kenaikan Harga Daging Ayam Tergolong Wajar

Sekolah tersebut disebut sebagai sekolah kopi pertama yang ada di Indonesia. Ternyata lembaga tersebut merupakan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di Kecamatan Sumberwringin. Pembentukan sekolah kopi itu merupakan hasil prestasi sebagai juara 2 lomba landmark tingkat nasional yang diikuti oleh 78 wilayah binaan PT Astra, dengan pendampingan LP2M Unej. Pendanaan pembentukan edukasi kopi berasal dari PT Astra dengan besaran maksimal Rp 300 juta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tempat tersebut, pengunjung tidak hanya bisa menikmati kopi khas di Bondowoso. Tapi, juga bisa mendapatkan pengetahuan seputar pengolahan kopi. Mulai dari proses tanam, perawatan, panen, pascapanen, hingga pengolahan. Uniknya, kurikulum yang disiapkan berasal dari Belanda. Tentunya menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di Bondowoso. Sebab, kopi yang dipanen di tempat itu akan diekspor ke Belanda.

Shaleh, Ketua BUMDesma Raisa, menjelaskan, melalui sekolah tersebut pihaknya akan mengajarkan kepada para pengunjung terkait seluruh proses perkopian yang ada di tempatnya. Mulai dari hulu hingga hilir. Dengan konsep utama yakni memadukan kuliner, bisnis, edukasi, dan pertunjukan budaya lokal khas Sumberwringin. “Di Raisa ini, siapa saja yang mau beli kopi, nanti kami ajari mulai nyeduhnya,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan produk kopi terlihat terpajang rapi dalam sebuah etalase di sebuah bangunan. Lengkap dengan tempat duduk yang cukup menarik karena menyajikan pemandangan alam yang memikat. Ternyata, tempat itu merupakan sekolah kopi yang diberi nama Raisa, kepanjangan dari Rawung Ijen Sumberwringin Agropolitan.

BACA JUGA : Kenaikan Harga Daging Ayam Tergolong Wajar

Sekolah tersebut disebut sebagai sekolah kopi pertama yang ada di Indonesia. Ternyata lembaga tersebut merupakan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di Kecamatan Sumberwringin. Pembentukan sekolah kopi itu merupakan hasil prestasi sebagai juara 2 lomba landmark tingkat nasional yang diikuti oleh 78 wilayah binaan PT Astra, dengan pendampingan LP2M Unej. Pendanaan pembentukan edukasi kopi berasal dari PT Astra dengan besaran maksimal Rp 300 juta.

Di tempat tersebut, pengunjung tidak hanya bisa menikmati kopi khas di Bondowoso. Tapi, juga bisa mendapatkan pengetahuan seputar pengolahan kopi. Mulai dari proses tanam, perawatan, panen, pascapanen, hingga pengolahan. Uniknya, kurikulum yang disiapkan berasal dari Belanda. Tentunya menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di Bondowoso. Sebab, kopi yang dipanen di tempat itu akan diekspor ke Belanda.

Shaleh, Ketua BUMDesma Raisa, menjelaskan, melalui sekolah tersebut pihaknya akan mengajarkan kepada para pengunjung terkait seluruh proses perkopian yang ada di tempatnya. Mulai dari hulu hingga hilir. Dengan konsep utama yakni memadukan kuliner, bisnis, edukasi, dan pertunjukan budaya lokal khas Sumberwringin. “Di Raisa ini, siapa saja yang mau beli kopi, nanti kami ajari mulai nyeduhnya,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan produk kopi terlihat terpajang rapi dalam sebuah etalase di sebuah bangunan. Lengkap dengan tempat duduk yang cukup menarik karena menyajikan pemandangan alam yang memikat. Ternyata, tempat itu merupakan sekolah kopi yang diberi nama Raisa, kepanjangan dari Rawung Ijen Sumberwringin Agropolitan.

BACA JUGA : Kenaikan Harga Daging Ayam Tergolong Wajar

Sekolah tersebut disebut sebagai sekolah kopi pertama yang ada di Indonesia. Ternyata lembaga tersebut merupakan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di Kecamatan Sumberwringin. Pembentukan sekolah kopi itu merupakan hasil prestasi sebagai juara 2 lomba landmark tingkat nasional yang diikuti oleh 78 wilayah binaan PT Astra, dengan pendampingan LP2M Unej. Pendanaan pembentukan edukasi kopi berasal dari PT Astra dengan besaran maksimal Rp 300 juta.

Di tempat tersebut, pengunjung tidak hanya bisa menikmati kopi khas di Bondowoso. Tapi, juga bisa mendapatkan pengetahuan seputar pengolahan kopi. Mulai dari proses tanam, perawatan, panen, pascapanen, hingga pengolahan. Uniknya, kurikulum yang disiapkan berasal dari Belanda. Tentunya menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di Bondowoso. Sebab, kopi yang dipanen di tempat itu akan diekspor ke Belanda.

Shaleh, Ketua BUMDesma Raisa, menjelaskan, melalui sekolah tersebut pihaknya akan mengajarkan kepada para pengunjung terkait seluruh proses perkopian yang ada di tempatnya. Mulai dari hulu hingga hilir. Dengan konsep utama yakni memadukan kuliner, bisnis, edukasi, dan pertunjukan budaya lokal khas Sumberwringin. “Di Raisa ini, siapa saja yang mau beli kopi, nanti kami ajari mulai nyeduhnya,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/