alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pendaki Gunung Ijen Bondowoso Dinyatakan Hilang, Berikut Kronologinya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Nasib nahas dialami Gavila Debi Atdrian. Remaja 18 tahun itu dinyatakan hilang saat mendaki ke puncak Gunung Ijen. Hingga berita ini ditulis, tim pencari dari TRC Disparbudpora, BPBD, Polres Bondowoso, dan TNI sedang melakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pria yang dinyatakan hilang itu adalah warga Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso. Saat ini dirinya masih duduk di Bangku SMK. Debi, panggilan akrabnya, berangkat menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada pukul 13.00 WIB, Sabtu (7/5) dini hari. Ia bersama sejumlah temannya mengendarai roda dua. Kemudian pada pukul 13.45 WIB mereka sampai di Paltuding.

Setelah sampai di tempat tersebut, ia bersama sejumlah temannya membeli tiket secara daring untuk dapat mendaki bersama sama. Kemudian mulai melakukan pendakian pada pukul 02.00 WIB.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tapi, sesampainya di puncak Kawah Gunung Ijen, rombongan tersebut berpisah. Sebagian turun ke kawah sementara dua orang yaitu Febri dan Deby menunggu di atas. Pada pukul 05.00 WIB Febri mengajak Deby turun terlebih dahulu menuju ke parkiran motor. Namun di tengah perjalanan, Deby ijin kepada Febri untuk kembali ke puncak karena ingin buang air besar. Sementara Febri turun ke parkiran motor seorang diri.

BACA JUGA: 14 Desa di Bondowoso Jadi Fokus Atasi Stunting

Setelah sampai di parkiran, selang beberapa jam rombongan tiba. Tapi, Deby tidak berada pada rombongan tersebut. Debi tak kunjung kembali. Teman-teman pun menelepon korban, Debi menjawab sudah ada di rumah. Tanpa menaruh curiga sedikitpun akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Nasib nahas dialami Gavila Debi Atdrian. Remaja 18 tahun itu dinyatakan hilang saat mendaki ke puncak Gunung Ijen. Hingga berita ini ditulis, tim pencari dari TRC Disparbudpora, BPBD, Polres Bondowoso, dan TNI sedang melakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pria yang dinyatakan hilang itu adalah warga Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso. Saat ini dirinya masih duduk di Bangku SMK. Debi, panggilan akrabnya, berangkat menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada pukul 13.00 WIB, Sabtu (7/5) dini hari. Ia bersama sejumlah temannya mengendarai roda dua. Kemudian pada pukul 13.45 WIB mereka sampai di Paltuding.

Setelah sampai di tempat tersebut, ia bersama sejumlah temannya membeli tiket secara daring untuk dapat mendaki bersama sama. Kemudian mulai melakukan pendakian pada pukul 02.00 WIB.

Tapi, sesampainya di puncak Kawah Gunung Ijen, rombongan tersebut berpisah. Sebagian turun ke kawah sementara dua orang yaitu Febri dan Deby menunggu di atas. Pada pukul 05.00 WIB Febri mengajak Deby turun terlebih dahulu menuju ke parkiran motor. Namun di tengah perjalanan, Deby ijin kepada Febri untuk kembali ke puncak karena ingin buang air besar. Sementara Febri turun ke parkiran motor seorang diri.

BACA JUGA: 14 Desa di Bondowoso Jadi Fokus Atasi Stunting

Setelah sampai di parkiran, selang beberapa jam rombongan tiba. Tapi, Deby tidak berada pada rombongan tersebut. Debi tak kunjung kembali. Teman-teman pun menelepon korban, Debi menjawab sudah ada di rumah. Tanpa menaruh curiga sedikitpun akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Nasib nahas dialami Gavila Debi Atdrian. Remaja 18 tahun itu dinyatakan hilang saat mendaki ke puncak Gunung Ijen. Hingga berita ini ditulis, tim pencari dari TRC Disparbudpora, BPBD, Polres Bondowoso, dan TNI sedang melakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pria yang dinyatakan hilang itu adalah warga Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso. Saat ini dirinya masih duduk di Bangku SMK. Debi, panggilan akrabnya, berangkat menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada pukul 13.00 WIB, Sabtu (7/5) dini hari. Ia bersama sejumlah temannya mengendarai roda dua. Kemudian pada pukul 13.45 WIB mereka sampai di Paltuding.

Setelah sampai di tempat tersebut, ia bersama sejumlah temannya membeli tiket secara daring untuk dapat mendaki bersama sama. Kemudian mulai melakukan pendakian pada pukul 02.00 WIB.

Tapi, sesampainya di puncak Kawah Gunung Ijen, rombongan tersebut berpisah. Sebagian turun ke kawah sementara dua orang yaitu Febri dan Deby menunggu di atas. Pada pukul 05.00 WIB Febri mengajak Deby turun terlebih dahulu menuju ke parkiran motor. Namun di tengah perjalanan, Deby ijin kepada Febri untuk kembali ke puncak karena ingin buang air besar. Sementara Febri turun ke parkiran motor seorang diri.

BACA JUGA: 14 Desa di Bondowoso Jadi Fokus Atasi Stunting

Setelah sampai di parkiran, selang beberapa jam rombongan tiba. Tapi, Deby tidak berada pada rombongan tersebut. Debi tak kunjung kembali. Teman-teman pun menelepon korban, Debi menjawab sudah ada di rumah. Tanpa menaruh curiga sedikitpun akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/