alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Penanganan Covid-19 Dinilai Pakar Covid-19 Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim pakar Covid-9 nasional yang diwakili oleh Ketua Tim Wilayah V Satgas Covid-19 Pusat mengunjungi Kabupaten Bondowoso, kemarin. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan support dan dukungan mengenai penanganan dan pengendalian Covid-19 di Bondowoso.

Sri Eko Pranggono, Ketua Tim Wilayah V, menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi, terdapat beberapa daerah yang memiliki terobosan positif dalam pengendalian Covid-19. Pihaknya akan mereplikasi kebijakan tersebut untuk diterapkan di seluruh daerah, agar mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengapresiasi pencapaian Kabupaten Bondowoso, di mana semua wilayah sudah hampir zona hijau. Hal itu, menurutnya, tidak didapatkan secara tiba-tiba. Melainkan berdasarkan hasil kerja keras satgas hingga peran penting dari masyarakat. “Harapan kami, mudah-mudahan tetap hijau. Kami mengendalikan agar Covid-19 tidak naik lagi,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa larangan mudik yang sudah ditetapkan harus benar-benar dilakukan pengawasan secara ketat. Walaupun, menurutnya, mudik merupakan tradisi di berbagai wilayah. Meski demikian, dengan adanya penyebaran Covid-19 di Indonesia sejak satu tahun yang lalu, tradisi ini ditiadakan untuk mengantisipasi penyebarannya lebih luas lagi. Hal tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam upaya pencegahan penularannya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim pakar Covid-9 nasional yang diwakili oleh Ketua Tim Wilayah V Satgas Covid-19 Pusat mengunjungi Kabupaten Bondowoso, kemarin. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan support dan dukungan mengenai penanganan dan pengendalian Covid-19 di Bondowoso.

Sri Eko Pranggono, Ketua Tim Wilayah V, menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi, terdapat beberapa daerah yang memiliki terobosan positif dalam pengendalian Covid-19. Pihaknya akan mereplikasi kebijakan tersebut untuk diterapkan di seluruh daerah, agar mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengapresiasi pencapaian Kabupaten Bondowoso, di mana semua wilayah sudah hampir zona hijau. Hal itu, menurutnya, tidak didapatkan secara tiba-tiba. Melainkan berdasarkan hasil kerja keras satgas hingga peran penting dari masyarakat. “Harapan kami, mudah-mudahan tetap hijau. Kami mengendalikan agar Covid-19 tidak naik lagi,” ujarnya.

Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa larangan mudik yang sudah ditetapkan harus benar-benar dilakukan pengawasan secara ketat. Walaupun, menurutnya, mudik merupakan tradisi di berbagai wilayah. Meski demikian, dengan adanya penyebaran Covid-19 di Indonesia sejak satu tahun yang lalu, tradisi ini ditiadakan untuk mengantisipasi penyebarannya lebih luas lagi. Hal tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam upaya pencegahan penularannya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim pakar Covid-9 nasional yang diwakili oleh Ketua Tim Wilayah V Satgas Covid-19 Pusat mengunjungi Kabupaten Bondowoso, kemarin. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan support dan dukungan mengenai penanganan dan pengendalian Covid-19 di Bondowoso.

Sri Eko Pranggono, Ketua Tim Wilayah V, menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi, terdapat beberapa daerah yang memiliki terobosan positif dalam pengendalian Covid-19. Pihaknya akan mereplikasi kebijakan tersebut untuk diterapkan di seluruh daerah, agar mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengapresiasi pencapaian Kabupaten Bondowoso, di mana semua wilayah sudah hampir zona hijau. Hal itu, menurutnya, tidak didapatkan secara tiba-tiba. Melainkan berdasarkan hasil kerja keras satgas hingga peran penting dari masyarakat. “Harapan kami, mudah-mudahan tetap hijau. Kami mengendalikan agar Covid-19 tidak naik lagi,” ujarnya.

Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa larangan mudik yang sudah ditetapkan harus benar-benar dilakukan pengawasan secara ketat. Walaupun, menurutnya, mudik merupakan tradisi di berbagai wilayah. Meski demikian, dengan adanya penyebaran Covid-19 di Indonesia sejak satu tahun yang lalu, tradisi ini ditiadakan untuk mengantisipasi penyebarannya lebih luas lagi. Hal tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam upaya pencegahan penularannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/