alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

203 Warga Binaan Diusulkan Dapat Remisi

Pengurangan Masa Hukuman 15 Hari hingga 2 Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso mengusulkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Total ada 203 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang di antaranya memenuhi syarat dan berhak mendapat usulan pengurangan hukuman.

Sarwito, Kalapas Bondowoso, menerangkan, 203 napi yang diusulkan dapat remisi tersebut sebagian besar terdiri atas kasus kriminal maupun obat-obatan. Proses pengusulan remisi dilakukan jauh hari sebelumnya, dengan pendataan secara daring melalui aplikasi sistem database pemasyarakatan. “Kami tidak bisa main-main dalam pengusulan remisi. Karena semuanya sudah termonitor secara daring. Mereka yang berhak untuk diusulkan ada tandanya,” ungkapnya.

Jumlah 203 tersebut bisa saja berubah setelah datangnya putusan pada hari raya, yakni remisi khusus susulan. Namun hingga kini, belum ada napi yang masuk kategori susulan. “Tapi, setelah hari raya, mungkin ada putusan-putusan yang dilaksanakan oleh kejaksaan,” beber Sarwito.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskannya, dalam remisi khusus terdapat pengurangan hukuman paling sedikit 15 hari dan paling banyak 2 bulan. “Di tahun pertama dia dapatnya 15 hari. Di tahun ketiga dan seterusnya itu dapatnya 2 bulan,” lanjutnya.

Adapun syarat warga binaan yang diusulkan remisi yakni berstatus narapidana dan mempunyai kekuatan hukum tetap. Selain itu, napi harus menjalani minimal enam bulan pertama, tidak melakukan pelanggaran, dan selalu berbuat baik di dalam lapas.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso mengusulkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Total ada 203 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang di antaranya memenuhi syarat dan berhak mendapat usulan pengurangan hukuman.

Sarwito, Kalapas Bondowoso, menerangkan, 203 napi yang diusulkan dapat remisi tersebut sebagian besar terdiri atas kasus kriminal maupun obat-obatan. Proses pengusulan remisi dilakukan jauh hari sebelumnya, dengan pendataan secara daring melalui aplikasi sistem database pemasyarakatan. “Kami tidak bisa main-main dalam pengusulan remisi. Karena semuanya sudah termonitor secara daring. Mereka yang berhak untuk diusulkan ada tandanya,” ungkapnya.

Jumlah 203 tersebut bisa saja berubah setelah datangnya putusan pada hari raya, yakni remisi khusus susulan. Namun hingga kini, belum ada napi yang masuk kategori susulan. “Tapi, setelah hari raya, mungkin ada putusan-putusan yang dilaksanakan oleh kejaksaan,” beber Sarwito.

Dijelaskannya, dalam remisi khusus terdapat pengurangan hukuman paling sedikit 15 hari dan paling banyak 2 bulan. “Di tahun pertama dia dapatnya 15 hari. Di tahun ketiga dan seterusnya itu dapatnya 2 bulan,” lanjutnya.

Adapun syarat warga binaan yang diusulkan remisi yakni berstatus narapidana dan mempunyai kekuatan hukum tetap. Selain itu, napi harus menjalani minimal enam bulan pertama, tidak melakukan pelanggaran, dan selalu berbuat baik di dalam lapas.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso mengusulkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Total ada 203 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang di antaranya memenuhi syarat dan berhak mendapat usulan pengurangan hukuman.

Sarwito, Kalapas Bondowoso, menerangkan, 203 napi yang diusulkan dapat remisi tersebut sebagian besar terdiri atas kasus kriminal maupun obat-obatan. Proses pengusulan remisi dilakukan jauh hari sebelumnya, dengan pendataan secara daring melalui aplikasi sistem database pemasyarakatan. “Kami tidak bisa main-main dalam pengusulan remisi. Karena semuanya sudah termonitor secara daring. Mereka yang berhak untuk diusulkan ada tandanya,” ungkapnya.

Jumlah 203 tersebut bisa saja berubah setelah datangnya putusan pada hari raya, yakni remisi khusus susulan. Namun hingga kini, belum ada napi yang masuk kategori susulan. “Tapi, setelah hari raya, mungkin ada putusan-putusan yang dilaksanakan oleh kejaksaan,” beber Sarwito.

Dijelaskannya, dalam remisi khusus terdapat pengurangan hukuman paling sedikit 15 hari dan paling banyak 2 bulan. “Di tahun pertama dia dapatnya 15 hari. Di tahun ketiga dan seterusnya itu dapatnya 2 bulan,” lanjutnya.

Adapun syarat warga binaan yang diusulkan remisi yakni berstatus narapidana dan mempunyai kekuatan hukum tetap. Selain itu, napi harus menjalani minimal enam bulan pertama, tidak melakukan pelanggaran, dan selalu berbuat baik di dalam lapas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/