alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Ingin Ringankan Beban Orang Tua

Kisah Dua Siswa Jualan Salad Buah Penghasilan orang tua yang pas-pasan tak membuat dua siswa ini mengeluh. Mereka pun berinisiatif untuk mandiri. Salah satunya dengan berdagang. Mereka berjualan salad buah. Seperti apa kisahnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dua siswa asal Bondowoso ini tak ingin diam saja. Ketika kedua orang tuanya hanya seorang buruh tani dengan penghasilan pas-pasan, mereka tak mau bergantung pada kedua orang tuanya semata untuk biaya pendidikan.

Mereka adalah Aji Budin, 15, siswa kelas IX di salah satu SMP, dan Hakikin, 17, salah seorang siswa kelas X di salah satu SMK. Keduanya memilih bekerja sama untuk membangun usaha kecil-kecilan. Mereka memilih berjualan salad buah untuk biaya pendidikan.

Aji Budin mengaku, usaha bersama ini dirintis saat dia bertemu Hakikin dalam sebuah kegiatan ekstrakurikuler bela diri di luar sekolah. “Karena dalam kegiatan kami butuh biaya saat pengesahan nanti, maka kami berdua jualan dan hasilnya kami tabung,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Modal awal untuk membuat salad buah itu sebesar Rp 300 ribu. Itu pun mereka dapatkan dengan meminjam. “Alhamdulillah, sekarang balik modal,” imbuhnya.

Hakikin menyebut bahwa mereka berjualan sudah sekitar dua minggu. Dalam seminggu berjualan maksimal dua hari. “Sudah lima kali jualan. Tidak setiap hari karena sekolah sekarang kan masuk. Kalau tidak masuk, baru jualan,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dua siswa asal Bondowoso ini tak ingin diam saja. Ketika kedua orang tuanya hanya seorang buruh tani dengan penghasilan pas-pasan, mereka tak mau bergantung pada kedua orang tuanya semata untuk biaya pendidikan.

Mereka adalah Aji Budin, 15, siswa kelas IX di salah satu SMP, dan Hakikin, 17, salah seorang siswa kelas X di salah satu SMK. Keduanya memilih bekerja sama untuk membangun usaha kecil-kecilan. Mereka memilih berjualan salad buah untuk biaya pendidikan.

Aji Budin mengaku, usaha bersama ini dirintis saat dia bertemu Hakikin dalam sebuah kegiatan ekstrakurikuler bela diri di luar sekolah. “Karena dalam kegiatan kami butuh biaya saat pengesahan nanti, maka kami berdua jualan dan hasilnya kami tabung,” katanya.

Modal awal untuk membuat salad buah itu sebesar Rp 300 ribu. Itu pun mereka dapatkan dengan meminjam. “Alhamdulillah, sekarang balik modal,” imbuhnya.

Hakikin menyebut bahwa mereka berjualan sudah sekitar dua minggu. Dalam seminggu berjualan maksimal dua hari. “Sudah lima kali jualan. Tidak setiap hari karena sekolah sekarang kan masuk. Kalau tidak masuk, baru jualan,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dua siswa asal Bondowoso ini tak ingin diam saja. Ketika kedua orang tuanya hanya seorang buruh tani dengan penghasilan pas-pasan, mereka tak mau bergantung pada kedua orang tuanya semata untuk biaya pendidikan.

Mereka adalah Aji Budin, 15, siswa kelas IX di salah satu SMP, dan Hakikin, 17, salah seorang siswa kelas X di salah satu SMK. Keduanya memilih bekerja sama untuk membangun usaha kecil-kecilan. Mereka memilih berjualan salad buah untuk biaya pendidikan.

Aji Budin mengaku, usaha bersama ini dirintis saat dia bertemu Hakikin dalam sebuah kegiatan ekstrakurikuler bela diri di luar sekolah. “Karena dalam kegiatan kami butuh biaya saat pengesahan nanti, maka kami berdua jualan dan hasilnya kami tabung,” katanya.

Modal awal untuk membuat salad buah itu sebesar Rp 300 ribu. Itu pun mereka dapatkan dengan meminjam. “Alhamdulillah, sekarang balik modal,” imbuhnya.

Hakikin menyebut bahwa mereka berjualan sudah sekitar dua minggu. Dalam seminggu berjualan maksimal dua hari. “Sudah lima kali jualan. Tidak setiap hari karena sekolah sekarang kan masuk. Kalau tidak masuk, baru jualan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/