alexametrics
24 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Minta PMI Bondowoso Pisahkan Urusan Politik dengan Kemanusiaan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah dilantik pada pertengahan Desember lalu, pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso akhirnya menggelar musyawarah kerja (musker) perdana di Sabha Bina Praja II, kemarin (7/3). Salah satu pembahasan dalam kegiatan itu adalah penegasan tidak boleh mencampuradukkan urusan politik ke dalam urusan PMI atau kemanusiaan.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat menghadiri acara tersebut mengatakan, PMI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan harus mengedepankan kemanusiaan. “Jangan sampai urusan politik mengotori misi kemanusiaan di PMI,” ujarnya ketika dikonfirmasi sejumlah awak media.

Pernyataan Irwan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Sebab, mengambil pelajaran dari kejadian sebelumnya, yaitu dalam beberapa periode sebelumnya sempat carut-marut akibat kepentingan politik. Karenanya, pengurus PMI Bondowoso selama hampir lebih dari dua tahun tidak terbangun dengan baik. “Hal itu yang tidak kami inginkan. Ke depan PMI harus profesional dalam urusan kemanusiaan,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikonfirmasi terkait formasi pengurus PMI saat ini yang rata-rata dijabat oleh eselon II atau kepala organisasi perangkat daerah, Irwan menuturkan, hal tersebut merupakan salah satu bentuk sinergisitas antara PMI dengan pemerintah daerah setempat. Terlebih biasanya setiap tahun, organisasi satu ini memang mendapatkan hibah dari pemerintah. “Karena PMI juga mengelola keuangan dari daerah,” katanya

Ketua PMI Kabupaten Bondowoso Soekaryo menuturkan, pihaknya telah meminta kepada para pengurusnya agar terbuka kepada siapa pun dalam menjalankan segala kegiatan nantinya. “Karena ini yang kita urusi adalah terkait kemanusiaan,” beber pria yang juga PJ Sekda Bondowoso ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah dilantik pada pertengahan Desember lalu, pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso akhirnya menggelar musyawarah kerja (musker) perdana di Sabha Bina Praja II, kemarin (7/3). Salah satu pembahasan dalam kegiatan itu adalah penegasan tidak boleh mencampuradukkan urusan politik ke dalam urusan PMI atau kemanusiaan.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat menghadiri acara tersebut mengatakan, PMI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan harus mengedepankan kemanusiaan. “Jangan sampai urusan politik mengotori misi kemanusiaan di PMI,” ujarnya ketika dikonfirmasi sejumlah awak media.

Pernyataan Irwan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Sebab, mengambil pelajaran dari kejadian sebelumnya, yaitu dalam beberapa periode sebelumnya sempat carut-marut akibat kepentingan politik. Karenanya, pengurus PMI Bondowoso selama hampir lebih dari dua tahun tidak terbangun dengan baik. “Hal itu yang tidak kami inginkan. Ke depan PMI harus profesional dalam urusan kemanusiaan,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait formasi pengurus PMI saat ini yang rata-rata dijabat oleh eselon II atau kepala organisasi perangkat daerah, Irwan menuturkan, hal tersebut merupakan salah satu bentuk sinergisitas antara PMI dengan pemerintah daerah setempat. Terlebih biasanya setiap tahun, organisasi satu ini memang mendapatkan hibah dari pemerintah. “Karena PMI juga mengelola keuangan dari daerah,” katanya

Ketua PMI Kabupaten Bondowoso Soekaryo menuturkan, pihaknya telah meminta kepada para pengurusnya agar terbuka kepada siapa pun dalam menjalankan segala kegiatan nantinya. “Karena ini yang kita urusi adalah terkait kemanusiaan,” beber pria yang juga PJ Sekda Bondowoso ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah dilantik pada pertengahan Desember lalu, pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso akhirnya menggelar musyawarah kerja (musker) perdana di Sabha Bina Praja II, kemarin (7/3). Salah satu pembahasan dalam kegiatan itu adalah penegasan tidak boleh mencampuradukkan urusan politik ke dalam urusan PMI atau kemanusiaan.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat menghadiri acara tersebut mengatakan, PMI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan harus mengedepankan kemanusiaan. “Jangan sampai urusan politik mengotori misi kemanusiaan di PMI,” ujarnya ketika dikonfirmasi sejumlah awak media.

Pernyataan Irwan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Sebab, mengambil pelajaran dari kejadian sebelumnya, yaitu dalam beberapa periode sebelumnya sempat carut-marut akibat kepentingan politik. Karenanya, pengurus PMI Bondowoso selama hampir lebih dari dua tahun tidak terbangun dengan baik. “Hal itu yang tidak kami inginkan. Ke depan PMI harus profesional dalam urusan kemanusiaan,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait formasi pengurus PMI saat ini yang rata-rata dijabat oleh eselon II atau kepala organisasi perangkat daerah, Irwan menuturkan, hal tersebut merupakan salah satu bentuk sinergisitas antara PMI dengan pemerintah daerah setempat. Terlebih biasanya setiap tahun, organisasi satu ini memang mendapatkan hibah dari pemerintah. “Karena PMI juga mengelola keuangan dari daerah,” katanya

Ketua PMI Kabupaten Bondowoso Soekaryo menuturkan, pihaknya telah meminta kepada para pengurusnya agar terbuka kepada siapa pun dalam menjalankan segala kegiatan nantinya. “Karena ini yang kita urusi adalah terkait kemanusiaan,” beber pria yang juga PJ Sekda Bondowoso ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/