alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Assessmen Ijen Geopark Tertunda

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengusulan Ijen Geopark oleh Kabupaten Bondowoso-Banyuwangi pada  Global Geopark Unesco hingga saat ini masih tersendat pandemi. Pertama kali diusulkan Agustus 2020 lalu, hingga saat ini prosesnya masih stagnan.

Menengok pada catatan perjalanan Ijen Geopark, terakhir Pemkab Bondowoso mengikuti pra-assessment oleh GGN Internasional Expert UNESCO, Dr. Guy Martini secara virtual, 28 Oktober 2021 lalu. Usai itu, disebutkan akan dilakukan asesmen langsung oleh tim Global Geopark Unesco pada sekitar Februari atau Maret 2022 ini. 

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Moelyadi mengaku, asesment diperkirakan baru akan dilakukan pada Mei 2022. Karena, rencana asesment sempat berubah-rubah mengikuti perkembangan pandemi. “Berita terakhir ini kan bulan Mei, tapi kalau terjadi lonjakan lagi ya bisa mundur lagi,” ujarnya. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menegaskan tim di Bondowoso sedia kapan saja jika hendak dilakukan asesment. Karena selama ini pihaknya terus melakukan pembenahan dari berbagai sektor. Baik secara fisik atau pun administrasi. 

Dijabarkan, kesiapan fisik khusus infrastruktur telah sesuai dengan standar. Kendati, masih ada kekurangan sedikit yang memerlukan pembenahan. Seperti infrastruktur jalan menuju kompleks Mata Air Panas Blawan, Puncak Megasari, dan ke Guo Buto di Kecamatan Cerme. “Secara kasat mata sudah bisa dilalui oleh para wisatawan maupun pengunjung dari luar. Tapi secara administrasi pun kita sudah siap,” urainya. 

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengusulan Ijen Geopark oleh Kabupaten Bondowoso-Banyuwangi pada  Global Geopark Unesco hingga saat ini masih tersendat pandemi. Pertama kali diusulkan Agustus 2020 lalu, hingga saat ini prosesnya masih stagnan.

Menengok pada catatan perjalanan Ijen Geopark, terakhir Pemkab Bondowoso mengikuti pra-assessment oleh GGN Internasional Expert UNESCO, Dr. Guy Martini secara virtual, 28 Oktober 2021 lalu. Usai itu, disebutkan akan dilakukan asesmen langsung oleh tim Global Geopark Unesco pada sekitar Februari atau Maret 2022 ini. 

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Moelyadi mengaku, asesment diperkirakan baru akan dilakukan pada Mei 2022. Karena, rencana asesment sempat berubah-rubah mengikuti perkembangan pandemi. “Berita terakhir ini kan bulan Mei, tapi kalau terjadi lonjakan lagi ya bisa mundur lagi,” ujarnya. 

Dia menegaskan tim di Bondowoso sedia kapan saja jika hendak dilakukan asesment. Karena selama ini pihaknya terus melakukan pembenahan dari berbagai sektor. Baik secara fisik atau pun administrasi. 

Dijabarkan, kesiapan fisik khusus infrastruktur telah sesuai dengan standar. Kendati, masih ada kekurangan sedikit yang memerlukan pembenahan. Seperti infrastruktur jalan menuju kompleks Mata Air Panas Blawan, Puncak Megasari, dan ke Guo Buto di Kecamatan Cerme. “Secara kasat mata sudah bisa dilalui oleh para wisatawan maupun pengunjung dari luar. Tapi secara administrasi pun kita sudah siap,” urainya. 

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengusulan Ijen Geopark oleh Kabupaten Bondowoso-Banyuwangi pada  Global Geopark Unesco hingga saat ini masih tersendat pandemi. Pertama kali diusulkan Agustus 2020 lalu, hingga saat ini prosesnya masih stagnan.

Menengok pada catatan perjalanan Ijen Geopark, terakhir Pemkab Bondowoso mengikuti pra-assessment oleh GGN Internasional Expert UNESCO, Dr. Guy Martini secara virtual, 28 Oktober 2021 lalu. Usai itu, disebutkan akan dilakukan asesmen langsung oleh tim Global Geopark Unesco pada sekitar Februari atau Maret 2022 ini. 

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Moelyadi mengaku, asesment diperkirakan baru akan dilakukan pada Mei 2022. Karena, rencana asesment sempat berubah-rubah mengikuti perkembangan pandemi. “Berita terakhir ini kan bulan Mei, tapi kalau terjadi lonjakan lagi ya bisa mundur lagi,” ujarnya. 

Dia menegaskan tim di Bondowoso sedia kapan saja jika hendak dilakukan asesment. Karena selama ini pihaknya terus melakukan pembenahan dari berbagai sektor. Baik secara fisik atau pun administrasi. 

Dijabarkan, kesiapan fisik khusus infrastruktur telah sesuai dengan standar. Kendati, masih ada kekurangan sedikit yang memerlukan pembenahan. Seperti infrastruktur jalan menuju kompleks Mata Air Panas Blawan, Puncak Megasari, dan ke Guo Buto di Kecamatan Cerme. “Secara kasat mata sudah bisa dilalui oleh para wisatawan maupun pengunjung dari luar. Tapi secara administrasi pun kita sudah siap,” urainya. 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/