alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Berharap Bisa Jadi Guide Wisatawan Lokal

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jawa Pos Radar Ijen terus melanjutkan program Ngopi (Ngobrol Pis-Tipis) yang dilakukan satu kali dalam satu pekan. Melalui live instagram @radar_ijen. Kegiatan tersebut sudah berjalan selama tiga pekan berturut-turut.

Pada Ngopi edisi ke-3, hadir Fita Okta Fiana, Koordinator Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) wilayah Bondowoso. Membahas seputar dunia outdoor saat ini, serta berbagai pengalaman yang menarik selama menjadi pemandu gunung.

Fakta unik terkuak dalam diskusi diacara tersebut. Fita selama ini lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk menjadi guide para wisatawan asing dari berbagai negara. Hal tersebut karena memang dirinya mengikuti travel agent yang khusus untuk wisatawan asing. Meskipun demikian, dirinya tetap berharap bisa menjadi guide bagi wisatawan lokal. “Selama ini kesempatannya memang menjadi guide untuk turis asing. Jadi pengen banget bisa jadi guide untuk lokal,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kesempatan menjadi guide, tidak hanya dimanfaatkan untuk memandu pendakian saja. Melainkan dijadikan sebagai ajang belajar bahasa asing dari berbagai negara. Bhasa Thailand misalnya. Selain itu, selama menjadi guide juga dimanfaatkan untuk sharing tentang negara masing-masing wisatawan. Mulai dari makanan khas negaranya hingga kebiasaan dan ciri khas yang ada.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pengalaman berkesan selama menjadi guide adalah momen-momen yang hanya bisa didapatkan ketika diluar ruangan. “Pernah dulu Ngeguide ke Bromo terus pada malam itu meteroidnya pada jatuh. Jadi langsung bisa lihat dengan mata kepala sendiri,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jawa Pos Radar Ijen terus melanjutkan program Ngopi (Ngobrol Pis-Tipis) yang dilakukan satu kali dalam satu pekan. Melalui live instagram @radar_ijen. Kegiatan tersebut sudah berjalan selama tiga pekan berturut-turut.

Pada Ngopi edisi ke-3, hadir Fita Okta Fiana, Koordinator Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) wilayah Bondowoso. Membahas seputar dunia outdoor saat ini, serta berbagai pengalaman yang menarik selama menjadi pemandu gunung.

Fakta unik terkuak dalam diskusi diacara tersebut. Fita selama ini lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk menjadi guide para wisatawan asing dari berbagai negara. Hal tersebut karena memang dirinya mengikuti travel agent yang khusus untuk wisatawan asing. Meskipun demikian, dirinya tetap berharap bisa menjadi guide bagi wisatawan lokal. “Selama ini kesempatannya memang menjadi guide untuk turis asing. Jadi pengen banget bisa jadi guide untuk lokal,” ungkapnya.

Kesempatan menjadi guide, tidak hanya dimanfaatkan untuk memandu pendakian saja. Melainkan dijadikan sebagai ajang belajar bahasa asing dari berbagai negara. Bhasa Thailand misalnya. Selain itu, selama menjadi guide juga dimanfaatkan untuk sharing tentang negara masing-masing wisatawan. Mulai dari makanan khas negaranya hingga kebiasaan dan ciri khas yang ada.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pengalaman berkesan selama menjadi guide adalah momen-momen yang hanya bisa didapatkan ketika diluar ruangan. “Pernah dulu Ngeguide ke Bromo terus pada malam itu meteroidnya pada jatuh. Jadi langsung bisa lihat dengan mata kepala sendiri,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Jawa Pos Radar Ijen terus melanjutkan program Ngopi (Ngobrol Pis-Tipis) yang dilakukan satu kali dalam satu pekan. Melalui live instagram @radar_ijen. Kegiatan tersebut sudah berjalan selama tiga pekan berturut-turut.

Pada Ngopi edisi ke-3, hadir Fita Okta Fiana, Koordinator Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) wilayah Bondowoso. Membahas seputar dunia outdoor saat ini, serta berbagai pengalaman yang menarik selama menjadi pemandu gunung.

Fakta unik terkuak dalam diskusi diacara tersebut. Fita selama ini lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk menjadi guide para wisatawan asing dari berbagai negara. Hal tersebut karena memang dirinya mengikuti travel agent yang khusus untuk wisatawan asing. Meskipun demikian, dirinya tetap berharap bisa menjadi guide bagi wisatawan lokal. “Selama ini kesempatannya memang menjadi guide untuk turis asing. Jadi pengen banget bisa jadi guide untuk lokal,” ungkapnya.

Kesempatan menjadi guide, tidak hanya dimanfaatkan untuk memandu pendakian saja. Melainkan dijadikan sebagai ajang belajar bahasa asing dari berbagai negara. Bhasa Thailand misalnya. Selain itu, selama menjadi guide juga dimanfaatkan untuk sharing tentang negara masing-masing wisatawan. Mulai dari makanan khas negaranya hingga kebiasaan dan ciri khas yang ada.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pengalaman berkesan selama menjadi guide adalah momen-momen yang hanya bisa didapatkan ketika diluar ruangan. “Pernah dulu Ngeguide ke Bromo terus pada malam itu meteroidnya pada jatuh. Jadi langsung bisa lihat dengan mata kepala sendiri,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/