alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Minat Baca di Bondowoso Makin Menurun

Hanya Berkisar 47 Ribu Selama Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Minat baca masyarakat Bondowoso menurun selama pandemi. Hal itu dibuktikan dengan menurunnya jumlah kunjungan ke perpustakaan. Terlebih, dalam beberapa waktu lalu, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bondowoso sempat tutup akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Keberadaan program inovasi Gerakan Literasi Daerah (Gelida) diharapkan mampu meningkatkan minat literasi masyarakat Bumi Ki Ronggo.

Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso, jumlah kunjungan selama pandemi hanya kurang lebih 47 ribu saja. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan sebelum adanya korona, yakni mencapai angka 153 ribu kunjungan. Di Bondowoso memang tidak diberlakukan peringkat rasio membaca. Meski demikian, upaya untuk membuat masyarakat gemar membaca terus dilakukan.

Padahal kunjungan ke perpustakaan ditargetkan meningkat sebanyak satu persen setiap tahun. Namun, karena pandemi, utamanya karena kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring. Padahal kunjungan dari para siswa juga mendongkrak jumlah kunjungan ke perpustakaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Perpustakaan juga banyak yang tutup (di tengah pandemi, Red). Itu hampir nasional ya, di provinsi juga tutup. Begitu buka, kami juga ikut buka,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso Alun Taufana Sulstyadi ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Selain itu, Alun juga menyebut ada 501 unit perpustakaan sekolah di Bondowoso. Ditambah 86 perpustakaan desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Sementara, untuk koleksi buku di perpusda, saat ini mencapai 33.504 judul buku, dan kurang lebih 80 ribu eksemplar. Biasanya paling banyak dibaca adalah buku cerita fiksi untuk anak-anak. Kemudian, buku referensi untuk mahasiswa semester akhir.

Muhammad Arif Widodo, Kabid Pelayanan, Perpustakaan, dan Informasi, Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, mengutarakan hal yang sama. Saat pandemi minat baca masyarakat memang mengalami penurunan. Bahkan hal itu tidak hanya terjadi di Bondowoso, melainkan hampir di seluruh daerah Jawa Timur.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Minat baca masyarakat Bondowoso menurun selama pandemi. Hal itu dibuktikan dengan menurunnya jumlah kunjungan ke perpustakaan. Terlebih, dalam beberapa waktu lalu, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bondowoso sempat tutup akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Keberadaan program inovasi Gerakan Literasi Daerah (Gelida) diharapkan mampu meningkatkan minat literasi masyarakat Bumi Ki Ronggo.

Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso, jumlah kunjungan selama pandemi hanya kurang lebih 47 ribu saja. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan sebelum adanya korona, yakni mencapai angka 153 ribu kunjungan. Di Bondowoso memang tidak diberlakukan peringkat rasio membaca. Meski demikian, upaya untuk membuat masyarakat gemar membaca terus dilakukan.

Padahal kunjungan ke perpustakaan ditargetkan meningkat sebanyak satu persen setiap tahun. Namun, karena pandemi, utamanya karena kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring. Padahal kunjungan dari para siswa juga mendongkrak jumlah kunjungan ke perpustakaan.

“Perpustakaan juga banyak yang tutup (di tengah pandemi, Red). Itu hampir nasional ya, di provinsi juga tutup. Begitu buka, kami juga ikut buka,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso Alun Taufana Sulstyadi ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Selain itu, Alun juga menyebut ada 501 unit perpustakaan sekolah di Bondowoso. Ditambah 86 perpustakaan desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Sementara, untuk koleksi buku di perpusda, saat ini mencapai 33.504 judul buku, dan kurang lebih 80 ribu eksemplar. Biasanya paling banyak dibaca adalah buku cerita fiksi untuk anak-anak. Kemudian, buku referensi untuk mahasiswa semester akhir.

Muhammad Arif Widodo, Kabid Pelayanan, Perpustakaan, dan Informasi, Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, mengutarakan hal yang sama. Saat pandemi minat baca masyarakat memang mengalami penurunan. Bahkan hal itu tidak hanya terjadi di Bondowoso, melainkan hampir di seluruh daerah Jawa Timur.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Minat baca masyarakat Bondowoso menurun selama pandemi. Hal itu dibuktikan dengan menurunnya jumlah kunjungan ke perpustakaan. Terlebih, dalam beberapa waktu lalu, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bondowoso sempat tutup akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Keberadaan program inovasi Gerakan Literasi Daerah (Gelida) diharapkan mampu meningkatkan minat literasi masyarakat Bumi Ki Ronggo.

Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso, jumlah kunjungan selama pandemi hanya kurang lebih 47 ribu saja. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan sebelum adanya korona, yakni mencapai angka 153 ribu kunjungan. Di Bondowoso memang tidak diberlakukan peringkat rasio membaca. Meski demikian, upaya untuk membuat masyarakat gemar membaca terus dilakukan.

Padahal kunjungan ke perpustakaan ditargetkan meningkat sebanyak satu persen setiap tahun. Namun, karena pandemi, utamanya karena kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring. Padahal kunjungan dari para siswa juga mendongkrak jumlah kunjungan ke perpustakaan.

“Perpustakaan juga banyak yang tutup (di tengah pandemi, Red). Itu hampir nasional ya, di provinsi juga tutup. Begitu buka, kami juga ikut buka,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso Alun Taufana Sulstyadi ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Selain itu, Alun juga menyebut ada 501 unit perpustakaan sekolah di Bondowoso. Ditambah 86 perpustakaan desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Sementara, untuk koleksi buku di perpusda, saat ini mencapai 33.504 judul buku, dan kurang lebih 80 ribu eksemplar. Biasanya paling banyak dibaca adalah buku cerita fiksi untuk anak-anak. Kemudian, buku referensi untuk mahasiswa semester akhir.

Muhammad Arif Widodo, Kabid Pelayanan, Perpustakaan, dan Informasi, Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, mengutarakan hal yang sama. Saat pandemi minat baca masyarakat memang mengalami penurunan. Bahkan hal itu tidak hanya terjadi di Bondowoso, melainkan hampir di seluruh daerah Jawa Timur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/