alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Melihat Perkembangan Satu Tahun Gelida di Bondowoso

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bondowoso sudah meluncurkan program Gerakan Literasi Daerah (Gelida) pada 2021 lalu. Terdapat empat segmen yang menjadi sasaran program literasi itu. Mulai dari keluarga hingga instansi pemerintahan. Bagaimana perkembangannya saat ini?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis yang perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan. Dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat di Bondowoso, Pemkab Bondowoso sudah memiliki inovasi yang dikenal dengan Gelida. Inovasi tersebut tidak hanya ditujukan pada perpustakaan, tapi juga pada segmen keluarga, instansi, pemerintahan, hingga sekolah.

Terdapat empat segmen dalam program Gelida. Di antaranya segmen instansi dengan program Sudut Baca Referensi Instansi (Subari). Diwujudkan dalam penyediaan sudut baca referensi di masing-masing instansi. Ternyata pada pelaksanaannya belum semua instansi pemerintah merealisasikan program tersebut.

Salah satu penyebabnya, inovasi ini diluncurkan di tengah refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Sementara, untuk mengadakan sudut baca itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik untuk pengadaan buku-bukunya maupun peralatan lain, seperti rak dan sebagainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso Alun Taufana Sulistyadi, setelah mengikuti acara talk show sosialisasi budaya baca dan literasi dalam rangka pembudayaan membaca di Jawa Timur tahun 2022, Senin (7/2).

Menurut Alun, Subari merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia atau aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lembaga Pemerintahan Bondowoso. Antarbidang dalam satu instansi juga dapat memahami tugas dan fungsinya. Sehingga para ASN diharapkan dapat meningkatkan kompetensi masing-masing OPD. “Saya pengalaman di suatu OPD.  Bidang satu tidak tahu tugas bidang yang lainnya,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis yang perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan. Dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat di Bondowoso, Pemkab Bondowoso sudah memiliki inovasi yang dikenal dengan Gelida. Inovasi tersebut tidak hanya ditujukan pada perpustakaan, tapi juga pada segmen keluarga, instansi, pemerintahan, hingga sekolah.

Terdapat empat segmen dalam program Gelida. Di antaranya segmen instansi dengan program Sudut Baca Referensi Instansi (Subari). Diwujudkan dalam penyediaan sudut baca referensi di masing-masing instansi. Ternyata pada pelaksanaannya belum semua instansi pemerintah merealisasikan program tersebut.

Salah satu penyebabnya, inovasi ini diluncurkan di tengah refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Sementara, untuk mengadakan sudut baca itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik untuk pengadaan buku-bukunya maupun peralatan lain, seperti rak dan sebagainya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso Alun Taufana Sulistyadi, setelah mengikuti acara talk show sosialisasi budaya baca dan literasi dalam rangka pembudayaan membaca di Jawa Timur tahun 2022, Senin (7/2).

Menurut Alun, Subari merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia atau aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lembaga Pemerintahan Bondowoso. Antarbidang dalam satu instansi juga dapat memahami tugas dan fungsinya. Sehingga para ASN diharapkan dapat meningkatkan kompetensi masing-masing OPD. “Saya pengalaman di suatu OPD.  Bidang satu tidak tahu tugas bidang yang lainnya,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis yang perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan. Dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat di Bondowoso, Pemkab Bondowoso sudah memiliki inovasi yang dikenal dengan Gelida. Inovasi tersebut tidak hanya ditujukan pada perpustakaan, tapi juga pada segmen keluarga, instansi, pemerintahan, hingga sekolah.

Terdapat empat segmen dalam program Gelida. Di antaranya segmen instansi dengan program Sudut Baca Referensi Instansi (Subari). Diwujudkan dalam penyediaan sudut baca referensi di masing-masing instansi. Ternyata pada pelaksanaannya belum semua instansi pemerintah merealisasikan program tersebut.

Salah satu penyebabnya, inovasi ini diluncurkan di tengah refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Sementara, untuk mengadakan sudut baca itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik untuk pengadaan buku-bukunya maupun peralatan lain, seperti rak dan sebagainya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso Alun Taufana Sulistyadi, setelah mengikuti acara talk show sosialisasi budaya baca dan literasi dalam rangka pembudayaan membaca di Jawa Timur tahun 2022, Senin (7/2).

Menurut Alun, Subari merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia atau aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lembaga Pemerintahan Bondowoso. Antarbidang dalam satu instansi juga dapat memahami tugas dan fungsinya. Sehingga para ASN diharapkan dapat meningkatkan kompetensi masing-masing OPD. “Saya pengalaman di suatu OPD.  Bidang satu tidak tahu tugas bidang yang lainnya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/