alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Bagi Petani Kopi, BRK Masih Melekat

Kopi merupakan komoditas unggulan Bondowoso. Dataran tinggi Ijen-Raung telah menelurkan sertifikat Indikasi Geografis Arabica Java Ijen Raung dari Kemenkumham. Untuk memperkuat hal itu, 2016 lalu dicetuskan slogan Bondowoso Republik Kopi. Namun kini, slogan itu meredup. Bagaimana kondisi niaga kopi?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso Republik Kopi (BRK) sempat menjadi ikon Bondowoso. Potensi sumber daya alam (SDA) kopi yang tumbuh subur di tanah Bondowoso sudah terbukti. Kopi arabika dari Bondowoso sudah mendunia. Selain itu, banyak kopi jenis robusta yang berasal dari tanah Bondowoso.

Namun, branding itu kian redup. Suaranya tak senyaring saat 2016 sampai 2018. Pada 2016 merupakan tahun dicetuskannya slogan tersebut. Pada 2018, pemerintahan berganti kekuasaan.

Walau di kalangan pemerintah BRK meredup, namun di kalangan akar rumput masih menggema. Para petani kopi masih mengakuinya. Branding tersebut dirasa mengangkat perdagangan kopi asli Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suyitno, salah satu petani kopi asal Kecamatan Sukosari, menyebut, ikon BRK sudah sangat melekat. Memang akhir-akhir ini meredup. Indikatornya adalah perhatian pemerintah daerah yang meredup. Kebijakan pemerintah tidak all out ke niaga kopi. “Namun, BRK sudah melekat di petani. Saya merasa, terkenalnya kopi Bondowoso ini dengan adanya branding BRK. Tanpa ada BRK, tidak mungkin sampai dikenal nasional bahkan internasional. Dulu sebelum ada BRK, ya (kopi, Red) tidak booming,” lanjut Suyitno.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso Republik Kopi (BRK) sempat menjadi ikon Bondowoso. Potensi sumber daya alam (SDA) kopi yang tumbuh subur di tanah Bondowoso sudah terbukti. Kopi arabika dari Bondowoso sudah mendunia. Selain itu, banyak kopi jenis robusta yang berasal dari tanah Bondowoso.

Namun, branding itu kian redup. Suaranya tak senyaring saat 2016 sampai 2018. Pada 2016 merupakan tahun dicetuskannya slogan tersebut. Pada 2018, pemerintahan berganti kekuasaan.

Walau di kalangan pemerintah BRK meredup, namun di kalangan akar rumput masih menggema. Para petani kopi masih mengakuinya. Branding tersebut dirasa mengangkat perdagangan kopi asli Bondowoso.

Suyitno, salah satu petani kopi asal Kecamatan Sukosari, menyebut, ikon BRK sudah sangat melekat. Memang akhir-akhir ini meredup. Indikatornya adalah perhatian pemerintah daerah yang meredup. Kebijakan pemerintah tidak all out ke niaga kopi. “Namun, BRK sudah melekat di petani. Saya merasa, terkenalnya kopi Bondowoso ini dengan adanya branding BRK. Tanpa ada BRK, tidak mungkin sampai dikenal nasional bahkan internasional. Dulu sebelum ada BRK, ya (kopi, Red) tidak booming,” lanjut Suyitno.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso Republik Kopi (BRK) sempat menjadi ikon Bondowoso. Potensi sumber daya alam (SDA) kopi yang tumbuh subur di tanah Bondowoso sudah terbukti. Kopi arabika dari Bondowoso sudah mendunia. Selain itu, banyak kopi jenis robusta yang berasal dari tanah Bondowoso.

Namun, branding itu kian redup. Suaranya tak senyaring saat 2016 sampai 2018. Pada 2016 merupakan tahun dicetuskannya slogan tersebut. Pada 2018, pemerintahan berganti kekuasaan.

Walau di kalangan pemerintah BRK meredup, namun di kalangan akar rumput masih menggema. Para petani kopi masih mengakuinya. Branding tersebut dirasa mengangkat perdagangan kopi asli Bondowoso.

Suyitno, salah satu petani kopi asal Kecamatan Sukosari, menyebut, ikon BRK sudah sangat melekat. Memang akhir-akhir ini meredup. Indikatornya adalah perhatian pemerintah daerah yang meredup. Kebijakan pemerintah tidak all out ke niaga kopi. “Namun, BRK sudah melekat di petani. Saya merasa, terkenalnya kopi Bondowoso ini dengan adanya branding BRK. Tanpa ada BRK, tidak mungkin sampai dikenal nasional bahkan internasional. Dulu sebelum ada BRK, ya (kopi, Red) tidak booming,” lanjut Suyitno.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/