alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sinung: Tak Semua Niat Baik Berjalan Baik

Eksekutif dan Legislatif Perlu Duduk Bersama

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik kotak amal berlabel Gerakan Bondowoso Bersedekah masih terus berlanjut. Kotak-kotak yang disebar sampai ke kantor kecamatan dan kantor desa itu sejatinya untuk tujuan baik. Dana yang terkumpul disalurkan melalui program Tape Manis (Tanggap dan Peduli Masyarakat Miskin). Karenanya, Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajad mengungkapkan, tak semua niat baik berjalan baik.

Menurut Sinung, program Tape Manis termasuk Gerakan Bondowoso Bersedekah adalah program yang mempunyai tujuan baik. “Perlu diingat, tidak semua niat baik akan berjalan dengan baik. Kalaupun di dalamnya ada beberapa kekurangan, maka kami akan duduk bersama untuk lebih menyempurnakan berjalannya niat baik tersebut,” beber Sinung.

Dijelaskannya, melalui program tersebut, sebenarnya negara bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini warga yang masih belum mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah. “Eksekutif dan pimpinan DPRD duduk bersama akan dalam satu forum khusus membahas itu. Sesegera mungkin,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Sutriono, Ketua Komisi III DPRD dan Sekretaris Fraksi PKB DPRD Bondowoso, menjelaskan, pengumpulan dana dari masyarakat itu boleh. Sebab, masuk pendapatan lain-lain. Namun, yang harus ditegaskan, pengumpulan dana itu harus dilandasi dasar hukum. Yakni peraturan pemerintah yang sesuai dengan pengelolaan APBD. “Pengelolaan dana sumbangan dana masyarakat itu harus dikelola dengan mekanisme pengelolaan dana APBN atau APBD,” kata dia.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik kotak amal berlabel Gerakan Bondowoso Bersedekah masih terus berlanjut. Kotak-kotak yang disebar sampai ke kantor kecamatan dan kantor desa itu sejatinya untuk tujuan baik. Dana yang terkumpul disalurkan melalui program Tape Manis (Tanggap dan Peduli Masyarakat Miskin). Karenanya, Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajad mengungkapkan, tak semua niat baik berjalan baik.

Menurut Sinung, program Tape Manis termasuk Gerakan Bondowoso Bersedekah adalah program yang mempunyai tujuan baik. “Perlu diingat, tidak semua niat baik akan berjalan dengan baik. Kalaupun di dalamnya ada beberapa kekurangan, maka kami akan duduk bersama untuk lebih menyempurnakan berjalannya niat baik tersebut,” beber Sinung.

Dijelaskannya, melalui program tersebut, sebenarnya negara bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini warga yang masih belum mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah. “Eksekutif dan pimpinan DPRD duduk bersama akan dalam satu forum khusus membahas itu. Sesegera mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Sutriono, Ketua Komisi III DPRD dan Sekretaris Fraksi PKB DPRD Bondowoso, menjelaskan, pengumpulan dana dari masyarakat itu boleh. Sebab, masuk pendapatan lain-lain. Namun, yang harus ditegaskan, pengumpulan dana itu harus dilandasi dasar hukum. Yakni peraturan pemerintah yang sesuai dengan pengelolaan APBD. “Pengelolaan dana sumbangan dana masyarakat itu harus dikelola dengan mekanisme pengelolaan dana APBN atau APBD,” kata dia.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik kotak amal berlabel Gerakan Bondowoso Bersedekah masih terus berlanjut. Kotak-kotak yang disebar sampai ke kantor kecamatan dan kantor desa itu sejatinya untuk tujuan baik. Dana yang terkumpul disalurkan melalui program Tape Manis (Tanggap dan Peduli Masyarakat Miskin). Karenanya, Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajad mengungkapkan, tak semua niat baik berjalan baik.

Menurut Sinung, program Tape Manis termasuk Gerakan Bondowoso Bersedekah adalah program yang mempunyai tujuan baik. “Perlu diingat, tidak semua niat baik akan berjalan dengan baik. Kalaupun di dalamnya ada beberapa kekurangan, maka kami akan duduk bersama untuk lebih menyempurnakan berjalannya niat baik tersebut,” beber Sinung.

Dijelaskannya, melalui program tersebut, sebenarnya negara bisa benar-benar hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini warga yang masih belum mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah. “Eksekutif dan pimpinan DPRD duduk bersama akan dalam satu forum khusus membahas itu. Sesegera mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Sutriono, Ketua Komisi III DPRD dan Sekretaris Fraksi PKB DPRD Bondowoso, menjelaskan, pengumpulan dana dari masyarakat itu boleh. Sebab, masuk pendapatan lain-lain. Namun, yang harus ditegaskan, pengumpulan dana itu harus dilandasi dasar hukum. Yakni peraturan pemerintah yang sesuai dengan pengelolaan APBD. “Pengelolaan dana sumbangan dana masyarakat itu harus dikelola dengan mekanisme pengelolaan dana APBN atau APBD,” kata dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/