alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Harga Cabai Semakin Pedas

Musim Hujan Menjadi Pemicu

Mobile_AP_Rectangle 1

Fatimah, salah seorang penjual cabai, mengatakan, kenaikan tersebut dipicu musim hujan saat ini. Ketika musim hujan datang, berdampak pada pertumbuhan dan kondisi tanaman cabai yang kualitasnya menurun. “Ketika tanaman cabai sering terkena air hujan, maka pohon cabai lebih rawan terkena penyakit dan tidak jarang pohon cabai membusuk,” terangnya.

Selain itu, mahalnya harga cabai juga merupakan imbas keresahan petani yang hasil panennya tidak sesuai dengan yang diharapkan. “Kalau biasanya dalam satu hektare menghasilkan beberapa kuintal, untuk saat ini biasanya hanya puluhan kilo saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fatimah menyampaikan, kenaikan tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli cabai di pasar induk. Meski masih ada pembeli, tapi pembeli mengurangi jumlah pembelianya. “Biasanya beli satu kilo, sekarang belinya paling satu ons,” pungkasnya.

- Advertisement -

Fatimah, salah seorang penjual cabai, mengatakan, kenaikan tersebut dipicu musim hujan saat ini. Ketika musim hujan datang, berdampak pada pertumbuhan dan kondisi tanaman cabai yang kualitasnya menurun. “Ketika tanaman cabai sering terkena air hujan, maka pohon cabai lebih rawan terkena penyakit dan tidak jarang pohon cabai membusuk,” terangnya.

Selain itu, mahalnya harga cabai juga merupakan imbas keresahan petani yang hasil panennya tidak sesuai dengan yang diharapkan. “Kalau biasanya dalam satu hektare menghasilkan beberapa kuintal, untuk saat ini biasanya hanya puluhan kilo saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fatimah menyampaikan, kenaikan tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli cabai di pasar induk. Meski masih ada pembeli, tapi pembeli mengurangi jumlah pembelianya. “Biasanya beli satu kilo, sekarang belinya paling satu ons,” pungkasnya.

Fatimah, salah seorang penjual cabai, mengatakan, kenaikan tersebut dipicu musim hujan saat ini. Ketika musim hujan datang, berdampak pada pertumbuhan dan kondisi tanaman cabai yang kualitasnya menurun. “Ketika tanaman cabai sering terkena air hujan, maka pohon cabai lebih rawan terkena penyakit dan tidak jarang pohon cabai membusuk,” terangnya.

Selain itu, mahalnya harga cabai juga merupakan imbas keresahan petani yang hasil panennya tidak sesuai dengan yang diharapkan. “Kalau biasanya dalam satu hektare menghasilkan beberapa kuintal, untuk saat ini biasanya hanya puluhan kilo saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fatimah menyampaikan, kenaikan tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli cabai di pasar induk. Meski masih ada pembeli, tapi pembeli mengurangi jumlah pembelianya. “Biasanya beli satu kilo, sekarang belinya paling satu ons,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/