alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Akses Mirip Pantai Pandawa Belum Bisa Dikelola Disparpora

Mobile_AP_Rectangle 1

Mulyadi menambahkan, hingga saat ini Disparpora belum bisa berbuat apa-apa atau melakukan tindakan. “Ya, karena memang masih belum lokasi wisata. Masih sebatas jalan umum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Botolinggo Hadi Sugono menerangkan, pihaknya siap menggelar operasi yustisi secara berkala. “Kami fokuskan di sejumlah titik agar warga yang mengunjungi jalan itu tertib protokol kesehatan dan mengimbau tidak menimbulkan kerumunan,” bebernya.

Sugono juga mengaku heran, beberapa pekan lalu jalan tersebut tak seramai yang dibayangkan. Hari Minggu yang lalu bahkan sempat macet. Kendaraan roda dua dan roda empat seakan tak bisa bergerak. “Ya, kalau seperti itu sangat mengganggu pengguna jalan. Apalagi bagi warga desa yang mau aktivitas bekerja. Padahal dari awal sudah kami sampaikan bahwa ini bukan wisata, tapi jalan baru dan jalan umum,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi kepada pengendara bahwa tak boleh berhenti di tengah jalan. Sebab, akan membahayakan pengendara lainnya. “Kalau dari warga ada dua sisi. Kalau warga yang pedagang jelas diuntungkan. Tapi, kalau warga yang banyak aktivitas keluar masuk desa, ya, jelas terganggu,” tutupnya. (bud/c2/nur)

- Advertisement -

Mulyadi menambahkan, hingga saat ini Disparpora belum bisa berbuat apa-apa atau melakukan tindakan. “Ya, karena memang masih belum lokasi wisata. Masih sebatas jalan umum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Botolinggo Hadi Sugono menerangkan, pihaknya siap menggelar operasi yustisi secara berkala. “Kami fokuskan di sejumlah titik agar warga yang mengunjungi jalan itu tertib protokol kesehatan dan mengimbau tidak menimbulkan kerumunan,” bebernya.

Sugono juga mengaku heran, beberapa pekan lalu jalan tersebut tak seramai yang dibayangkan. Hari Minggu yang lalu bahkan sempat macet. Kendaraan roda dua dan roda empat seakan tak bisa bergerak. “Ya, kalau seperti itu sangat mengganggu pengguna jalan. Apalagi bagi warga desa yang mau aktivitas bekerja. Padahal dari awal sudah kami sampaikan bahwa ini bukan wisata, tapi jalan baru dan jalan umum,” urainya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi kepada pengendara bahwa tak boleh berhenti di tengah jalan. Sebab, akan membahayakan pengendara lainnya. “Kalau dari warga ada dua sisi. Kalau warga yang pedagang jelas diuntungkan. Tapi, kalau warga yang banyak aktivitas keluar masuk desa, ya, jelas terganggu,” tutupnya. (bud/c2/nur)

Mulyadi menambahkan, hingga saat ini Disparpora belum bisa berbuat apa-apa atau melakukan tindakan. “Ya, karena memang masih belum lokasi wisata. Masih sebatas jalan umum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Botolinggo Hadi Sugono menerangkan, pihaknya siap menggelar operasi yustisi secara berkala. “Kami fokuskan di sejumlah titik agar warga yang mengunjungi jalan itu tertib protokol kesehatan dan mengimbau tidak menimbulkan kerumunan,” bebernya.

Sugono juga mengaku heran, beberapa pekan lalu jalan tersebut tak seramai yang dibayangkan. Hari Minggu yang lalu bahkan sempat macet. Kendaraan roda dua dan roda empat seakan tak bisa bergerak. “Ya, kalau seperti itu sangat mengganggu pengguna jalan. Apalagi bagi warga desa yang mau aktivitas bekerja. Padahal dari awal sudah kami sampaikan bahwa ini bukan wisata, tapi jalan baru dan jalan umum,” urainya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi kepada pengendara bahwa tak boleh berhenti di tengah jalan. Sebab, akan membahayakan pengendara lainnya. “Kalau dari warga ada dua sisi. Kalau warga yang pedagang jelas diuntungkan. Tapi, kalau warga yang banyak aktivitas keluar masuk desa, ya, jelas terganggu,” tutupnya. (bud/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/