alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kepastian Pilkades Serentak Tunggu Instruksi Kemendagri

Diperkirakan sampai Seribu TPS

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bondowoso telah memperkirakan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di 171 desa. Jumlah yang direncanakan yakni 1.000 TPS. Angka tersebut dihitung dengan ketentuan maksimal per TPS sebanyak 500 pemilih.

Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Wawan Setiawan menjabarkan, nantinya dari tiap TPS akan menggunakan pendekatan zonasi. Artinya, memungkinkan satu TPS itu ada di beberapa dusun, ketika satu dusun tak mencapai kuota 500 pemilih. “Ketentuan maksimal per TPS 500,” ujar Pria yang juga menjabat sebagai Plt Asisten 1 Pemkab Bondowoso ini.

Jumlah TPS ini, disebutnya, bisa berubah karena finalisasinya setelah penetapan daftar pemilih tetap (DPT). Artinya, jumlahnya bisa bertambah atau berkurang. Nantinya di masing-masing TPS akan ada tujuh panitia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rencananya, seluruh pantai pilkades ini juga akan menjalani rapid test antigen yang dianggarkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Bahkan, untuk mencegah kerumunan, petugas kesehatan akan datang ke kantor desa. “Akan dites rapid antigen saat hari tenang,” katanya.

Wawan mengaku, sebelum hari pencoblosan, pihaknya masih akan mengirim proposal ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta rekomendasi pelaksanaan. Sebab, jika kondisinya tidak memungkinkan dilaksanakan pilkades, maka pihaknya akan mengikuti instruksi atau rekomendasi Kemendagri tersebut.

Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan, jika angka positif Covid-19 terus naik, pilkades serentak di Kota Tape bakal ditunda. Dia berharap, situasi Covid-19 pada Oktober nanti mereda, sehingga pelaksanaan pilkades berjalan lancar.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bondowoso telah memperkirakan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di 171 desa. Jumlah yang direncanakan yakni 1.000 TPS. Angka tersebut dihitung dengan ketentuan maksimal per TPS sebanyak 500 pemilih.

Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Wawan Setiawan menjabarkan, nantinya dari tiap TPS akan menggunakan pendekatan zonasi. Artinya, memungkinkan satu TPS itu ada di beberapa dusun, ketika satu dusun tak mencapai kuota 500 pemilih. “Ketentuan maksimal per TPS 500,” ujar Pria yang juga menjabat sebagai Plt Asisten 1 Pemkab Bondowoso ini.

Jumlah TPS ini, disebutnya, bisa berubah karena finalisasinya setelah penetapan daftar pemilih tetap (DPT). Artinya, jumlahnya bisa bertambah atau berkurang. Nantinya di masing-masing TPS akan ada tujuh panitia.

Rencananya, seluruh pantai pilkades ini juga akan menjalani rapid test antigen yang dianggarkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Bahkan, untuk mencegah kerumunan, petugas kesehatan akan datang ke kantor desa. “Akan dites rapid antigen saat hari tenang,” katanya.

Wawan mengaku, sebelum hari pencoblosan, pihaknya masih akan mengirim proposal ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta rekomendasi pelaksanaan. Sebab, jika kondisinya tidak memungkinkan dilaksanakan pilkades, maka pihaknya akan mengikuti instruksi atau rekomendasi Kemendagri tersebut.

Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan, jika angka positif Covid-19 terus naik, pilkades serentak di Kota Tape bakal ditunda. Dia berharap, situasi Covid-19 pada Oktober nanti mereda, sehingga pelaksanaan pilkades berjalan lancar.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bondowoso telah memperkirakan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di 171 desa. Jumlah yang direncanakan yakni 1.000 TPS. Angka tersebut dihitung dengan ketentuan maksimal per TPS sebanyak 500 pemilih.

Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Wawan Setiawan menjabarkan, nantinya dari tiap TPS akan menggunakan pendekatan zonasi. Artinya, memungkinkan satu TPS itu ada di beberapa dusun, ketika satu dusun tak mencapai kuota 500 pemilih. “Ketentuan maksimal per TPS 500,” ujar Pria yang juga menjabat sebagai Plt Asisten 1 Pemkab Bondowoso ini.

Jumlah TPS ini, disebutnya, bisa berubah karena finalisasinya setelah penetapan daftar pemilih tetap (DPT). Artinya, jumlahnya bisa bertambah atau berkurang. Nantinya di masing-masing TPS akan ada tujuh panitia.

Rencananya, seluruh pantai pilkades ini juga akan menjalani rapid test antigen yang dianggarkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Bahkan, untuk mencegah kerumunan, petugas kesehatan akan datang ke kantor desa. “Akan dites rapid antigen saat hari tenang,” katanya.

Wawan mengaku, sebelum hari pencoblosan, pihaknya masih akan mengirim proposal ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta rekomendasi pelaksanaan. Sebab, jika kondisinya tidak memungkinkan dilaksanakan pilkades, maka pihaknya akan mengikuti instruksi atau rekomendasi Kemendagri tersebut.

Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan, jika angka positif Covid-19 terus naik, pilkades serentak di Kota Tape bakal ditunda. Dia berharap, situasi Covid-19 pada Oktober nanti mereda, sehingga pelaksanaan pilkades berjalan lancar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/