alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Tak Larang Salat Jumat di Masjid

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Selama penerapan PPKM darurat di wilayah Jawa-Bali, salah satu poin yang menjadi perhatian adalah tempat ibadah ditutup sementara. Hal tersebut tertuang dalam surat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021. Tapi, ternyata untuk kegiatan salat Jumat tetap bisa dilakukan di masjid.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bondowoso KH Syaiful Haq, setelah menggelar rapat koordinasi bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan sejumlah pemuka agama lainnya. Dirinya menjelaskan, salat Jumat tetap bisa dilakukan di masjid. Dengan catatan harus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti yang menjadi anjuran pemerintah. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan lainnya.

Dijelaskan, untuk dapat menjaga jarak antarjamaah, maka jumlah jamaah yang melakukan salat Jumat tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid tersebut. Dirinya mencontohkan, jika kapasitas masjid dapat menampung 100 jamaah pada hari biasanya, maka selama penerapan PPKM darurat jumlah jamaah yang diperbolehkan masuk hanya 50 orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Syaiful juga menyebutkan, selain menjaga jarak, sebelum masuk dan keluar dari masjid diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu. Serta tidak boleh lupa dalam penggunaan maskernya. Apalagi saat ini dengan adanya varian baru Covid-19, disarankan untuk menggunakan masker ganda. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu ikhtiar untuk bisa terhindar dari penyebaran virus ini. “Harus taat prokes agar kita semua bisa terhindar dari Covid-19,” tegasnya.

Sementara, untuk pelaksanaan salat wajib berjamaah, Syaiful menyarankan untuk dilakukan di rumah masing-masing. “Jika ingin melakukan salat jamaah, maka bisa dilakukan bersama keluarganya sendiri,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Selama penerapan PPKM darurat di wilayah Jawa-Bali, salah satu poin yang menjadi perhatian adalah tempat ibadah ditutup sementara. Hal tersebut tertuang dalam surat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021. Tapi, ternyata untuk kegiatan salat Jumat tetap bisa dilakukan di masjid.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bondowoso KH Syaiful Haq, setelah menggelar rapat koordinasi bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan sejumlah pemuka agama lainnya. Dirinya menjelaskan, salat Jumat tetap bisa dilakukan di masjid. Dengan catatan harus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti yang menjadi anjuran pemerintah. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan lainnya.

Dijelaskan, untuk dapat menjaga jarak antarjamaah, maka jumlah jamaah yang melakukan salat Jumat tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid tersebut. Dirinya mencontohkan, jika kapasitas masjid dapat menampung 100 jamaah pada hari biasanya, maka selama penerapan PPKM darurat jumlah jamaah yang diperbolehkan masuk hanya 50 orang.

Syaiful juga menyebutkan, selain menjaga jarak, sebelum masuk dan keluar dari masjid diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu. Serta tidak boleh lupa dalam penggunaan maskernya. Apalagi saat ini dengan adanya varian baru Covid-19, disarankan untuk menggunakan masker ganda. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu ikhtiar untuk bisa terhindar dari penyebaran virus ini. “Harus taat prokes agar kita semua bisa terhindar dari Covid-19,” tegasnya.

Sementara, untuk pelaksanaan salat wajib berjamaah, Syaiful menyarankan untuk dilakukan di rumah masing-masing. “Jika ingin melakukan salat jamaah, maka bisa dilakukan bersama keluarganya sendiri,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Selama penerapan PPKM darurat di wilayah Jawa-Bali, salah satu poin yang menjadi perhatian adalah tempat ibadah ditutup sementara. Hal tersebut tertuang dalam surat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021. Tapi, ternyata untuk kegiatan salat Jumat tetap bisa dilakukan di masjid.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bondowoso KH Syaiful Haq, setelah menggelar rapat koordinasi bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan sejumlah pemuka agama lainnya. Dirinya menjelaskan, salat Jumat tetap bisa dilakukan di masjid. Dengan catatan harus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti yang menjadi anjuran pemerintah. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan lainnya.

Dijelaskan, untuk dapat menjaga jarak antarjamaah, maka jumlah jamaah yang melakukan salat Jumat tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid tersebut. Dirinya mencontohkan, jika kapasitas masjid dapat menampung 100 jamaah pada hari biasanya, maka selama penerapan PPKM darurat jumlah jamaah yang diperbolehkan masuk hanya 50 orang.

Syaiful juga menyebutkan, selain menjaga jarak, sebelum masuk dan keluar dari masjid diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu. Serta tidak boleh lupa dalam penggunaan maskernya. Apalagi saat ini dengan adanya varian baru Covid-19, disarankan untuk menggunakan masker ganda. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu ikhtiar untuk bisa terhindar dari penyebaran virus ini. “Harus taat prokes agar kita semua bisa terhindar dari Covid-19,” tegasnya.

Sementara, untuk pelaksanaan salat wajib berjamaah, Syaiful menyarankan untuk dilakukan di rumah masing-masing. “Jika ingin melakukan salat jamaah, maka bisa dilakukan bersama keluarganya sendiri,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/